
Yuda sangat kecewa dengan keputusan yang dibuat oleh orang tuanya.Dia tidak mencintai Citra.Memang duku Yuda menyukainya namun sekarang Yuda sudah muak dengan drama yang dimainkan Citra.Yuda bahkan tidak menyangka jika Citra sekarang sangat menjijikkan.
Dimeja makan.
"Sayang,maaf kan Bunda.Bunda sudah terlanjur membuat keputusan ini.Bunda yakin bahwa keputusan yang Bunda buat ini terbaik untuk masa depan kamu Yuda".Kata Bunda.
"Apa Bunda bisa jamin kebahagiaan ku??Apa Bunda jamin jika Citra adalah yang terbaik buat aku??..Apakah Bunda yakin bahwa keputusan Bunda ini yang terbaik??".Cerca Yuda.
"TUTUP MULUT NU YUDA!!!..Ayah dan Bunda tak pernah mengajarkan anak Bunda berlaku tidak sopan kepada orang tuany!!".Bentak Bunda.
Yuda lalu menghentikan makannya lalu beranjak pergi tanpa menghiraukan perkataan Bundanya.Yuda memilih untuk pergi ke apartemen pribadinya dari pada dia harus datang kekantor.Sesampainya di apartemen Yuda segera menghubungi Adel.
"Hallo sayang".Kata Yuda.
"Hallo??...Kenapa hari ini kamu belum masuk kantor??Tidak biasanya kamu seperti ini".Adel langsung memberikan pertanyaan kepada Yuda.
"Tidak sayang,hari ini aku tidak datang kekantor.Aku sudah bilang kepada asisten pribadi ku.Setengah jam lagi datanglah ke apartemen ku nanti akan aku share lokasinya".Kata Yuda.
"Apakah kamu baik-baik saya Yuda??Aku merasa ada sesuatu yang telah terjadi".Terka Adel.
"Tidak sayang,aku baik baik saja.Hanya sedikit pusing".Jawab Yuda.
"Baiklah aku akan segera kesana.Kamu jangan kemana-mana dulu sebelum aku sampai dan jangan lakukan apapun juga".Kata Adel khawatir.
"Kau sangat cerewet sekali sayang.Aku bukan orang krisis,aku hanya kelelahan saja dan karena aku merindukanmu".Goda Yuda.Ini yang Yuda sukai dari Adel.Dia sangat perhatian dan selalu mengerti keadaan Yuda.
"Jangan banyak bicara dan jangan menggombali aku".Jawab Adel.
"Akan aku share segeral".Kata Yuda.
"Aku matikan teleponnya".Lalu Adel mematikan teleponnya dan segera bersiap-siap menuju apartemen Yuda yang sudah di share lokasinya.Adel sangat khawatir kepada kekasihnya itu.
@@
Adek telah sampai di depan apartemen Yuda.Segera dia menarik kata sandi yang telah diberitahu Yuda.Segra dia menuju ke sana Yuda.Disana Yuda sedang tidur dengan tangan memutuskan mata.Adel berjalan mendekat kearah Yuda.
"Dia tidur.Sebaiknya aku buatkan dia bubur dulu" Ujar Adel sambil meletakkan tasnya lalu menuju ke dapur untuk membuat makanan untuk Yuda.
Setelah selesai membuatkan makanan,Adel membawa makanan tersebut ke kamar Yuda.
"Kamu sudah dari tadi bangunnya?".Tanya Adel ketika melihat Yuda sudah bersandar ditempat tidur.
"Baru saja aku bangun Karen mencium aroma masakan dari dapur".Kata Yuda.
"Sekarang kamu makan duku buburnya selagi masih hangat".Ujar Adel.
"Aku maka tapi kamu yang nyiapin aku".Pinta Yuda.
"Ya sudah,sini aku suapin".Adel lalu menyuapi Yuda dengan telaten sampai bubur itu tandas tak bersisa.
"Apa aku perlu panggilkan dokter?".Tanya Adel.
"Tidak usah,cukup kamu disini saja sudah membuat ku lebih baik".Kata Yuda sambil membenamkan wajahnya di dada Adel,sedangkan tangannya sudah melingkar di pinggang Adel.Adel pun membalas pelukan Yuda sambil mengusap-usap kepala Yuda.
Cukup lama mereka dalam posisi ini.Yuda merasa nyaman dengan sentuhan Adel hingga membuat dia melupakan sejenak masalahnya dengan Bunda soal perjodohan itu.Yuda belum siap untuk menceritakan masalah ini kepada Adel.Takutnya nanti Adel berfikir negatif lalu dia pergi dari Yuda.
