LOVE IN THE DARK

LOVE IN THE DARK
LITD 21


Bram dan Tania mereka saling terdiam melihat beberapa pelayan menghidangkan makanan sampai meja makan terisi penuh. Suasana makan malam terasa sepi hanya ada dua orang manusia yang sedang menatap hidangan yang penuh diatas meja makan. Pelayan sudah tidak terlihat lagi yang berlalu lalang.


Bram memperhatikan Tania dengan seksama "Dia terlihat cantik malam ini"


"Ehmmm mari kita makan" Bram membuyarkan suasana sepi diantara mereka.


"I.. iya" Tania mengambil sendok entah apa yang harus dia makan. Diantara masakan yang telah tersaji.


"Biarkan aku menyuapimu"


"Tidak perlu aku bisa sendiri"


"Kau masih terluka"


"Aku bisa sendiri "


"Sudahlah jangan membantah" Bram menyodorkan satu sendok makan didepan mulutnya "Ayo cepat buka mulutmu"


"Aaaaaaaaa"


Tania mau tidak mau membuka mulutnya dan makanan satu suapan dari Bram. "Rasanya enak Ssekali " Tania sangat menikmati makananya.


"Nah jika kau menurut, ka terlihat cantik"


Uhukk...Uhukk...Uhukk...!!


Tania terdesak mendengar rayuan Bram "Pelan-pelan saja, makanannya tidak akan aku curi" Bram langsung menyodorkan segelas air putih, Tania langsung meminumnya dengan cepat.


Bram melanjutkan makan dan memperhatikan Tania.


Suasana hening kembali "Kenapa dari tadi diam saja, apa yang sedang kau pikirkan? Apa kau menyesal?"


"Lalu aku harus bagaimana? Berbicara salah, diam juga salah. Aku hanya tidak ingin berdebat denganmu" Tania melanjutkan makanannya.


"Aku sudah menyiapkan acara pernikahan besok disini aku hanya mengundang ayahmu saja, ibu dan kakakmu tidak diundang."


"Bagaimana bisa tidak mengundang mereka? Memangnya kenapa?"


"Mereka tidak memperlakukanmu dengan baik, apa kau tidak memberikan mereka pelajaran?"


"Tidak, mereka adalah keluargaku"


"Lalu"


"Aku ingin mereka datang semua"


"Baiklah aku akan urus itu"


***


Hari pernikahan tiba, Tania sedang bersiap, dia menggunakan baju pengantin berwarna putih salju dengan riasan sederhana namun terlihat cantik. Luka ditangannya sudah mulai sembuh "Aku tidak menyangka akan menikah dengan laki-laki yang belum aku kenal dengan baik, Padahal aku sudah berusaha membunuhnya kenapa aku jadi menikah dengannya. Sungguh ironis"


"Mami pernikahan macam apa ini? Tidak ada spesialnya sama sekali"


"Kamu diam saja Candy, jika ada yang mendengarnya bagaimana?"


"Mami aku hanya berbicara fakta, mam apa mungkin mereka tidak direstui?"


"Iyah mungkin begitu, beruntung kamu tidak menjadi istrinya yang tidak dianggap"


"Mami aku tidak akan mau jika pernikahan ku nanti seperti ini"


"Sayang kamu tenang saja, mami akan memberikan pesta pernikahan yang mewah untuk mu nanti"


Candy memeluk Laras "Mami yang terbaik"


"Kamu sudah memikirkan calonnya siapa?"


"Emmm Candy belum punya mi"


"Jika belum punya untuk apa membicarakan pernikahan, kamu ini ada-ada saja" Laras mengelus kepala Candy dengan manja. Pemandangan itu terlihat oleh Tania, dia merasa iri karena tidak menerima perlakuan lembut dari sosok seorang ibu.


Tania duduk sendiri disudut ruangan Johan menghampirinya untuk mengucapkan selamat. Sedangkan Bram sudah pergj disibukkan dengan pekerjaannya.


"Nak selamat ya. . Semoga kamu bahagia dengan tuan Bram " Johan memeluk Tania.


"Iya ayah terimakasih sudah datang" Tania tersenyum untuk menyembunyikan rasa sakit hatinya. Johan melepaskan pelukannya untuk bergantian dengan Laras.


"Sayang selamat ya untuk pernikahan mu dengan tuan Bram" Laras memeluk dan berbisik ditelinga Tania "Terimakasih sudah meringankan beban keluarga kami anak sampah. . !!"


"Iya bunda terimakasih" Tania tersenyum kembali untuk yang kesekian kalinya Tania menahan diri untuk tidak menangis karena perkataan Laras.


"Tania selamat ya, sudah menjadi nyonya Hernandes. Hmmm mungkin beberapa bulan lagi kau akan ditendang dari keluarga ini buktinya tidak ada seorangpun yang datang dari keluarga besar Hernandes"


"Terimakasih kak, itu yang aku harapkan" Tania kembali tersenyum.


"Iya aku hanya bisa tersenyum saat ini, dikemudian hari aku yakin ada kebahagiaan yang sedang menungguku"


\=\=//\=\=


Terimakasih sudah setia membaca tulisanku.


Maaf baru bisa update. .


.


Sepertinya kedepannya akan lebih dipercepat alurnya ceritanya .😆😆


Salam hangat dari RatnaLin 😘😘😘