
"Semua bukti telah ada".Jawab Haris.
"Bagus!".Ucap Yuda.
"Kapan Lo akan membawa bukti itu kepada nyokap Lo?".Tanya Haris.
"Besok gue akan bongkar semuanya".Jawab Yuda.
"Mana Arga?Bukannya tadi gue memerintahkan Arga untuk mengumpulkan bukti-bukti itu?Kenapa Lo yang konfit. cara ke gue?".Tanya Yuda.
"Makanya Lo ngasih beban ke dia itu yang kira-kira!!..Lo kira mudah apa menaklukan investor Basar?!".Kata Haris.
"Makanya Arga memberikan tugas ini pada gue agar dia bisa mendapatkan investor itu".Tambah Haris lagi.
"Ya sudah,kirimkan bukti itu ke gue!".Kata Yuda.
"Tenang saja,aku sudah mengirimkan file bukti itu.Lo tinggal meyakinkan saja".Kata Haris.
"Bagus,kalau gitu gue tutup dulu!".Yuda pun menutup telepon dengan sepihak dan mengakibatkan lawan bicaranya mengumpat di seberang sana.
"Ada apa Yuda?".Tanya Adel.
"Tidak apa-apa sayang,biasa hanya masalah kantor saja.Bagaimana dengan rencana kita hari ini??..Apakah kita hanya akan bermain bersama di apartemen ini seharian penuh?".Tanya Yuda.Karena menurutnya jika mereka seharian berada di apartemen maka ini akan sangat membosankan.
"Aku sedang tidak ingin kemana-mana hari ini.Jadi aku dan twins akan bermain di apartemen ini".Jelas Adel.
"Bagaimana jika kita pergi ke rumah ku saja?".Yuda menyampaikan sebuah pendapat dengan modus agar kekasih dan anak-anaknya bisa tinggal di rumah Yuda.
"Tidak untuk saat ini.Aku ingin ke rumah mu jika semua masalah kita sudah selesai".Jawab Adel.
Sejujurnya Adel ingin sekali pergi ke rumah Yuda,namun hatinya masih ragu dengan apa yang dia rasakan saat ini.
Siang ini twins sudah tertidur akibat kelelahan karena mereka antusias sekali ketika bermain bersama dengan Daddy nya.
Saat ini Yuda dan Adel tengah menonton tv di ruang tamu.Dengan posisi Adel bersandar di dada Yuda membelakangi Yuda dan Yuda sibuk mengelus dan menciumi rambut Adel.
"Aku takut untuk mengadapi Ayah".Ucapan Adel memecah keheningan.
"Aku akan berusaha untuk meluluhkan hari semua orang agar tidak ada lagi yang bisa menghalangi kita".Jawab Yuda.
"Apakah kamu yakin?".Tanya Adel.
"Apakah kamu meragukan ku sayang?".Tanya balik Yuda sambil memandang Adel dari samping.
Adel pun yang merasa jarak mereka dekat hendak menjauhkan kepalanya dari Yuda namun Yuda lebih dulu menarik tengkuk Adel dan menciumnya.Adel pun kaget karena menerima serangan mendadak dari Yuda dan Adel tidak bisa menghindar.Lama kelamaan Adel pun membalasnya.
Setelah dikira Adel mulai kehabisan nafas,Yuda pun menghentikan serangannya.
"Kamu apa-apaan sih!!Maen cium anak orang aja!".Adel pura-pura ngambek.
"Tapi kamu suka kan sama ciuman seorang duda ini?".Yuda mulai menggoda Adel yang pipinya sudah memerah.
"Kalau aku bilang enggak gimana?".Adel malah menantang Yuda.
"Aku enggak akan percaya karena tadi kamu sangat menikmati bahkan kamu mabalasnya".Jawab Yuda dan langsung menarik Adel agar berada di pangkuannya.
"Benarkah itu?".Tanya Adel semakin menggoda.
"Kamu mulai nakal sayang".Ucap Yuda.
"Tidak untuk saat ini".Adel bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar twins.
"Oke fine!!..Aku di tinggalin!".Kata Yuda rada uring uringan karena tingkah Adel yang menggoda dan mengakibatkan dirinya gerah.
Yuda pun segera menyusul Adel ke kamar twins dan dilihatnya Adel sedang tidur seraya memeluk kedua anaknya.Yuda yang melihat pemandangan itu tersenyum bahagia.Yuda tidak menyangka jika dia sekarang bisa berkumpul bersama orang-orang yang dicintainya.
'Bersabarlah sayang,aku akan menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu.Aku akan berusaha untuk mendapatkan mu kembali walau apapun rintangannya'
@@@
Hari ini Yuda sudah berangkat ke kantor pagi pagi sekali.Yuda akan menyelesaikan masalah dengan Citra.Yuda akan membuka kedok Citra hari ini dihadapan Bunda dan Ayahnya.