Saat ini Yuda dan Adel tengah menonton televisi bersama ditemani oleh secangkir kopi dan cemilan makanan.
Ting tong...
"Sebentar biar aku buka pintunya dulu".Adel lalu pergi menuju pintu.
Saat pintu dibuka ternyata itu adalah Bunda Yuda.Terlihag dari raut wajah Bunda Yuda yang penuh amarah.Di tambah lagi dia mengetahui bahwa di apartemen anaknya ada sekretarisnya.Bagaimana orang tua tidak berfikir negatif,melihat anaknya satu atap dengan wanita.Apa lagi saat ini Adel tengah menggunakan kemeja Yuda yang kebesaran dibadan Adel karena tadi saat memasak baju Adel terkena kuah sup.
"Ehh...Ibu,Silahkan masuk".Kata Adel gugup.
"Kenapa kamu ada di apartemen anak saya??Bukanya kerja malah disini!!".Ujar Bunda Yuda.
"Maaff...".Belum sampai selesai berbicara sudah dipotong oleh Bunda Yuda.
"Sudah sana minggir!!".Kata Bunda.
Tanpa sepatah kata Bunda masuk kedalam apartemen.Disana dia mendapati Yuda sedang menonton televisi dan hanya mengenakan kaos polos dan celana pendek saja.
"Keterlaluan kamu Yuda!!!..".Kata Bunda marah.
"Bunda".Gumam Yuda.
Adel pun sudah berada di satu ruangan dengan ydua dan bundanya.
"Sudah cukup kamu bikin malu Bunda!!..Sekarang juga kamu harus ikut Bunda.Kamu harus menikah dengan Citra.Bunda tidak Sudi memiliki menantu seorang jal***!!!...Saya tidak menyangka dibalik wajah polosnya itu terdapat perilaku yang menjijikkan...Kamu apa kan anak ku sehingga dia berani membantah Bundanya!!!".Ucap Bunda dengan marah.
"Sekarang juga kamu pergi dari apartemen anak saya!!..Jangan pernah menghubungi anak saya lagi!!..Dan segera kamu urus surat pengunduran diri.Saya tunggu besok!!".Tambah Bunda masih dengan amarah yang memuncak.
"Apa apaan sih Bunda!!..Kita tidak melakukan hal yang membuat Bunda malu.Dan ini Adel dia kekasih Yuda.Sampai kapan pun Yuda tidak akan pernah mau menikah dengan Citra.Aku hanya akan menikah jika wanitanya adalah kekasih ku.Dan satu lagi,Bunda tidak berhak atas pengunduran diri Adel karena aku bosnya".Jawab Yuda sambil menahan emosinya.
Disisi lain Adel sudah menangis mendengar hinaan dari Bunda Yuda.
"Kamu lihat ini Adel!!!..Anak saya menjadi penentang Bundanya sendiri!!...Kamu apakan anak ku jal***!!!!...".Ucapan Bunda Yuda benar-benar membuat harga diri Adel terinjak-injak.
"Bundaa!!!.. Cukup!!!..Aku akan tetap menkkah dengan Adel apapun konsekuensinya.Dannaku tidak akan pernah menikahi Citra!".Kekeh Yuda.Yuda sangat sakit ketika melihat Adel dihina hingga menangis terisak-isak.
Tanpa kata Adel pergi menuju kamar Yuda lalu ganti baju setelah itu dia pergi begitu saja dengan deraian air mata.
"Apa Bunda puas!!".Kata Yuda sambil berlalu menuju kamar.
"Yudaaa!!!!...Dengerin Bunda!!!".Teriak Bunda dari luar kamar.
"Kamu harus tetap emikah dengan Citra!!".Kekeh Bunda lalu keluar dari apartemen Yuda.
Tanpa setahu Yuda,Adel,dan Bunda.Ternyata Citra mengetahui perdebatan itu.Tadinya Citra akan pergi kekantor Yuda namun ketika melihat Bunda Yuda keluar dari kantor dan mendengar bahwa Bunda akan menuju ke apartemen Yuda,Citra segera membuntutinya.
'Bagus sebentar lagi Yuda akan menjadi milikku dan aku akan segera menjadi nyonya dirumahnya.Tapi sebelumnya aku harus menyingkirkan sekretaris sialan itu agar tidak menjadi penghalang bagi aku untuk mendapatkan hati Yuda.Ternyata sangat mudah untuk memperdaya Bunda yang bodoh itu.Tunggu saja apa yang akan aku lakukan untuk kalian'. Citra tersenyum kecil lalu pergi meninggalkan apartemen Yuda setelah dirasa Bunda juga sudah pergi.
terima kasih๐๐
jangan lupa like,coment,dan vote yaa๐๐