
Johan membuka pintu "Yeeey Dady pulang sayang" Suara Laras dengan lantang menyambut kedatangan Johan.
Senyuman Laras membeku ketika melihat Johan menggendong seorang bayi, tatapan Laras yang begitu hangat dengan senyuman seketika berubah menjadi tatapan tajam.
"Anak siapa ini sayang?" Laras mencoba menahan emosinya.
"Mulai sekarang dia akan menjadi bagian dari keluarga besar Wijaya." Johan sambil tersenyum melihat bayi yang digendongnya dan menciumnya. Laras sangat kesal dia dan anaknya yang sudah menunggu tapi terabaikan oleh kehadiran bayi asing.
"Itu bukan anak kita.!!! dari mana kau mendapatkan anak itu hah..!!!" Laras sudah tidak bisa menahan emosinya saat suaminya mengatakan bayi yang digendongnya dianggap sebagai keluarga.
"Apa Candy tidak cukup untuk mu? Untuk kita. Untuk keluarga kita. Bagaimana mungkin dia yang bukan siapa-siapa menjadi anggota keluarga kita.?? " Mata Laras berkaca-kaca "Katakan wanita mana yang telah kau hamil dibelakangku..!!!!" Laras berteriak membuat Candy yang masih digendongnya ikut menangis
"Cup cup cup sayang jangan menangis ya. Maafin mami membuatmu terkejut." Laras mencium Candy yang masih menangis "Johan sekarang aku akan menidurkan Candy. Kita harus bicara" Laras meninggalkan Johan
"Maafkan aku Sayang bukan maksud aku menyakiti perasaanmu aku sangat mencintaimu Laras. Ini adalah sebuah kecelakaan yang tidak sengaja aku lakukan dengan Tasya dimasa lalu." dalam hati Johan "Bagaimanapun juga dia adalah anakku"
Johan memberikan Tania kepada pengasuh Candy "Sinta bisa tolong aku, tolong rawat Tania malam ini. Besok aku akan mencarikan pengasuh baru untuk Tania."
"Baik tuan" Sinta mengambil dan membawa ke kamar Candy
"Sinta..!! Jangan masukan anak itu dalam kamar Candy"
"Maaf nyonya saya. . " belum selesai berbicara
"Bawa pergi dari hadapanku sekarang. Terserah mau dibawa kemana atau perlu kamu buang saja anak itu.!!"
"Ba..Baik nyonya maafkan saya" Sinta membawa Tania pergi ke kamarnya untuk merawatnya "Kamu sangat cantik sekali, malam ini kamu tidur bersamaku ya" Sinta mengelus-elus kepala Tania.
***
Suasana kamar begitu sepi, dua manusia saling terdiam hingga lebih 10 menit Johan membuka suara.
"Katakan anak siapa yang kamu bawa kerumah ini? Kau tidak perlu membohongiku..!! Aku tau semuanya jangan harap Seno sopir kita hanya berpihak padamu. " Laras duduk di samping kanan tempat tidur. Johan yang membelakangi duduk di tempat tidur samping kiri merasa terkejut.
"Maafkan aku, tidak seharusnya aku berbohong" Johan mendekati istrinya menggenggam tangan istrinya dengan lembut namum Laras mengibaskan tangan Johan dan menjauh dari Johan.
"Katakan anak siapa...!!!!" Laras berteriak dengan lantang namun Johan hanya terdiam.
"Baik jika kamu tidak memberitahuku aku akan mengirim anak itu ke panti asuhan. Itu sudah cukup layak untuknya daripada berada di tengah keluarga Wijaya." Laras melipat tangan "Atau tinggalkan aku dan Candy" suara berat terlontar dari mulut Laras.
"Laras aku sangat mencintaimu, bagaimana mungkin aku meninggalkanmu begitu saja" Johan mendekati Laras ingin memeluknya namun Laras menghentikannya
"JAWAB PERTANYAAN KU....!!!! Aku sudah cukup sabar dari tadi, kamu tinggal sebutkan anak siapa itu..!! Tidak mungkin itu an.. an... anakmu juga kan" Laras mencoba mengeluarkan unek-unek dalam hatinya. Laras tau betul Johan tidak akan melakukan hal seperti itu. Mereka tau masing-masing mencintai satu sama lain.
"Ma... Maafkan aku Laras. Aku sangat menyesal."
Deg...
Seketika Laras tersungkur diatas lantai mendengar jawaban yang dia pikir tidak mungkin dia dengar.
Sejak saat itu keharmonisan rumah tangga mereka berkurang. Laras terpaksa menerima kenyataan bahwa Johan telah melakukan hal yang tidak senonoh dengan wanita lain. Namun demi nama baik keluarga, Laras mempertahankan hubungannya dengan Johan. Dan sepakat untuk merahasiakan kenyataan bahwa Johan yang sebenarnya ayah kandung Tania harus berperan sebagian ayah angkat.
\=\=//\=\=
Piuu Piuu jangan lupa untuk like komen shere dan vote. . .
Hari senin semangat buat kalian semuanya..
Terimakasih sudah mampir 😍😍