
Tania terbangun lebih cepat dari perkiraan Bram. Bram berfikir mungkin akan memerlukan satu atau dua jam Tania akan tertidur Bram memainkan handphone sambil menunggu Tania bangun.
"Kau sudah bangun"
"Ma.maaf aku tertidur, apakah kita sudah sampai?"
"Iya kita udah sampai, ayo"
Bram dan Tania berjalan beriringan, Tania merasa takjub melihat rumah yang begitu megah Tania berfikir rumah tersebut seperti istana ditengah taman yang luas. Sebelum masuk Tania memperhatikan keadaan sekitar rumah tersebut ada danau buatan, tanaman hias yang tertata dengan rapi.
Setelah masuk beberapa pelayan membungkuk menyambut kedatangan mereka. Bram mengajak Tania masuk ke dalam kamar mewahnya.
"Ini untuk kamar kita berdua"
"Apa?"
"Iya kita berdua akan tinggal disini, besok kita akan membuat pernikahan sederhana saja disini. Aku sebelumnya sudah merencanakan pernikahan termewah tapi sayang sekali kau terluka karena terlibat masalah dengan wanita kotor itu"
"Baiklah" Tania duduk disofa untuk istirahat setelah perjalanan jauh.
"Aku ada beberapa urusan, kau istirahat saja"
"Iya terimakasih tuan"
"Ehmmm"
"Maaf maksudku su..su..aami.ku"
"Katakan dengan jelas"
"Baiklah suamiku. .!!" Tania kesal karena tidak begitu nyaman menyebutkan panggilan seperti yang Bram perintahkan.
"Kau berteriak padaku?"
"Tidak tidak. Baiklah suamiku. Baiklah aku akan istirahat" Tania melunakkan suaranya agar Bram cepat pergi
"Baiklah, aku akan kembali nanti" Bram meninggalkan Tania, belum sampai pintu keluar Bram membalikkan langkahnya.
"Ada apa su.a.mi.ku"
"Aku lupa satu hal, disini kau tidak boleh ke ruangan yang terdapat di lantai dua sebelah pojok kanan. Jika aku tau kau lancang masuk ke sana aku akan membuatmu menjadi makanan serigala"
"Tenang saja aku disini hanya berstatus sebagai mainanmu aku tidak akan membuat masalah disini".
Beberapa menit kemudian ada dua pelayan wanita masuk kedalam kamar.
"Nyonya biarkan kami membersihkan nyonya"
"Maksud kalian apa?" Tania yang sedang menikmati istirahat merasa terganggu.
"Tuan Bram memerintahkan kami untuk memandikan nyonya"
"Jangan bercanda aku bisa mandi sendiri"
"Maaf nyonya ini perintah, nyonya masih terluka biar kami membantunya" Dua pelayan membawa Tania dengan sedikit memaksa ke kamar mandi.
"Aku bisa sendiri. .!! Lepaskan aku"
"Maaf nyonya jika nyonya tidak mematuhi perintah tuan maka kami akan dipecat, tolong kami tidak ingin kehilangan pekerjaan disini"
"Apa? Yang benar saja.!"
"Tolong nyonya kami hanya membantu membersihkan nyonya saja"
"Baiklah tapi tolong jangan memaksaku, aku hanya ingin prifasiku sendiri tidak diumbar, kalian boleh membantuku setelah aku berendam"
"Baik nyonya" kedua pelayan merasa senang merasa pekerjaan mereka tidak akan terlepas begitu saja.
Tania membuka baju, melangkah dengan hati-hati lalu berendam "Aku sudah siap"
Kedua pelayan tersebut membantu Tania membersihkan tubuhnya, menjaga agar lukanya terjaga dengan aman tidak boleh tersentuh sedikitpun sampai selesai.
Tania hanya tersenyum sendiri "Ini pertama kalinya aku menerima pelayanan seperti ini, seperti cerita kisah-kisah putri didongeng saja"
"Baik nyonya mandinya sudah selesai".
"Terimakasih, kalian bisa pergi"
"Nyonya kami belum selesai, kami akan merias nyonya untuk menemani tuan makan malam"
"Hanya makan malam untuk apa berias"
Salah satu pelayan mengambil dress merah marron dan meletakkan diatas tempat tidur "Nyonya, tuan ingin dress ini yang harus dipakai saat makan malam"
"Baiklah aku sudah lelah jika berdebat dengan kalian, lakukan saja tugas kalian aku akan mengikutinya"