Adelia Maheswari

Adelia Maheswari
Episode #32


Sebenarnya setelah mengetahui bahwa Adel mempunyai anak dari seorang CEO terkenal,Papa mencoba mencari informasi tentang CEO itu secara detail.Berkat seorang detektif berpengalaman,Papa mendapatkan informasi yang dia inginkan.Papa juga mengetahui mengapa Adel dan Yuda berpisah yaitu karena Mamanya Yuda yang tidak setuju dengan status Adel yang hanya menjadi sekretaris waktu itu.


Awalnya Papa tidak terima jika Adel dihina seperti itu dan Papa juga ingin sekali mengajar Yuda saat itu juga,namun semuanya Papa tahan demi rencananya.Setelah mengetahui kebenarannya dan Yuda tidak pernah menghiatanti Adel, Papa mengurungkan niatnya itu.Hari ini Papa dapat melihat kesungguhan dari Yuda.Karena Yuda masih berani datang dan memperjuangkan cintanya secara jantan.


Suasana di ruang tamu semakin mencekam saja,tidak ada satupun yang berbicara.


"Apa kau bisa membuT putriku bahagia?".Satu suara dari Papa memecah keheningan.


"Saya tidak berjanji Om,tapu saya akan berusaha semaksimal mungkin agar bisa membahagiakan Adel".Ucap Yuda dengan tenang.


"Lalu apa jaminannya jika Putri saya tidak bahagia dengan mu?".Tanya Papa lagi.


"Anda boleh mengambilnya dan menghukum saya".Kata Yuda tegas.


"Jadi,apakah Om mau memaafkan saya?".Sambung Yuda kembali.


Papa Adel tidak menjawab pertanyaan dari Yuda,yang lain pun masih sama bungkamnya.


"Aku ibu dari putriku Adel,jika Adel merasa sakit maka aku juga akan merasakan sakit.Jadi jika kamu berani menyakiti Adel maka kamu juga berani menyakiti ku".Sambung Mama Adel dengan tegas.


"Saya akan membuktikan bahwa Adel akan bahagia dengan saya.Dan saya akan menjamin itu!".Ucap Yuda dengan tegas dan penuh dengan keyakinan.


"Papa kok tenang tenang saja dari tadi?".Karena rasa penasaran dari tadi Candra mencoba untuk bertanya kepada Papa.


"Lalu papa harus bagaimana?".Tanya Papa dengan tenang.


Semua orang yang mendengar jawaban Papa menjadi bertanya-tanya.


"Saya tau kamu tidak akan pernah mengecewakan semua kolegan bisnis mu,maka kau juga bisa menunjukkan jika kamu tidak akan pernah mengecewakan kami".Kata Papa seperti orang yang sedang mengintimidasi tersangka.


"Kamu saya maafkan!".Ucapan terakhir dari Papa berhasil membuat Adel dan Yuda menjadi senang,namun tidak dengan Mama,Tia,dan Candra.


Mereka masih belum percaya sepenuhnya dengan Yuda tetapi mengapa dengan gampangnya Papa bisa menerima Yuda dengan entengnya.


"Kenapa bisa begitu Pa??!!...aku tidak terima jika anak ku di hina dan di campakkan!".Kata Mama dengan nada kecewa.


"Iya,mengapa Papa dengan mudah memaafkan orang ini??...Dia yang sudah menganggap masa depan Adel dan membauangnya begitu saja seperti barang bekas".Candra sudah sangat emosi saat ini namun Tia masih berusaha untuk meredam emosi suaminya.


"Ingin rasanya aku menghajar lelaki tak tau dirii itu!!!".Teriak Candra dengan emosi.


"Kak,tolong kasih dia satu kali kesempatan untuk membuktikan bahwa Yuda orang yang terbaik buat Adel!".Kata Adel sambil memohon agar kalanya tidak menghajar Yuda.


"Jika waktu itu kamu tidak gegabah dan memikirkan bagaimana caranya menyelesaikan masalah dengan cepat dan tepat maka waktunya tidak akan selama ini". Perkataan Papa sungguh menjadi teka teki bagi semuanya termasuk Yuda.


"Waktu itu saya memang tidak berfikir panjang Om,karena Mama saya mengancam saya.Jadi pikiran saya kalang kabut dan saya tidak ingin Adel celaka jadi saya menerima perjodohan itu".Jelas Yuda.


"Apakah kamu sudah menyentuh jal*** sialan itu?".Tanya Candra berusaha tenang.


