
"Bunda kenapa menampar ku. ?" Tania terkejut menerima tamparan yang begitu kuat
"Jangan panggil aku bunda.!! Sudah berapa kali aku memperingatkan jangan panggil aku seperti itu anak sampah. .!! Kau beruntung karena suamiku memungutmu."
Tania hanya terdiam kata-kata kasarnya sudah sering terdengar kecuali jika Johan berada dirumah perlakuan sedikit berubah.
"Mami Tania sudah mengotori nama keluarga kita.!!" Candy
"Apa maksud kamu sayang.?" Laras merubah sikap terhadap Candy anak kandungnya.
"Tadi aku melihatnya pulang diantar dengan mobil mewah sepertinya bersama lelaki hidung belang. Sungguh pemandanga yang indah seorang sampah mendapatkan perlakuan seperti putri, coba tebak dengan apa lagi jika bukan dibayar dengan tubuhmu "
"Aku tidak seperti itu kak Candy"
"Kurang ajar kamu ya Tania..!! Berani-beraninya kamu mengotori nama keluargaku..!! Jika saja suamiku tidak peduli denganmu, aku sudah melenyapkanmu dari dulu"
Tania hanya terdiam tidak membuka suara untuk menjawabnya sekarang tubuhnya memang sudah kotor bagaimana mugkin bisa kembali suci seperti sebelumnya. Dada Tania terasa sesak mengingat kejadian malam itu. Matanya berkaca-kaca cairan bening jatuh dari kelopak matanya sekuat tenaga Tania membendung agar tidak menangis namun kenyataannya memang pahit.
"Benar-benar tidak tau diuntung.!!. Keluarga Wijaya sedang mengalami ekonomi dalam ambang kehancuran. Katakan apa yang akan kamu lakukan untuk membalas budi yang selama ini membesarkanmu."
"Mami sudahlah" Candy membisikkan ketelinga maminya "Mami bagaimana jika kita suruh dia membayarnya"
"Bagaimana caranya sayang?"
Candy tersenyum "Tania aku ingin meminta satu hal. Anggaplah ini sebagai tawaran untuk membalas budi. Kamu pasti sudah tau tuan Wiliam menyukaimu bukan?"
"Maksud kakak apa?" Tania tau betul Wiliam adalah orang yang tidak bermoral Tania pernah hampir dilecehkan dipesta ulang tahun pernikahan Wiliam. Walaupun sudah menikah lelaki yang terkenal memiliki banyak kekuasaan dan juga tentunya memiliki banyak perempuan.
"Aku ingin kamu menjadi salah satu simpanannya. Dia selalu menanyakannya padaku" Candy tersenyum dengan tatapan mata yang tajam
"Candy sayang, kamu jenius sekali mami tau tuan Wiliam pasti akan membantu keluarga kita, jika dia memiliki Tania"
"Aiiishhh kamu benar Candy." Laras menyeret Tania dengan kasar "Kamu ikut aku"
Tania yang tersungkur diatas lantai terpaksa mengikuti langkah bundanya yang menggenggam pergelangan tangannya dengan erat.
"Bunda sakit, Tania mau dibawa kemana bun..?"
"Laras lepaskan Tania, Laras.!!"Johan baru saja sampai dirumah untuk menenangkan diri namun dirumah disuguhi perdebatan istrinya dengan anak-anaknya.
"Sayang kamu sudah pulang? " Laras menghempaskan Tania membuat Tania tersungkur diatas lantai untuk yang kedua kalinya. Laras mengambil tisu yang tidak jauh dari jangkauan dan mengelap tangannya dan melemparkannya tisu didepan wajah Tania.
"Syukurlah kamu sudah pulang Tania"
"Kamu jangan keterlaluan Laras" Johan yang baru sampai menghampiri Tania "Ayo nak bangun" Johan membantu Tania bangun dari lantai "Nak kamu darimana saja sayang?"
"Dady Tania habis menjual tubuhnya pada lelaki hidung belang " Candy memotong pembicaraan Johan dan Tania
"Cukup Candy aku ada perlu dengan Tania. Kalian berdua kembali ke kamar"
Johan "Nak ada yang perlu ayah bicarakan denganmu, ayo kita ke ruang kerja ayah"
"Baik ayah" Tania mengikuti ayahnya dari belakang.
\=\=\=//\=\=\=
Happy wekend. . . teman-teman 😘😘
Semoga suka dengan tulisanku . . . .