
"Pagi Ma Paa..".Sapa Adel diruang makan.
"Pagi Kakak". Kata Adel.
"Pagi sayang".Jawab Mama Papa.
"Pagi dekk".Jawab Candra.
"Bagaimana kerja kamu selama ini Dell??Apakah ada yang sulit??".Tanya Papa.
"Tidak kok Paa..Semua berjalan dengan baik tidak ada yang perlu dipermasalahkan" Jawab Adel.
"Kenapa kamu tidak bekerja di perusahaan kita aja Adel??".Tanya Mama.
"Enggak Maa...Adek mau mulai dengan usaha Adel sendirian".Jawab Adel.
"Ya sudah terserah kamu aja Dell...".Kata Mama.
"Oh iya Cann..Gimana kelanjutannya tentang masalah kekasih mu itu??". Tanya Papa.
"Aku belum bisa menentukan Paa".Jawab Candra.
"Bagaimana kalau kita adakan acara lamaran aja dulu?Kalau soal resepsi pernikahan bisa di bicarakan oleh kedua belah pihak".Usul Mama.
"Ini ada apa sih Ma??Kok pake acara pernikahan segala?Emang Kakak mau menikah??".Tanya Adel,karena memang Adel tidak tau menau tentang kisah cinta kakaknya itu.
"Kakak mu ini sudah membawa calon menantu Mama kemari namun sampe sekarang belum ada perkembangan apapun dari hubungan mereka.Jadi Kita memutuskan untuk melamar kekasih Kakak mu itu".Jelas Mama.
"Widihhhhh...gerceo juga Abang gue". Kata Adel.
"Lo berisik gue tampol ni!".Ujar Candra.
"Sensi bangat Abang gue?".Goda Adel. "Kayaknya enak manggil Kakak dengan sebutan Abang?".Kata Adel menimbang nimang katanya.
"Serah lu aja".Kata Candra.
"Emang calon Abang gimana sih Ma?" Tanya Adel.
"Dia sederhana dan cantik Adel".Jawab Mama.
"Terus terus gimana Maa??". Tanya Adel lagi.
"Kepo amat sih dekk!".Ujar Candra.
"Ehhh bodo amattt".Kata Adel.
Ting tong Ting tong!..
"Iya sebentar...".Jawab Mama.
"Selamat pagi Bu".Sapa orang itu.
"Pagi kembali.Maaf dengan siapa dan mencari siapa??".Tanya Mama.
"Saya Yuda,saya mau jemput Adel".Jelas Yuda.
"Ohh yaa...silahkan masuk,Adel sedang sarapan pagi.Ayo kita kesana sekalian kamu sarapan.Tante rasa kamu tidak sempat sarapan".Kata Mama Adel.
"Tante tau aja kalau saya belum sarapan".Ujar Yuda.
"Ya sudah ayo kita sarapan!".Ajak Mama
"Adel ini Ada temen kamu".Kata Mama.
"Siapa Ma?".Tanya Adel masih sibuk mengoles roti dengan selai stroberi kesukaannya.
"Lihat dulu dong!".Ujar Mama.
Adek pun menoleh ke arah Mamanya.Seketika matanya membulat terkejut.
"Ngapain kamu kesini Yuda??".Tanya Adel heran.
"Ya mau jemput kamu lahh...Sesuai dengan kata aku tadi malam".Sahut Yuda.
"Lo Yuda kan??Yuda yang waktu SMP itu jadi ketua OSIS??".Tanya Candra kaget melihat Yuda yang merupakan temannya waktu SMP dulu,walau tidak dekat sihh.
"Kamu kenal dengan saya?".Tanya Yuda bertanya tanya sambil mengingat ingat tentang Candra.
"Iya,kamu kan yang waktu itu nolongin waktu aku di hajar sama Widodo di belakang sekolah??".Kata Candra lagi.Yang lainnya hanya diam saja mendengar sambil terbengong-bengong,apa lagi Adel.
"Jadi itu kamu yang dulu aku tolongin itu??".Tanya Yuda masih bingung.
"Iya itu aku.Kita belum sempat kenalan waktu itu karena kamu buru buru pergi".Jelas Candra.
"Kenalannya sekarang aja.Aku Yuda temennya Adel".Kata Yuda sambil menjabat tangan Candra.
"Hehe okeyy ..aku Candra abangnya Adel".Jelas Candra.
"Jadi Adel ini adek nya kamu?".Tanya Yuda.
"Iyaa..adek yang super manja".Kata Candra.
"Apaan sihh bang?!Aku tu enggak manja.Iya kan Ma??".Tanya Mama bermaksud meminta pembelaan.
"Cuma masih sering merengek".Lanjut Papa.
"Ihh gitu yaa..Karena udah ada orang baru pada bully aku".Kata Adel yang membuat suasana meja makan semakin rame dengan perbincangan hanya Yuda dan Candra yang bernostalgia masa SMP dulu.Tak lupa dengan Papa dan Mama Adel yang ikut nimbrung kadang juga becandain Adel.
