Adelia Maheswari

Adelia Maheswari
Episode#1


Pagi hari matahari masih malu-malu menampakkan diri,gadis itu masih bergelut dengan selimutnya dan masih menikmati mimpi indahnya.


"Bangun woyy!!Udah siyang ni.Mau kuliah enggak?!" Suara berisik itu mengganggu kenyamanan gadis yang masih memejamkan matanya itu.


"Yak elahh siapa sih yang mengganggu kenyamanan seorang Adel?!" Kata Adel masih dengan posisi yang sama.


"Bangun woyy!!udah jam 9 ini,mau bolos kuliah??Kalau iya enggak usah kuliah aja sekalian". Orang itu semakin kesal ketika orang yang di bangunkan nya tidak bangun-bangun malah tambah merapatkan slimutnya.


"Ahhh baru juga jam 9 kak".Jawab Adel dengan entengnya.Setelah beberapa saat Adel baru ingat sesuatu.


"Apaaa!!!! Jam 9?? kok enggak bangunin aku dari tadi sihh kak,ini aku jadi telat mana sekarang waktunya ngumpulin tugas ke dosen yang kiler itu lagi". Gerutu Adel


Sang kakak hanya geleng geleng kepala melihat tingkah adik kesayangannya itu.


"Udah dibangunin dari tadi tapi masih aja ngebo.Udah sana mandi jangan lupa tengok tu jam kau di dinding".Kata Kak Candra sambil keluar dari kamar adiknya.


Seketika Adel melihat jam dindingnya masih menunjukkan jam setengah 6 pagi.


"KKKAAAKKK CCAANNDDRRAAA!!!!!" Teriak Adel dari kamarnya sedangkan yang diteriaki hanya tertawa saja.


"Gangguanin adik kamu lagi kak?".Tanya Mama.


"Ebis kebo banget kalau enggak di bangunin,nanti dia enggak bangun bangun kalau enggak di gutuin biar sekalian belajar bangun pagi ma".Kata Kak Candra.


"Ya udah dehh enggak papa biar disiplin juga tu anak". Tambah Mama.


"Ada apa itu anak mu Ma?Pagi pagi sudah teriak teriak??".Tanya Papa yang baru turun dari kamar.


"Biasa itu Pa,kakak gangguin adiknya".Kata Mama sedangkan Candra hanya meringis saja.


"Dasar kamu Kak".Kata Papa sambil menggelengkan kepalanya.


Pagi hari selalu saja ada yang seru dan itu yang membuat keluarga ini terlihat harmonis dan bahagia.Orang tua yang menyayangi anak anaknya dan Kakak yang sayang kepada adiknya,si adik yang menyayangi keluarganya.Jam setengah 7 pagi semua keluarga sudah berkumpul diruang makan.Mereka sarapan pagi bersama dilanjutkan dengan aktivitas mereka masing masing.


#dilain tempat


"Yudaaaaa....bangun sayang ini sudah jam 7,kamu tidak mau berangkat ke kantor?".Suara merdu itu mampu membangunkan Yuda.


"Sebentar Bunn..5 menit lagi". Kata Yuda.


"Tadi kata Ayah ada meeting penting pagi ini,kamu enggak datang?" Perkataan Bundanya mampu membangunkannya.Tanpa basa basi dia melompat dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.


"Dasar anak itu sudah besar masih saja tidak berubah". Kata Bunda sampul merapikan tempat tidur anak semata wayangnya.


Setengah jam kemudian Yuda turun dari kamarnya dengan buru buru karena setengah jam lagi meeting akan di mulai.Dia hanya minum susu yang dibuat Bundanya lalu pergi setelah berpamitan.


Sesampainya di kantor Yuda langsung menuju ke tempat meeting,disana sudah ada beberapa orang dan juga ada kedua sahabatnya itu.


"Dari mana saja kau ini?Kau tau kan ini meeting yang penting? Hampir saja kau terlambat.Kalau itu terjadi habislah kita Ris".Kata Arga


"Berisikk tau gakk...ini gue juga enggak telat.Minggir sitamvan mau masuk duluu".Kata Yuda dengan tampang muka Tampa salahnya.


Begitulah Yuda,jika dia bersama dengan orang yang dia sayang i maka dia akan bersikap hangat dan manja.Jika dia sedang bersama kedua temannya yang gresek itu maka dia akan ikut gresek juga.Dia akan bersikap dingin jika berada di luar zona itu.Jangan mengharap sebuah senyuman dari CEO yang terkenal dengan sikap kulkasnya.Dulu Yuda merupakan seorang yang sangat hangat kepada siapapun,namun semua itu telah pupus dan hanya tinggal sikap dingin yang dia punya semenjak kejadian waktu Yuda sekolah SMP.


Yuda,seorang laki laki dewasa yang sangat tampan dengan tubuh dan tinggi badan yang proporsional.Bentuk tubuh yang sempurna membuat siapa saja yang melihatnya pasti akan terpesona.Jangan lupa kekayaan yang dimilikinya,dia mampu membeli apapun yang dia inginkan.Karena kekayaannya itu banyak sekali wanita model papan atas,para artis,dan masih banyak lagi yang mengejarnya.Namun Yuda hanya melengos saja,bukannya dia tidak tertarik kepada perempuan namun dia tidak suka dengan perempuan yang mengejarnya hanya semata-mata untuk mendapatkan hartanya atau pendongkrak statusnya.Dan itu membuatnya jijik terhadap perempuan yang mendekatinya.