"Bro,lo yakin bakal membongkar rahasia Citra hari ini?".Tanya Arga.
"Lo sudah memikirkan semuanya matang matang?".Haris ikut menimpali.
"Ya,keputusan gue sudah sudah bulat.Gue enggak akan membuang-buang waktu lagi".Jawab Yuda.
"Lo sudah pastikan bahwa dirumah sudah ada Ayah dan Bunda?".Tanya Yuda pada Haris.
"Sudah".Jawab Haris.
Yuda pun beranjak untuk pulang kerumah ayahnya ditemani Arga dan Haris.Sesampainya di rumah Yuda segera menghampiri ayah dan Bundanya.
"Ada apa Yuda?".Tanya Bunda yang heran.
"Kemana Citra? Bunda merasa rumah ini agak sepi setelah ditinggal ggal bunda beberapa hari saja".Tambah Bunda.
"Iya,Ayah tidak melihat keberadaan menantu ayah".Imbuh ayahnya.
"Sebentar Ayah!".Kata Yuda.
Lalu Yuda memberikan tanda kepada kedua sahabatnya untuk membawa masuk Citra dan Aldi.Sebelum datang ke rumah Bunda,Yuda memerintahkan Arga dan Haris untuk membawa Citra dan Arga.
"Citra?? Kenapa kamu nakk??Yuda apa yang terjadi pada Citra?Dan siapa laki-laki ini?". Pertanyaan Sanga banyak dari Bunda.
"Yuda,apa maksud kamu nak?".Ayah pun bertanya-tanya kepada Yuda atas apa yang dia lihat.
Kondisi Citra sungguh memprihatinkan,dia terlihat lemas dan kusam karena tidak melakukan perawatan.Dan baju yang dia gunakan sangat dekil dan kotor.Begitu juga dengan Aldi,penampilannya tak jauh beda dengan Citra.
"Silahkan ayah dan bunda tanya sendiri kepada mereka apa yang terlah aku lakukan kepada menantu kesayangan ayah dan bunda ini".Tantang Yuda.
"Citra ada apa ini?? Kenapa kamu jadi seperti ini?".Tanya bunda kepada Citra.
"Hiks hiks hiks!!".Citra tidak bisa berkata apa-apa.
"Dan siapa dia Citra??Kenapa penampilan kalian seperti ini?". Berbagai pertanyaan berputar di kepala ayah dan bunda.
"Cepat kamu jelaskan semuanya sebelum aku yang menjelaskannya!!!!".Perintah Yuda kedap Citra dengan nada yang kasar.
"Apa yang kamu lakukan Yuda!!".Bunda pun balik membentak Yuda tapi diacuhkan oleh anaknya itu.
"Ya sudah jika kamu tidak mau angkat bicara.Biar aku saja yang menjelaskan!".Yuda mulai berdiri dan meminta berkas yang di pegang Haris.
Haris dan Arga hanya bisa menyaksikan apa yang sedang terjadi dan ayang akan terjadi namun Kedua merasa was-was.Mereka tau jika Yuda marah maka semuanya akan dihancurkan tanpa sisa.
Aldi yang sudah merasa ketakutan hanya bisa pasrah dan diam saja.Karena percuma dia melawan bakal kalah terlebih dahulu.
"Tolong jangan!!".Ucap Citra lemah.
"Diamsaja kamu ******!!".Bentak Yuda.
"Yudaa!!!Ayah tidak pernah mengajarkan mu berperilaku buruk kepada orang lain!".Ventak ayah.
"Aku hanya akan berbicara tentang kebenaran ayah".Kata Yuda santai dengan aura yang sangat menyeramkan.
"Katakan apa yang kamu ketahui!".Kata Bunda.
Kemudian Yuda memberikan berkas yang da bukti Aldi telah menggelapkan dana perusahaan dan bukti kebusukan Citra serta Foto tak pantas saat Citra berselingkuh dengan Aldi.
Setelah melihat bukti-bukti itu ayah dan bunda terlihat sangat marah dan jijik dengan perilaku menati kesayangannya itu.Tidak disangka jika menantu yang selama ini di banggakannya ternyata berani menusuk mereka dari belakang.
"Itu semua fitnah ayah Bunda!!..Aku tidak mungkin seperti itu!!".Citra masih mencoba membela dirinya.
Plakkkk!!!...
Tamparan yang sangat keras dari Bunda untuk Citra terdengar nyaring
"Aku membenci mu".Ucapan Bunda membuat Citra ketakutan.
Sedangkan ayah hanya melihat saja tanpa beranjak dari temoat di berdiri.
"Seret mereka ke penjara!".Perintah ayah setelah terdiam menyaksikan semua kebenaran ini.
@
@
@
SELAMAT MEMBACA๐๐๐