
Pagi ini suasana di apartemen Adel menjadi ramai karena ada Yuda.Kemaren selepas mengantarkan Adel pulang dan mendapatkan lampu hijau dari Adel untuk memulai semuanya dari awal,Yuda tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.
Pagi ini Adel sedang memasak makanan untuk sarapan dirinya dan Yuda.Sedangkan twins hanya Adel berikan ASI walaupun umurnya masih 6 bulan.Sedangkan Yuda,dia asik bermain dengan twins dikamarnya.Tadi Malam Yuda bersikeras untuk tidur dengan Adel dan anak-anaknya.Alhasil karena sifat keras kepalanya Yuda,Adel mengijinkan untuk tidur dengannya.
"Sedang apa twins?Kok kelihatannya asik banget?".Tanya Adel kepada kedua anaknya.
"Sayang,apakah twins akan dimandikan?".Tanya Yuda karena dia sangat ingin ikut memandikan twins.
"Iya,aku mau memandikan twins sekarang saja keburu nanti makanannya dingin".Jawa Adel.
"Ayo anak tampan dan anak nantinya Daddy sekarang kita mandi dulu". Kemudian Yuda menggendong Varo sedangkan Adel menggendong Vara untuk mandi.
Selesai dengan urusan twins,mereka pun menuju ruang makan untuk sarapan bersama.Namun terlebih dahulu Adel memberi ASI untuk kedua anaknya agar tidak rewel.
"Aku ingin kita menikah secepatnya".Kata Yuda memecah keheningan.
"Tapi bagaimana dengan keluarga mu?Bukankah Bunda sangat menentang hubungan kita?".Tanya Adel was was.
"Itu akan menjadi tantangan buat kita.Apa lagi sudah ada twins makan itu akan mempermudah kita untuk meluluhkan hati Bunda.Kamu harus yakin bahwa kita bisa melewati ini semua dan aku mohon tolong jangan pernah pergi lagi dari sisi ku bagaimana pun keadaannya nanti".Yuda mencoba untuk meyakinkan Adel.
"Lalu kapan kita akan pergi kerumah bunda dan Mama?".Tanya Adel.
"Sebentar aku akan menghubungi Arga dulu untuk menyesuaikan jadwal ku nantinya".Jawab Yuda.K kemudian Yuda beranjak dari meja makan untuk mengambil HP dan menghubungi Arga.
"Hallo!".Kata Yuda ketika sambungan telepon sudah terjawab.
"Hei!!..Kemana Lo hari ini!!Lo tau gak sih bahwa hari ini ada meeting penting!".Cerocos Arga.
"Iya aku tau itu".Jawab Yuda acuh.
"Ayolahh jangan bercanda! Ini meetingnya akan dimulai setengah jam lagi.Dan ini tidak bisa dilewatkan begitu saja nanti kita akan mendapatkan kerugian yang besar!".Arga masih tidak berhenti nerocos.
"Kau urus saja yang satu ini.Gue percayakan masalah ini sama Lo".Yuda masih menjawab dengan santainya sedangkan yang di seberang telepon dengan mengumpat tidak jelas.
"Apakah Lo sudah gila!!...Mana bisa seperti itu!".Bantah Arga.
"Lo tinggal menyelesaikan masalah kantor dengan bantuan Haris".Jawab Yuda acuh.
"Terus Lo mau ngapain?".Tanya Arga.
"Gue mau menghabiskan waktu gue seharian ini bersama anak-anak".Jawab Yuda.
"Maksud Lo Adel?".Arga begitu penasaran.
"Iya".Jawaban singkat yang paling Arga benci.
"Lo hutang penjelasan sama gue".Kata Arga di sebrang telepon.
"Untuk beberapa hari ke depan gue harap Lo dan Haris bisa gue andalkan.Satu lagi,gue minta tolong Lo cari bukti kasih Citra untuk membuat nyokap gue percaya bahwa Citra itu tidak seperti yang diharapkan".Jelas Yuda.
"Siap!!".Jawab Arga kemudian telepon terputus.
"Ada apa?".Tanya Adel dengan penasaran.
"Enggakk...ini aku habis telepon Arga agar dia menghendel kantor sebentar".Jawab Yuda.
"Apa kamu enggak berangkat kerja hari ini?".Tanya Adel.
