Adelia Maheswari

Adelia Maheswari
Episode #22


Hari demi hari Adel lalui,Adel sangat bingung dengan keadaan tubuhnya saat ini.Dia merasakan tubuhnya semakin gendut dan selera makannya juga meningkat.Mama pun juga heran melihat kelakuan Adel.Walau tak ada tanda-tanda orang hamil seperti muntah,nyidam,dan hal yang lain namun perubahan badan yang semakin gendut dan selera makan Adel yang semakin banyak.


"Adelll...Udah dong kamu ngemilnya,baru aja 2 jam yang lalu kamu makan kok sudah ngemil aja".Kata Mama sambil merebut makanan yang di bawa Adel.


"Ehhhh jangan Maa".Rengel Adel.


"Pokoknya kamu harus jaga pola makannya.Nanti kamu bisa obesitas".Jelas Mama.


Adel sudah memperlihatkan tanda-tanda bahwa dia akan menangis.Mama yang mengetahui itu hanya bisa menghela nafasnya.


"Kamu ini kenapa nakk???Kok akhir-akhir ini kamu aneh.Sering makan banyak dan kamu gampang tersinggung."Tanya Mama heran.


"Emang enggak boleh ya Ma kalau aku makan terus??".Tanya balik Adel masih menahan tangisnya.


"Bukannya enggak boleh sayang,cuma perhatian kondisi kesehatan mu.Nanti kalau kamu sakit perut gimana??Terus kalau kamu obesitas gimana??".Mama memberi penjelasan.


"Tapi kan Adel laper Ma?".Adel masih ngeyel.


"Laper boleh kok tapi makan harus sewajarnya".Kata Mama lagi.


"Iya Ma".Adel hanya bisa menurut saja.Walau sejujurnya dia pun merasa aneh terhadap dirinya.


'Aku kenapa yaa?? Akhir-akhir ini selalu mudah lapar dan sensitif??'


Seketika mata Adel membulat ketika dia sadar bahwa dia sudah terlambat datang bulan.


Tanpa berfikir panjang di segera melihat tanggalan.Betapa terkejutnya Adel ternyata dua sudah terlambat beberapa Minggu.Adel sontak menutup mulutnya dan air matanya menetes begitu saja.


'Tidak mungkin aku hamil,karena aku hanya melakukan satu kali saja.Lebih baik aku segera memastikannya.Aku akan pergi ke dokter kandungan.Aku belum lega kalau belum mendengar dari dokter'.


Adel segera pergi ke dokter spesialis kandungan.Adel rela menunggu antrean panjang.Hingga tiba saatnya dia dipanggil.


"Ibu Adel".Kata seorang suster.


"Saya sus".Adel lalu masuk keruang dan mulai mengecek kandungannya.


"Selamat Bukk..Anda akan segera menjadi Ibu.Keadaan janinnya sangat sehat.Tolong jangan stes nanti bisa mempengaruhi keadaan janin ibu".Kata dokter itu.


Seketika air mata Adel meluncur begitu saja.Dia sangat syok mendengar bahwa saat ini dia sedang hamil.Tangannga bergerak mengelus perut ratanya.


"Sudah berapa hari dok?".Tanya Adel.


"Usianya baru jalan 3 Minggu Buk..Saya sarankan untuk minum susu ibu hamil dan banyak mengonsumsi buah dan sayuran agar janinnya sehat".Nasihat dokter.


"Iya dok Terima kasih atas saran dokter.Tapi kok selera makan saya tambah banyak dok?".Tanya Adel.Ini adalah pernyataan yang sering mengganggu pikirannya.


"Itu wajar saja,karena saat ini Ibu sedang mengandung bayi kembar.Mereka saat sehat".Jawan dokter.


"Baik dokk...Kalau begitu saya permisi.Mari dokk".Adel pergi dari rumah sakit.


Dia melangkah dengan gontai menuju mobilnya.Dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan rata-rata.Saat melihat taman Adel menghentikan mobilnya lalu menuju ke taman dan memilih untuk duduk disana.


"Sendiri aja neng?".Tanya seseorang.


"Ehh Nino,ngapain kamu disini?".Tanya Adel ketika melihat Niko.


"Aku sedang mengawasi ponakan kembar ku.Itu mereka disana".Tunjuk Niko.


Adel mengikuti arah Niko.Disana terdapat anak kembar laki-laki yang sedang asik bermain bola.Seketika tangan Adel bergerak mengelus perutnya.Dia sangat berharao anak-anaknya nanti dapat tumbuh dengan sehat walau tanpa Ayahnya.Adel yang pernah berniat untuk menggugurkan kandungannya walau dia tau konsekuensinya.


"Kamu sendiri ngapain disini?".Tanya balik Niko.


"Aku sedang mencari angin segar saja kok".Jawab Adel.


Awalnya Niko biasa saja ketika melihat perubahan badan Adel.Namun lama lama dia semakin curiga dan segera dia menyingkirkan pikiran negatifnya itu.Niko dari tadi nglihatin tangan Adel yang selalu mengelus perut ratanya.


"Ehhh Iya".Jawab Adel gugup.


"Ya sudah ayo kita cari tempat makan.Di taman ini ada kok yang jualan makanan,cukup enak lagi".Jelas Niko.