"Saya tidak pernah menyentuhnya!". Ucap Yuda dengan tenang.


Adel yang mendengar itupun merasa bahagia dan tenang.


"Tapi mengapa Papa dengan begitu mudahnya memaafkan dia!".Kata Candra emosi.


"Karena Papa tau apa yang kalian tidak tau.Dan Papa paham apa ya g tidak pernah ah kalian pahami".Kata Papa dengan tenang.


"Apakah Papa serius?".Adel ikut memastikan.


"Apakah kamu sudah benar-benar menerima Yuda,Adel??".Papa ganti Bertanya hanya untuk memastikan saja.


"Iya Pa,aku sudah memaafkan Yuda".Jawab Adel mantap.


"Tapi ini...".Ucapan Candra di potong oleh istrinya,tia.


"Udahlah Mas,biarkan saja mereka.Toh sekarang Papa juga sudah memaafkan Yuda".Kata Tia menenangkan suaminya.


"Ya sudahlah!".Candra lalu kembali duduk ditempat semula.


"Apakha kamu akan bernar benar membuat anak saya bahagia?".Tanya Mama memastikan.


"Saya akan berusaha untuk membagikan Adel".Jawab Yuda mantap.


"Aku merasa Papa sudah mengetahui hal ini!". Tiba-tiba Candra berbicara sehingga membuat semua orang terkejut.Kecuali Papa yang uang yang hanya memandang Candra dengan senyum.


"Ternyata kamu anak yang cerdas".Kata Papa yang hanya di balas decakan oleh Candra.


"Aku sudah menebak itu".Kata Candra.


"Maksud Papa?".Tanya Adel penasaran.


"Waktu Papa tau jika kamu punya anak dari Yuda,Papa segera mengirimkan detektif untuk menyelidiki kasus ini.Semua informasi yang telah di dapatkan.Semua infottentang Yuda Papa dapatkan,terutama dengan Citra dan masalah perjodohan itu.Dari situ lah Papa tau bahwa Yuda masih saja setia kepada mu.Makanya tadi Papa tidak marah.Papa hanya menunggu penjelasan dari Yuda dan juga Papa ingin mengeras seberapa hantang dia dihadapan Papa".Kata Papa dengan tenang dan santai saja.Bahkan dia menjelaskan sambil mengopi.


"Kenapa Papa tidak Beru tau Mama?".Protes Mama.


"Jika mana sampai tau maka Mama akan bertingkah lebih ceroboh dari ini.Dan semua rencana yang Papa siapkan menjadi bubar.Dan Sekarang sudah tidak ada lagi rahasia rahasia diantara kita semuanya".Jawab Papa dengan kalem.


"Jadi Papa sudah mengetahui semuanya?".Tanya Adel.


"Ya,Awalnya Papa sangat marah mengetahui hal ini.Namun setelah Papa selidiki ternyata Yuda juga tidak sepenuhnya salah.Jadi Papa memaafkan Yuda.Dan untuk kamu Candra,cobalah untuk memaafkan orang lain".Jelas Papa lagi.


Setelah semuanya sudah jelas dan menemukan titik terang akhirnya Yuda bisa bersama kembali dengan Adel dan kedua anaknya.


@@@@ Apartemen Yuda.


"Kenapa kita harus tinggal disini??...Kenapa enggak ke apartemen ku saja?".Kata Adel membantah.


"Ini sementara sayang,Nanti setelah rumah kita beres kita akan pindah".Jelas Yuda.


"Emang kita mau pindah kemana?".Tanya Adel dengan bingung,pasalnya setau Adel Yuda tidak membangun apapun itu.


"Nanti kamu juga akan tau sayang". Jawab Yuda enteng.


Setelah pernikahan mereka satu hari yang lalu,Yuda membawa Adel ke apartemennya.Selain karena dia akan bebas dari Bunda yang akan terus menerus menyalahkan Yuda karena Yuda tidak memberi tau bahwa dia punya anak jug karena apartemen Yuda dekat dengan kantor.


Kini Adel dan Bunda Yuda sangat lengket.Bunda sudah mengakui segala kesalahannya dan meminta maaf kepada keluarga Adel.Kini bahwa Bunda sangat posesif kepada menantunya itu.Twins pun dimanjakannya oleh Bunda Yuda.Keluarga mereka sekarang pun terlihat bahagia dan harmonis.


Budayakan like,coment,dan vote ya cerita ku...


jangan lupa untuk follow akun saya