"Hari ini akan aku habiskan bersama dengan mu dan juga twins".Kata Yuda seraya memeluk Adel dari belakang.
Mereka berdua menikmati suasana pagi ini berdua ditemani oleh secangkir kopi.Selagi twins sedang tidur.
"Apakah anak-anak kita sudah bangun?".Tanya Yuda.
"Mereka punya hobi tidur,jadi kamu tidak perlu khawatir jika suasane kita diganggu".Jawab Adel sambil bersandar di dada bidang Yuda.
"Apakah kamu akan meninggalkan ku ketika besok aku sudah tidak cantik lagi?". Pertanyaan Adel memecah keheningan.
"Tidak akan terjadi!".Jawab Yuda tegas.
"Apakah kamu akan menikahi ku dan hidup bersama dengan ku dan menjadi sandaran hidup ku?". Tanya Adel lagi.
"Pasti!".Jawab Yuda tegas.
"Sekarang gantian aku yang bertanya".Sambung Yuda.
"Apakah kamu mencintaiku?".Tanya Yuda.
"Apakah kamu meragukan ku?".Tanya balik Adel.
"Sebuah pertanyaan itu dijawab dengan jawaban yang tepat.Bukan malah di jawab dengan pertanyaan yang lainnya".Kata Yuda.
"Baiklah..rasaku masih sama seperti waktu itu".Jawab Adel sambil menyembunyikan wajahnya yang memerah.
Yuda sangat senang mendengar jawaban dari Adel.Yuda semakin mantap dengan hatinya untuk menikahi ibu dari anak-anaknya ini.
"Apakah kamu mau berjuang bersama demi anak kita?".Tanya Yuda lagi.
"Menyangkut soal anak,apapun akan aku korbankan".Jawab Adel.
Suasana pagi itu sangat indah untuk sepasah Manusi yang sedang dimabuk asmara ini.Disaat sedang bermesraan tiba-tiba suara tangis Vara membuyarkan kemesraan mereka.Dengan segara keduanya menuju kamar.
Dibuatnya Vara sedang menangis karena mengompol.Sedangkan Varo dengan santainya masih setia dengan mimpi indahnya.
"Kenapa jagoan Daddy ini masih saja tidur padahal Princess Daddy menangis keras??".Yuda sangat heran dengan anaknya ini.
"Seperti dirimu!..Kalau sudah tidur sulit untuk dibangunkan".Kata Adel seraya memakai celana untuk Vara.
"Ya,karena dia anak ku".Jawab Yuda sambil mengganggu putranya tidur.
"Hey Beby,apakah kamu akan tidur terus??Ayolah bangun!Lihat lah Vara dia sudah bangun".Ucap Yuda seraya menoel nole pipi gembul milik Varo.
Sedangkan yang di ganggu hanya menggeliat saja tanpa membuka matanya.Yuda dan Adel yang melihat ti gkah Varo pun menjadi gemas.Yuda tambah gencar untuk membangunkan Varo.Alhasil Varo pun membuka matanya dan menatap Yuda dengan tatapan yang sebal.
Adel yang memperhatikan tingkah keduanya pun tertawa sambil menggendong Vara.
"Oh ya Tuhan,kenapa sulit sekali membangunkan mu jagoan?".Ucap Yuda.
"Aku berdoa supaya dia tidak mewarisi sikap dingin mu itu".Kata Adel.
"Oh untuk itu aku rasa doa mu tidak akan terkabul karena dilihat tatapannya tadi aku rasa dia mewarisi sifatku dan wajah tampan ku".Kata Yuda dengan bangganya.
"Terserah kau saja".Kta Adel malas.
Keluarga kecil itu pun hari ini terlihat bahagia.Mereka mengisi waktu luang dengan bermain bersama twins.Yuda tidak mau kehilangan Adel dan anaknya u tuk kedua kalinya.Yuda akan terus berusaha untuk meyakinkan orang tua nya dan orang tua Adel.
Saat sedang asik bermain tiba-tiba HP Yuda berbunyi.
"Sebentar sayang Daddy angkat telepon dari Om Haris".Kata Yuda dan di angguki oleh Adel.
"Hallo!".Kata orang di seberang sana.
"Apakah sudah beres semuanya?".Tanya Yuda.
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA๐๐
JANGAN LUPA UNTUK LIKE,COMENT,DAN VOTE CERITA KU YAA๐๐