LOVE IN THE DARK

LOVE IN THE DARK
LITD 06


"Anak itu berani-beraninya sudah hampir tiga hari tidak pulang.! Nomor telepon juga tidak aktif" Johan ayahnya berulang kali menghubungi Tania tapi nomornya belum aktif juga


"Sudahlah jangan dipikirkan mugkin dia sudah memutuskan untuk pergi dari rumah. Kan lumayan tuh mengurangi beban kita" Laras selaku ibu tiri Tania


"Kamu ini bagaimana . . . Aku sedang khawatir, tapi kamu malah bersyukur. Coba jika ini terjadi pada Candy? Apa yang akan kamu lakukan. ?"


"Tentu saja aku akan mencarinya sampai ketemu karena dia adalah anak sah keturunan Wijaya satu-satunya"


"Kenapa kamu tidak melakukan hal yang sama kepada Tania? "


"Karena dia hanya menyusahkan saja, lagipula juga dia bukan dari keluarga kita untuk apa repot-repot mencarinya"


"Jaga bicaramu Laras"


"Kamu selalu saja membela anak tidak tau diri itu. Anak yang kau pungut dari tempat sampah. . Harusnya kita membesarkan dia untuk menguntungkan kita buka merugikan. .!!! Huh anak dari sampah tetaplah sampah walaupun hidupnya bergelar Wijaya. Sekarang perusahaanmu hampir collapse apa yang dia bisa lakukan hah. .??"


"Laras untuk masalah perusahaan jangan bawa-bawa nama anak-anak. Aku pasti bisa mengatasinya dan satu lagi, tolong jaga ucapanmu itu Tania lebih mengerti segala hal dari Candy"


"Terus saja bela anak sampah itu. . !!Sampai kapan kamu membereskan masalah perusahaan ? ini udah hampir empat bulan Johan, kamu pikir aku tidak memikirkan masalah ini? Huuuuuw semakin lama semakin membuat aku pusing"


"Aku pasti akan membereskannya secepat mungkin"


"Huh kita lihat saja" Laras pergi ke kamar meninggalkan Johan sendiri diruang tengah. "Benar-benar anak sampah tidak dirumah masih saja menyusahkan"


"Tania dimana kamu nak, ayah sangat khawatir" Johan hanya bisa menunggu kedatangan Tania entah kapan akan datang "Semoga kamu baik-baik saja nak"


***


"Kau jangan macam-macam Bram, aku tidak akan menandatanganinya. . .!!!" Tania memberanikan diri untuk melawan Bram


"Tania aku kasih kamu waktu satu minggu"


"Jawabanku akan tetap sama.!! Bram Aku mau pulang" Tania mencoba melangkah keluar dari kamar namun cengkeraman dipergelangan tangannya yang kuat membuat Tania terkejut "Ma. . mau apa kau. !! Lepaskan aku. . . !!!"


"Baiklah kau boleh pulang, nanti aku suruh sopir mengantarmu"


"Hey Lady aku tidak akan membiarkan wanitaku pulang sendiri"


"Sejak kapan aku menjadi wanitamu hah lepaskan aku Bram " Tania berusaha melepaskan tangannya namun kekuatannya tidak mampu mengalahkannya.


"Sejak kita tidur bersama sayang" kata-kata tersebut membuat pipi Tania memerah.


"Itu hanya kecelakaan, aku tidak menganggap bahwa aku adalah wanitamu, tolong lepaskan aku Bram" Tania hanya bisa pasrah.


"Baiklah" Bram dengan cepat mencium bibir Tania hanya menyentuh beberapa detik dan melepaskan ciumannya bersamaan cengkeraman tangannya dan berbisik ditelinga Tania "Aku tau malam itu adalah pengalaman pertamamu"


"Ingat hanya satu minggu Tania waktumu untuk mempertimbangkannya" Bram meninggalkan Tania di kamar tamunya. "Aku tau kamu pasti akan datang untukku dalam jangka tiga hari, oh tidak mungkin bisa besok kamu akan datang, lihat saja Tania Wijaya" dalam hati Bram


"Dion antar dia kerumah harus benar-benar masuk kedalam rumahnya dan siapkan seseorang untuk mengikutinya selama seminggu ini"


"Baik tuan"


"Jangan macam-macam terhadap mainanku. . !!" menunjukkan tatapan tajam kepada Dion.


"Saya tidak akan berani tuan" Bram pergi ke ruang kerja meninggalkan Dion


\=\=\=//\=\=\=


😆 Salam hangat dari RatnaLin buat teman-teman semua yang baca. .😆


Maaf ya up nya belum banyak dan masih jarang.


Kasih semangat ya dengan cara like, komentar, vote dan jangan lupa klik faforitnya biar Kedepannya bisa up banyak.


Sebanyak harapanku padamu . .


😜😜😜😜