Seketika Adel merasa lapar sangat.Dia pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.Sebelum mereka membeli makanan terlebih dahulu Niko berbincang-bincang dengan ponakan kembarnya.Setelah selesai Niko menghampiri Adel dan berjalan menuju tempat makan yang tak jauh dari situ sehingga Niko pun masih bisa mengawasi keponakannya.


Adel yang memang sudah tidak bisa menahan rasa laparnya,dia segera memesan makanan dua kali lipat dari porsi dia biasanya.Niko yang melihat itu pun merasa heran.Dia bingung sejak kapan Adel makan banyak begini.Namun Niko tetap diam saja,takutnya nanti dia salah bicara.


Selesai makan Adel pamit pulang.Sampai dirumah Adel segera pergi ke kamarnya dan mengemasi barang-barang yang akan di bawa pergi.Adel sudah memutuskan untuk pindah walaupun saat ini dia belum tau mau pindah kemana.Namun tuk sementara waktu dia akan menginap di butiknya.Setelah berbicara dengan Mamanya akhirnya Adel pun pergi.Awalnya Mama maupun yang lain tidak mengijinkan ,namun karena alasan yang dibuat Adel cukup berbobot sehingga membuat mereka mengijinkan Adel untuk pergi.


Sampai di butik hari sudah malam walau buktinya belum tutup.Setelah menyapa para karyawannya dia segera menuju ke ruangan pribadi dan merebahkan badannya.


"Kalian yang sehat ya nakk...Kalian harus kuat walaupun tanpa Ayah.Kalian adalah semangat Bunda.Bunda akan berusaha bangkit buat kalian.Kalian yang sabar ya dengan keadaan kita yang sekarang.Bunda janji tidak akan membuat kalian terlunta-lunta dan akan selalu membahagiakan kalian".Ucap Adel sambil mengelus-elus perutnya disertai deraian air mata.


"Besok Bunda akan mengajak kalian pergi ke rumah aunty di luar negeri.Ku harap kalian baik-baik saja".Kata Adel lagi.


Kemarin dia sudah menelepon Nesya dan menceritakan apa yang sudah terjadi padanya.Awalnya Nesya sangat marah kepada Yuda,namun Adel memberinya pengertian sehingga Nesya bisa luluh.Setelah menerima telepon dari Adel,nesya segera menghubungi Bella dan menyuruh Bella untuk pergi ke tempatnya sekarang.Bella pun sama syoknya seketika dia segera pergi ke tempat Nesya walau itu diluar negeri.


Paginya Adel menelepon kak Tia untuk mengelola butiknya.Dengan asalan bahwa Adel akan pergi ke suatu tempat untuk mendirikan cabang butiknyanamun waktunya tidak ditentukan.Sang kakak yang tidak manaruh rasa curiga hanya mengiyakan saja.


Siang harinya Adel sudah siap siap untuk pergi.


"Mau pergi kemana mbkk kok pake bawa koper segal?".Tanya salah satu karyawan disana.


"Saya mau pergi ke luar negeri untuk mendirikan cabang disana.Tolong kamu jaga butik saya ini.Butik ini sudah saya titipkan ke kakak ipar saya.Kamu tau kan??".Jelas Adel.


"Iya mbk saya mengerti".Jawab karyawan itu.


"Ya sudah,aku harus segera pergi".Kata Adel.


"Hati hati mbkk". Karyawan butiknya itu mengantar kepergian Adel sampai ke depan butik.


@@@ (Yuda).


Hingga saat ini Yuda masih memikirkan siapa wanita yang dia tiduri itu.Yuda juga berusaha untuk menghubungi Adel namun nomernya sudah tidak aktif.Lalu Yuda mencoba untuk menghubungi keluarganya juga tidak di jawab.


"Dimana kamu Adell??Kau sudah kemana-mana mencari mu tapi aku tidak pernah menemukannya".Rancau Yuda.


Seketika Yuda mengingat bartender yang bekerja dia club tempat dia mabuk itu.Yuda segera menuju ke club itu.


"Mau minum lagi pak??".Tawar bartender itu.


"Mas,saya mau tanya.Apakah watu saya mabuk beberapa Minggu lalu siapa yang membawa saya pulang?".Tanya Yuda.


Bartender itu terlihat mengingat ingat sesuatu.Namun tak kunjung menemukannya.


"Saya sudah lupa pak".Jawab bartender.


"Coba kamu ingat ingat kembali".Ujar Yuda.


Bartender itu segera mengingat kembali.


"Ahh aaya ingat pakk.Waktu itu bapak sedang mabuk berat dan merancau menyebut nama Adel kalau enggak salah.Lalu saya mencoba menghubungi orang terdekat anda,dan saya menemukan di hp Bapak.Maaf oak kalau saya lancang karena saat itu club ini hampir tutup" Jelas bartender itu.


"Iya tak masalah.Lanjutkan!". Perintah Yuda.


"Saya menemukan sebuah kontak bernama my lovely lalu saya segera menghubungi orang itu.Tak lama kemudian datanglah seorang cewek cantik menggunakan baju tidur panjang lalu membawa bapak pergi".Jelas bartender lagi.


Seketika badan Yuda menegang,tidak salah lagi bahwa orang prawan yang tidur bersamanya adalah Adel kekasihnya.


Terimakasih telah membaca...


jangan lupa like,coment,dan vote ceritaku