LOVE IN THE DARK

LOVE IN THE DARK
LITD 07


"Tuan Bram tolong kasih saya waktu untuk memperbaiki perusahaanku" seorang laki-laki memohon "Beri saya kesempatan satu kali lagi saya mohon tuan" Johan Wijaya tidak lain adalah ayah Tania


Bram sudah mengetahui bahwa Johan adalah bukan ayah kandung Tania. Dion memberikan informasi Tania sedetail mungkin sebagai sekretaris dia harus bisa multi fungsi. "Apa jaminannya?? kamu ingin aku membantumu bukan? Aku ingin ada jaminannya"


"Saya akan memberikan separuh saham perusahaan dan..."


"Stop aku tidak tertarik saham apalagi perusahaanmu yang seperti sampah.!!!"


Johan menahan amarah yang begitu besar karena mendengar penghinaan terhadap perusahaan yang telah dia dirikan dari nol "Lalu tuan menginginkan jaminan seperti apa tuan?"


Bram hanya tersenyum "Berikan salah satu putrimu untuk menjadi pelayanku"


"Maksud tuan? Candy?" Johan


"Tidak. . aku ingin Tania " Bram memberikan selembar kertas kepada Johan terbaca dengan jelas Kontrak Pranikah hati Johan seakan runtuh melihat selembar kertas yang akan dia berikan kepada Tania.


"Anda akan menikahi Tania tuan?" Johan mencoba tersenyum memperlihatkan rasa kebahagiaan


Bram hanya tersenyum pahit "Pastikan dia menandatangani besok jika tidak, lusa kau akan melihat perusahaanmu hanya sebuah nama saja. Sekarang kau boleh pergi pintu ada disebelah sana" Bram menunjukkan arah pintu keluar ruangan.


"Tunggu tuan, ehem ma.. maaf sebelumnya tuan mengatakan bahwa dia akan menjadi seorang pelayan? tapi disini tertulis perjanjian pernikahan?"


"Tidak perlu banyak bertanya urusan saja perusahaan yang akan hancur jika lembaran kertas ini tidak ditandatangani"


"Ba. . Baik tuan Bram. Terimakasih atas kesempatan yang telah kau berikan saya akan melakukan yang terbaik " Johan menundukkan tubuhnya dan berjalan dengan langkah perlahan menuju pintu keluar didepan pintu Johan terdiam sesaat sebelum melanjutkan langkahnya . "Tania maafkan ayah nak" Johan pergi meninggalkan gedung perkantoran Bram.


***


"Nona sudah sampai" Tania tersadar dari lamunannya


"Maaf nona ini adalah pekerjaan saya. Silahkan..."


"Baiklah terimakasih tuan"


Tania berjalan cepat menuju rumahnya dia tidak menyadari bahwa Candy memperhatikan Tania yang turun dari mobil dengan perlakuan sopir bak seperti putri "Cih.. orang mana yang menjadikan dia sebagai simpanannya, baru saja aku merasa tenang dia pergi sekarang sudah kembali lagi" Candy tersenyum pahit menyambut kedatangan Tania.


Prok.. Prok.. Prok..!! Tepuk tangan Candy membuat Tania berhenti "Hebat sekali ya. . Pulang diantar mobil mewah, sopir yang sopan atau jangan-jangan sudah menjadi simpanannya oleh hidung belang?"


"Maaf kak Candy, maksud kakak apa?"


Candy melihat Tania dengan seksama terutama pakaian Brand yang terkenal Tania mengenakan dress edisi terbaru dari desainer ternama "Kamu bilang apa?? Lihatlah pakaian yang kamu pakai ini"


Candy menyentuh dress dengan mencoleknya "Dress dan sepatu ini yang kau pakai adalah edisi terbaru. Pikir saja kira-kira dapat barang-barang mahal seperti ini dari mana? Aku tau sekarang kamu tidak akan mampu membelinya kecuali kamu menjual tubuhmu itu untuk mendapatkan uang kan?"


"Candy Stop. .!!" Laras yang melihat Candy sedang mencoleknya turun dari tangga "Jangan kamu kotori tanganmu menyentuh anak sampah ini"


"Kakak jangan bicara sembarangan..!! aku hanya meminjamnya dari teman" Tania berusaha berbohong


"Kamu pikir aku bodoh? "Candy


Plakkk. . !!! Laras menampar pipi Tania dengan keras setelah sampai dan memotong berbincangan antara Candy dan Tania "Hey anak sampah kamu tidak berhak untuk membela"


\=\=\=//\=\=\=


Piuu Piuu jangan lupa like komen shere dan vote ya. . . . 😉😉