LOVE IN THE DARK

LOVE IN THE DARK
LITD 12


"Dion siapkan acara pernikahan besok"


"Baik tuan"


"Buat acara pernikahan ala kadarnya saja. Hanya untuk formalitas. Aku ingin yang hadir dalam acara pernikahan hanya beberapa orang saja, tidak perlu mengundang siapapun orang luar"


"Baik tuan Bram."


"Apa kau sudah menerima konfirmasi dari Johan?"


"Belum tuan."


"Hmm jika Tania tidak menandatangani, dia akan tetap menikah denganku. Aku Abraham Hernandes pasti mendapatkan apa yang aku inginkan" dalam hati Bram.


"Siapkan satu mobil untuk menjemput Tania besok pagi."


"Baik tuan"


***


"


"Apa...!!!! Kenapa harus Tania yang menikah dengan keluarga Hernandes..!!! Kenapa bukan aku mami....!! Kenapa...!!!" Candy melemparkan semua barang-barang yang ada disekitar tempat tidurnya. Candy tau betul keluarga Hernandes adalah keluarga nomor satu dikota kekuasaan tidak diragukan lagi. Bahkan bisa disetarakan dengan kekuasaan penguasa negara.


"Mami juga tidak tau sayang. Bagaimana dengan tuan Wiliam. Jangan bilang kamu sudah menghubungi tuan Wiliam tentang Tania"


Candy menepuk jidat "Oh my Mam.... Aku lupa besok tuan Wiliam menginginkan Tania hadir dalam perjamuan makan malam di sebuah hotel Diamond dan aku sudah berjanji akan mengirim Tania ke hotel"


"Apaa...!!! Bagaimana jika dia tau Tania menikah dengan tuan Bram?" Laras menggigit jari berjalan mondar-mandir memikirkan bagaimana caranya agar besok Tania hadir dengan tuan Wiliam.


"Mami bagaimana jika malam ini kita sembunyikan Tania?"


"Jangan gegabah sayang, orang yang kita hadapi dua duanya sangat berpengaruh. Jika salah satu mengetahui perbuatan kita, besok atau lusa hanya nama kita saja yang tertinggal" Laras mencoba memikirkan apa yang akan mereka lakukan besok.


"Mami aku takut" Candy membayangkan saat semua rencananya terbongkar. Sudah jelas pasti akan menghancurkan nama baik keluarga.


"Baiklah sayang , ingat Candy jangan melakukan sesuatu yang gegabah"


"Mami tidak percaya padaku?"


"Baiklah mami percaya sayang, ya sudah mami akan kembali ke kamar."


***


"Johan kenapa tuan Bram menginginkan Tania? Yang pantas untuk menjadi nyonya Hernandes adalah anak kita Candy."


"Laras, tuan Bram yang menginginkannya aku sudah memberitahu anakku Candy namun tuan Bram hanya menginginkan Tania."


"Apa hebatnya Tania? Hanya seorang anak sampah tidak berguna. !!!"


"Tutup mulutmu Laras. .!!!!"


"Kamu selalu saja membelanya. Anakmu itu Candy bukan Tania, selalu saja Tania, Tania, dan Tania...!!"


"Apa kamu tau kenapa tuan Bram menginginkannya? Aku saja malu jika harus mengingatnya" Johan berdecak kesal


"Memangnya apa yang diharapkan tuan Bram pada anak sampah.!" Laras melipat kedua tangannya.


"Tuan Bram akan membantu keuangan perusahaan kita tapi sebagai gantinya Tania harus bersamanya"


Deg. . . Laras tidak menyangka ternyata Tania dapat menguntungkan untuk membangkitkan perusahaan. "Bukankah dia yang telah menghancurkan segalanya?" dalam hati Laras.


"Bagus jika anak sampah itu dapat menguntungkan kita" Laras tersenyum dengan tatapan mata yang tajam.


"Jangan panggil dia anak sampah lagi..!!! aku adalah ayahnya."


"Iya aku tau tapi itu salahmu mencoreng nama baik keluarga, aku selama ini hanya diam karena aku sudah memaafkanmu. Tapi tidak untuk anak itu. Anak itu bagiku Tetap sebuah kotoran yang menempel di keluarga besar Wijaya. .!!!" Laras berteriak membuat satu ruangan penuh dengan suaranya. Mugkin perdebatan mereka terdengar dari liar.


"Jika bukan karena Tania perusahaan yang aku bangun dari nol itu musnah dalam waktu dua hari oleh Bram.!! Harusnya kamu berterima kasih kepada Tania.!!" Johan kesal istrinya sering kali menganggap Tania hanya sebuah sampah. Namun berbeda dengan Johan.