
Hari ini Adel sangat sibuk dengan urusan di butiknya.Semakin lama pelanggannya semakin banyak.Sehingga Adel terpaksa menitipkan twins ke mama.Awalnya Yuda menyarankan agar menyewa baby sister saja namun Adel menolaknya dengan alasan Adel ingin menjadi ibu sepenuhnya bagi twins.
Dengan banyaknya pekerjaan Adel jadi memikirkan dua kali perkataan Yuda untuk mencari baby sister.Tidak mungkin jika Adel terus-menerus merepotkan Mamanya.Lagi pula dirumah juga ada Calvin anak dari kakaknya maka dapat dipastikan Mama dan kak Tia bakal kerepotan.
kring kring kring...
Suara telepon Adel berbunyi.Ternyata itu telepon dari Nesya,sahabatnya.
"Adelllll!!!!....Gue kangen sama Lo!!".Suara yang cetar membahana seakan-akan menyambar telinga Adel.
"Iya gue tau emang gue ngangenin".Balas Adel.
"Kok gitu banget sih sama gue". Nesya pura pura marah.
"Kemana saja Lo!?". Tanya Adel ketus.
"Mahmud (Mama muda) jangan marah lahh...gue sibuk sampai enggak ada waktu buat maem ke butik Lo.Dan sekarang gue udah ada di depan butik Lo".Jelas Nesya.
"Beneran?".Tanya antusias Adel.
"Udah cepat Lo samperin sahabat Lo yang cantik jelita ini".Kata Nesya dengan PD nya.
"Tinggal masuk aja repot bener".Jawab Adel.
"Oh gitu??..Ya udah hadiahnya gue buang aja".Kata Nesya yang langsung membuat Adel heboh.
"Okey tunggu di sana!".Adel pun bergegas keluar butik.
Sampai di depan butik ternyata sudah ada Nesya dan Bella.
"Aaaa!!!!...Gue kangen kalian!!".Seru Adel sambil berlari dan memeluk kedua sahabatnya.
"Kita juga kangen".Jawab Nesya dan Bella barengan.
"Dimana twins?". Bella celingukan mencari twins.
"Aku titipkan ke Mama". Jawab Adel sambil Cengengesan.
"Durhaka banget Lo sama nyokap Lo sendiri!".Ucap Nesya yang di tanggapi cengengesan sama Adel.
"Yok kita masuk!!".Ajak Adel.
Mereka bertiga menuju ruang pribadi milik Adel dan bersantai ria bersama.Selang beberapa waktu terdengar suara ketukan pintu.
"Sebentar gue buka dulu!". Ucap Bella lalu menuju pintu.
Ketika pintu terbuka,ternyata yang datang adalah Yuda.Bella awalnya kaget dia berfikir.
'kenapa Yuda busa datang kesini? Bukanya Adel belum ingin bertemu dengan Yuda??Tapi kok bisa Yuda masuk ke ruang pribadi Adel yang setau gue hanya orang tertentu saja yang bisa masuk?'.
Dengan segera Bella menetralkan raut wajahnya agar Yuda tidak merasa tersinggung.
"Ada apa?".Tanya Bella judes.
"Gue mau ketemu calon istri!".Jawaban tak kalah judes dari Yuda.
"Calon istri??Mana ada?? Dasar duda tukang halu!". Omel Bella namun tak dihiraukan Yuda.
Yuda tetap menerobos dan memaksa Bella untuk menyingkir.Awalnya Bella melawan namun kekuatannya tak cukup untuk mengimbangi Yuda akhirnya dia memilih untuk mengalahkan saja dan membiarkan Yuda menemui calon istri yang dia maksud.
"Ada apa Bell?".Tanya Adel yang masih sibuk dengan gambarnya dan Nesya yang sibuk dengan game onlinenya.
"Syaiton!".Jawab Bella dengan judes.
Seketika dua orang tadi menghentikan aktivitas masing-masing dan menoleh ke arah Bell.Mencari sosok syaiton yang dibilang Bella tadi.
"Mana syaitonnya?".Tanya Nesya.
"Kok kamu bisa ada disini?".Tanya Bella kepada Yuda yang berdiri di samping Bella.
"Ini syaiton berbentuk manusia!".Bella masih merasa kesal akibat kelakuan Yuda.
"Sayang,masak Daddy nya twins dibilang syaiton sihh sama demit Australi".Kata Yuda sambil memeluk Adel dari belakang dengan manjanya.
Nesya dan Bella yang melihat kalakuan Yuda kepada sahabatnya itu menjadi terbengong-bengong tidak tau apa arti dari semua ini.
"Apa Lo kata?!!!...Gue bukan demit Australi!!".Bentak Bella.
"Ada yang ingin di jelaskan?".Tanya Nesya to the poin.
"Bagaimana bisa kalian??". Pertanyaan dari Bella menyambung pertanyaan dari Nesya.
"Aduhh...Gimana ya mau jelasinnya?".Adel menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Jelasin aja sayang,toh kita tidak akan rugi".Jawaban enteng dari Yuda.
