LOVE IN THE DARK

LOVE IN THE DARK
LITD 11


Ruang kerja Johan.


Tania duduk di sofa, hatinya merasa bahagia bisa bertemu dengan ayahnya kembali, namun kali ini Tania merasa ayah sedikit berbeda.


"Nak ayah ingin kamu tau, keadaan ekonomi keluarga ini sedang kacau." memandang Tania dengan serius


"Iya ayah, Tania juga mengerti."


"Untuk kali ini aku membutuhkan bantuan darimu. Apakah kamu bisa melakukannya?"


"Apapun ayah, aku akan melakukannya untuk membantu ayah." Tania tersenyum untuk pertama kalinya ayahnya meminta bantuan darinya.


Johan mengeluarkan selembar kertas kepada Tania. Untuk kedua kalinya Tania membaca dengan seksama Perjanjian Pranikah "Tandatangani ini" Satu lembar kertas yang sama dengan yang ditulis sebelumnya oleh Bram.


Tania membaca dengan seksama.


________________________________


Perjanjian Pranikah


Abraham Hernandes & Tania Wijaya


Pihak pertama adalah peraturan yang mutlak.


Bram Tania


________________________________


Tidak ada kata-kata yang mampu keluar dari mulut Tania. Dia mengambil pena dan langsung menandatangani surat perjanjian.


"Terimakasih nak." Johan memeluk Tania dengan senyum bahagia. "Maafkan ayah untuk kali ini melibatkanmu Tania"


"Tidak ayah, aku yang sudah menyusahkan ayah selama ini. Tania hanya bisa membantu dengan cara ini" Tania menahan air mata agar tidak terjatuh.


"Ayah jika tidak ada hal lain aku ke kamar duluan"


"Tunggu nak, ayah akan memberikan sesuatu untuk mu" Johan mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna hitam. "Ini untukmu, benda ini ada saat pertama kali kamu ditemukan olehku"


"Maksud ayah?"


"Nak mungkin kamu sudah tau jika kamu bukanlah anakku"


"Iya aku tau ayah sejak dulu aku hanya orang asing yang beruntung bisa tinggal di sini"


"Dengarkan ayah, kamu sebenarnya adalah anak kandungku"


"Kamu memang aku temukan dulu namun bukan ditempat sampah tapi diatas mobilku. Ibumu yang menitipkanmu padaku. Maafkan aku tidak bisa menjadi ayah yang baik. Kamu ada karena kecelakaan Tania."


"Lalu dimana ibu kandung ku ayah?"


"Aku tidak tau nak, sejak saat itu aku tidak pernah bertemu dengan ibu mu lagi".


"Baiklah ayah terimakasih. Aku mau ke kamar" Tania sudah tidak dapat menahan tangisnya.


"Baiklah kamu istirahat dengan nyenyak malam ini." Johan memeluk Tania "Besok pernikahannya akan diselenggarakan"


"Secepat inikah ayah?"


"Iya Tania"


"Baiklah aku permisi ayah"


Tania berlari ke kamar dengan tergesa-gesa. Sesampai dikamar Tania mengunci pintu, berlari ke kamar mandi dan menangis sejadi-jadinya.


"Sejauh aku berlari dari Bram brengsek itu jika sudah membuat masalah dengannya memang tidak mudah lepas begitu saja. Jika akhirnya seperti ini, aku akan membiarkan keadaan keluarga ini seperti sebelumnya saja"


Tania menangis sesenggukan mengingat masa sebelum bertemu dengan Bram. "Dan kenyataan yang sangat mengejutkan" Tania membuka kotak hitam yang diberikan oleh ayahnya. Sebuah kalung bintang berwarna biru.


"Setega ini ibu meninggalkan ku, jika saja aku denganmu bu, mungkin aku tidak akan mengalami hal seperti ini"


Tania membersihkan tubuhnya setelah merasa sudah puas dengan tangisnya dan berusaha untuk tidur.


***


Disebuah kafe saat makan malam tiba. Jack dan Sella bertemu untuk transaksi.


"Ini data perempuan yang sudah mengambil lelakimu Sella" Jack memberikan foto dan data yang dia dapatkan dari anak buahnya.


"Yang benar saja.!! Wanita ini jelas-jelas tidak bisa dibandingkan denganku, lihatlah penampilannya saja seperti anak kampung. !!"


"Kau sepertinya sangat menginginkan Bram. Apa yang kau harapkan darinya?" Jack meminum kopi dengan perlahan.


"Kamu jangan pura-pura tidak tau. !! Bram adalah satu-satunya orang terkaya


yang menduduki posisi peringat pertama disini. Wanita mana yang tidak menginginkan menjadi nyonya Hernandes" Sella meminum segelas wine, Sella memesan wine yang sama saat Bram meninggalkanya.


"Ckckck Kau pikir hanya dia yang memiliki kekayaan sebanyak itu"


"