Sahabat Yuda juga memiliki paras yang tampan dan tubuh serta tinggi badan yang proporsional.Namun mereka sama saja dengan Yuda dingin dan datar.


#Adel


Siang itu Adel beserta kedua temannya sedang makan siang di caffe dekat kampus.Mereka bertiga merupakan siswi yang populer di kampus.Banyak sekali laki laki yang tertarik kepada mereka,tak sedikit juga yang terang-terangan dari anak Perempuan yang tidak suka pada ketiga wanita cantik itu. Banyak yang iri pada kecantikan Meraka.Adel dengan tinggi badan dan berat yang ideal(bayangin aja bodynya bagus)kulit putih bersih,rambut hitam yang tebal dan lurus tanpa di warna.Teman temanya juga demikian (tapi masih cantikan Adel).


"Ehhh... ngomong ngomong tarlagi kan wisuda nii...Kalian udah ada pandangan mau kerja dimana gitu??".Tanya Nesya.


"Aku sih belum tau Ness..Masih mikir mikir mau kerja di mana".Kata Adel.


"Belum". Jawaban yang singkat.


"Hehh anak kulkas,kalau ditanya itu jawabnya jangan dingin dingin amat.Ini yang tanya kan sahabat lu,lebih hangat kek jawabnya".Kata Nesya kesal.


"Terus". Jawab Bella.


Bella merupakan anak yang pendiam.Dia hanya akan menjawab pertanyaan dengan singkat.Diantara bertiga Bella merupakan anak yang paling pendiam bagaimana tidak Adel dan Nesya mereka orang yang sangat cerewet,tapi Bella menyayangi keduanya.Kesamaan dari mereka bertiga yaitu sama-sama pintar.


"Pulang yukkk udah mau hujan ni". Ajak Adel kepada sahabatnya.


"iya udah mendung banget.Auto basah basahan lagi dehh😏".Timpal Nesya.


Bella hanya menuruti sahabatnya itu.


Mereka pulang ke rumahnya masing-masing.Tak lama kemudian hujan turun dengan derasnya membasahi bumi.


Adel berteduh di halte menunggu jemputan dari kakaknya.Hujan turun dengan deras membuat Adel agak basah dan kedinginan.Tiba tiba ada mobil mewah berwarna hitam yang berhenti di depannya.Kemudian pengemudinya turun sambil membawa payung untuk mengecek mobilnya.


"Ahh siall...kenapa pake acara mogok segala sihh..mana ini hujan lagii".Kata Yuda


Adel hanya melihat saja.Dia penasaran dengan orang itu,mukanya tidak begitu jelas karena tertutup payung.Tak lama kemudian Yuda menuju halte sambil menunggu orang suruhannya untuk menjemput dirinya.Kedua orang itu hanya saling diam tanpa ada kata sapaan atau sejenisnya.Tak lama kemudian dering ponsel Adel memecah keheningan.


"Iya ada apa kak?".Tanya Adel kepada penelepon yang ternyata Kakaknya.


"maaf dek hari ini kakak tidak bisa menjemput mu karena ada Operasi darurat yang mendadak". Kata kakaknya.


"Iya tidak apa-apa kak".Kata Adel dengan lesu.


"Ya sudah hati hati dijalan.Jangan kemana-mana langsung pulang kerumah". Kata kakaknya.


'apa boleh buat kalau begini,hedehhh...bakalan lama ini hujan mana cuma berdua doang lagi sama itu orang.Tampangnya garang lagi orangnya,membuat suasana tambah serem raja'


Setelah sekian lama dalam suasana yang hening ada sebuah mobil mewah yang menjemput Yuda.Yuda melirik pada Adel.


"Apa anda masih ingin berdiri disitimu nona?Tidak mau pulang bersama saya?" Tanya Yuda.Dia tidak tega melihat perempuan sendiri diri halte dengan hujan deras sehingga menawarkan untuk pulang bersama walau Yuda belum mengenalnya.


"Tidak,terima kasih atas tawarannya tuan".Tolak Adel dengan sopan.


"Yakin anda tidak mau pulang bersamaku?Ya sudah saya tinggal saja".Kata Yuda dengan dinginnya.


Setelah dipikir-pikir mending pulang bareng aja daripada disini sampai malam.


"Ehh...tunggu saya ikut". Akhirnya Adel mengiyakan ajakan Yuda.


"Dimana alamat mu?".Tanya Yuda Tampa menoleh.


"Di jalan xxx nomer xxx".Jawab Adel.Suasan hening kembali.


"Sudah sampai Nona".Kata supir


"Terima kasih tuan telah mengantarkan saya pulang.Silahkan mempir sebentar?"Tawar Adel.


"Tidak,ayo jalan pak".Kata Yuda dingin.


Setelah mobil Yuda tidak terlihat Adel mengerutuki Yuda walau belum tau namanya.


"Untung ganteng dan udah nolongi aku..kalau enggak😬😬....enggak bisa apa bicara yang lembut sedikit,udah kaya es batu aja dinginnya...kalau dipikir-pikir tu cowok cocok juga ya sama Bella sama sama kulkas"Ujar Adel sambil masuk kedalam rumahnya.


maaf kalau ceritanya kurang seru...


#selamat membaca