"Kalau tidak ada yang perlu dijelaskan kita akan pergi!".Ancap Bella.
"Okeyy...Akan aku ceritakan semuanya!".Jawan Adel.Sedangkan yang menjadi biang kerok masih saja setia memeluk Adel dari belakang.
"Tolong lepasin dulu!". Perintah Adel kepada Yuda.Yuda pun melepaskan pelukannya namun masih saja menempel dengan Adel.
"Jadi begini....".
Adel pun menceritakan semua kejadian dari waktu pertama kali Yuda dan twins bertemu serta tentang bukti bukti itu sampai saat ini tanpa di kurangi ataupun Di tambah.
Awalnya Nesya tidak percaya kepada Yuda namun berkat penjelas dari Adel perlahan-lahan Nesya pun mulai mencoba untuk memaafkan Yuda.Begitu pula dengan Bella.
Sebegitu beratnya berusa untuk percaya kepada orang yang dulu pernah mengecewakan.Seberapapun lama memperbaikinya manun bekas itu masih tetap ada dan tidak bisa dihilangkan.
"Kita udah kasih kepercayaan kita kepada Lo walau enggak sepenuhnya.Namun kita harap Lo kabala jaga kepercayaan dari kita jangan sampai Lo hancurkan kepercayaan ini karena akan semakin sulit untuk mendapatkannya lem".Jawab Bella.
"Iya,gue akan selalu ingat itu". Jawab Yuda.
"Bagus!".Puji Nesya.
Setelah berbincang-bincang sebentar keempat orang tersebut pulang ke kediamannya masing-masing.
@@@@
Satu hari setelah itu Yuda dan Adel belum berjumpa kembali.Rencananya Yuda akan pergi kerumah Adel untuk meminta maaf kepada semuanya atas apa yang terjadi selama ini.Yuda juga sudah menyiapkan mental yang cukup besar untuk menghadapi keluarga Adel.
Saat ini Yuda sudah berada di depan rumah Adel.Yuda juga sudah menghubungi Adel agar memastikan semuanya ada di rumah.Setelah dipastikan semuanya ada maka Yuda pun memberanikan dirinya untuk masuk.
Tok tok tok...
"Cari siapa ya?".Tanya Tia yang belum faham siapa orang yang ada di hadapannya itu.
"Saya Yuda,ingin menemui Adel dan keluarganya".Jawab Yuda dengan tenang.
Tia terkejut karena yang datang adalah seseorang yang sangat dibenci orang satu rumah.
"Pergi kamu!!".Usir Tia secara kasar.
Orang-orang yang tengah berkumpul di ruang tamu pun berhamburan mencari sumber keributan itu.Adel yang dari awal sudah menebak siapa yang datang seger keluar terlebih dahulu.
"Ada apa Tia?".Tanya Mama.
"Pecundang ini datang lagi!!".Kata Tia.
Plakkkk...
Sebuah tamparan keras dari Mama untuk Yuda yang tengah berdiam diri di tempatnya.
Adey yang kaget reflek menutup mulutnya dan bergegas menghampiri Yuda.
"Ma,tolong jangan tampar Yuda lagi.Dia kesini untuk menjelaskan semuanya.Adel juga sudah memaafkan kesalahan Yuda".Kata Adel mencoba untuk menyelamatkan Yuda dari amukan keluarganya.
"Bawa masuk!". Perintah Papa dengan nada dingin.
Semuanya pun kembali ke ruang tamu.Sebelum itu mereka menyuruh 2 baby sister untuk membawa anak-anak Adel dan Tia masuk.
"Mau apa kamu kesini?!".Tanya Papa dengan nada yang tidak ramah.
"Apa belum puas kamu menyiksa adikku!!".Bentak Candra dengan emosi yang sudah tidak bisa dibendung lagi.Jika saja tadi istrinya tidak menghalanginya maka Yuda sudah Candra hajar dari tadi.
"Saya mau meluruskan masalah ini Om".Yuda berusa untuk tenang.
"Asal jangan mengada ada".Kata itu terlontar dari mulut Mama.
"Jangan ada yang menyela!".Tambah Papa.
Yuda pun menjelaskan semuanya yang terjadi.Yuda juga menjelaskan jika pernikahannya dengan Citra hanya terpaksa saja dan karena di jodohkan.Awalnya Yuda menolak namun karena keluarganya mengancam tidak ada jalan lain selain menerima pernikahannya dengan Citra tanpa Yuda tau jika Adel tengah mengandung anaknya.
Yuda juga menceritakan tentang rencana Citra untuk menguras Harta Abiyatsa dan berselingkuh dengan bawahannya.
"Begitu Om kejadiannya".Kata Yuda setelah dia bercerita panjang kali lebar.
Semua anggota keluarga masih terdiam tanpa ada satupun yang berbicara.Semua masih sibuk dengan pikiran masing-masing.Yuda pun juga merasa was-was jika nantinya dia tidak diterima kembali oleh keluarga Adel.
@
@
@
TERIMA KASIH TELAH MEMBACA...
budayakan like,coment,dan vote yang cerita ku๐๐