"Makasih lho Tan untuk sarapan paginya...Jadi ngrepotin kan?".Kata Yuda.
"Enggak dong,kamu enggak ngrepotin Tante.Kalau mau berkunjung silahkan saja pintu rumah Tante selalu terbuka lebar untuk nak Yuda".Jawab Mama.
"Sekali lagi terima kasih banyak Tante".Kata Yuda.
"Iya sama-sama". Ujar Mama.
"Ya sudah Ma,Adek mau berangkat kerja dulu".Kata Adel sambil mencium tangan Mama begitu juga dengan Yuda.
"Salam buat Om dan juga Candra".Kata Yuda.
"Iya nanti Tante sampaikan".Jawab Mama.
Setelah mereka berpamitan Adel dan Yuda segera berangkat kerja.Di mobil.
"Kamu emang enggak papa jemput aku kek gini??".Tanya Adel karena merasa tidak enak dengan Yuda,masalahnya Yuda adakah bos nya.Bagaimana jika nanti karyawan yang lain mikir yang enggak enggak?.
"Ya enggak papa dong??.Lagian juga mobil kamu ada di kantor ku dan itu karena aku yang maksa kamu untuk pergi dengan ku tanpa mobil mu itu".Jelas Yuda.
"Aku hanya takut karyawan mu akan berbicara yang enggak enggak tentang kita".Kata Adel takut.
"Mereka tidak akan berfikir seperti itu".Jwab Yuda tegas.
Sampai mereka di kantor.
"Kita ini turun dimana??Kok aku baru lihat?". Tanya Adel penasaran karena baru kali ini dia tau tempat ini.
"Ini adalah tempat parkir pribadi ku.Tidak ada yang tau kecuali asisten dan sopir pribadiku".Jawab Yuda. "Ayo lewat sini,kita akan langsung sampai ke tempat kerja".Ajak Yuda.
"Ruang apa lagi ini??".Tanya Adel.
"Di sini ada lift yang akan terhubung langsung dengan ruang kita bekerja".Jelas Yuda lagi.
Sampai Merkea diruang kerjanya mereka segera mengerjakan apa yang menjadi tanggung jawab keduanya.Saat keduanya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing tiba-tiba Mama Yuda datang.
tok tok tokk...
"Masuk".Kata Yuda.Adel segera berdiri membuka pintu untuk tamu itu
"Selamat siang,apa Yuda ada?".Tanya wanita yang sudah berumur itu kepada Adel.
"Iya Bu...pak Yuda ada didalam sedang memeriksa beberapa berkas".Jawab Adel. "Silahkan masuk Bu.Silahkan Ibu duduk di sini biar saya ambilkan minum".Kaya Adel sopan.
Memang Adel sudah mengetahui bahwa wanita itu adalah Ibunda dari bosnya itu.Itu dia tau setelah setengah tahun adel bekerja di kantor ini.
"Iyaaa... Terima kasih".Jawa Bunda Yuda.
"Kalau gitu saya permisi dulu".Kata Adel.
"Lhoo Bunda og kesini enggak bilang dulu sihh sama Yuda,kan Yuda jadi bisa jemput atau pulang Bunda".kata Yuda.
"Bunda hanya ingin jalan jalan sayang,habis dirumah Bunda bosan".Jawab Bunda.
"Tapi lain kali bilang sama Yuda biar kita yang menemui Bunda saja".Ujar Yuda.
" Masih ada Supri sayang".Kata Bunda.
"Terserah Bunda aja". Akhirnya Yuda mengalah.
"Sampai kapan kamu akan sendiri terus Yuda??Lihat umur kamu yang sudah mau beranjak kepala tiga?".Tanya Bunda.
"Bunda tidak usah khawatir itu".Kata Yuda.
"Kamu selalu bilang seperti itu".Ujar Bunda.
"Ini juga lagi mencari yang pas Bun?".Kata Yuda.
"Mau Samapi kapan?".Tanya Bunda geram.
tok tok tokk...
"Maaf Bu menganggu ini minumnya silahkan".Kata Adel membuat Bunda menoleh dan tersenyum.
"Terimakasih nakk".Ujar Bunda.
"Iya sama-sama Bu". Kata Adel.
'hufftttt...kali ini ada yang menyelamatkan ku dari pertanyaan Bunda yang bikin kepalaku tambah pusing'
Adel dan Bunda ngobrol sebentar lalu Bunda pamit pulang.Setelah kepergian Bunda Yuda sangat lega rasanya dan segera menyelesaikan pekerjaanya itu,karena setiap dia bertemu dengan Bunda dia selalu di kasih pertanyaan yang sama yaitu kapan nikah Dan itu yang membuat Yuda pusing juga memikirkan hal itu.
Terima kasih telah membaca..
jangan lupa kike,vote,dan coment😃😃