Forever Tampere

Forever Tampere
Nasi Goreng untuk CEO


Pergi seharian kemarin, membuat tidurku sangat nyenyak, aku terbangun pagi Hari karena aku janji kepada Fariz kalau Hari ini bagian aku yang menyiapkan sarapan, makan siang dan dinner,aku diminta memasak masakan Indonesia,rencananya Hari ini gak akan keluar rumah, karena besok sudah mulai bekerja normal dan dia mau memberitau aku beberapa Hal tentang pekerjaan untuk persiapan besok.


Kuturuni tangga menuju dapur, lalu aku buka kulkas, semua Laci dan lemari yang berada di dapur untuk mengenal dimana tempat bumbu, sayuran ,bahan makanan dan semuanya.


Hampir seluruhnya aku sudah buka dan aku tersenyum lega,karena semua komplit, aku lihat di barcode harga beberapa botol bumbu Dan plastik plastik rempah rupanya dia Sering belanja di Asian store, jadi setidaknya aku tidak terlalu kuatir rasa yang kumasak nanti akan mendekati dengan masakanku di rumah.


Aku putuskan untuk membuat nasi goreng, namun nasinya tetap nasi yang baru aku buat, menanak nasi di magic com sangat cepat, aku Tau hasilnya kalau nasi di Goreng baru tidak akan selezat nasi sisa kemarin,wkwkwkw.... tapi yah sudah terlanjur pengen banget nasi goreng, aku Tak peduli yang dibuat nanti adalah nasi baru.


Sambil menunggu nasinya matang,aku persiapkan semua bumbu, Dan aku haluskan di chopper,kalau di Rumah diulek rasanya lebih mantap, namun aku ga menemukan ulekan disini,hehe... bumbu sudah halus tercampur rata dan siap dimasak sebagai bumbu nasi goreng ala Keyla di tambah dengan ayam yang di suwir, topping akhir ceplok telor ditaburi bawang Goreng, Oh Tuhan.... nasi goreng yang ini aku merasa 10 Kali lipat lebih berkonsentrasi saat memasaknya, karena aku berharap baso gorengku tidak mengecewakan Fariz,demi mengharumkan nama Bangsa...wkwkwkwkw


Kudengar suara langkah mendekati dapur tepat saat nasi goreng sudah dihidangkan di meja makan


"wow, good job Key, smells so good...apa ini?", Tanya Fariz


"Ini Nasi Goreng Indonesia", ucapku bangga


"Great, I will try Key" Fariz tersenyum


"Please, Fariz..." aku menawarkan hasil karyaku


Kami duduk berhadapan menikmati hidangan nasi gorang buatanku,


"unbelievable Key, this food so delicious, apa namanya di Indonesia Key?" sambil makan Nasi Goreng dengan lahapnya,


" Nasi Goreng...Fried rice" , sahutku


" Yess, tapi ini beda sekali dengan yang pernah aku makan"


"Tentu beda,ini karena buatanku..." ,sambil tersenyum bangga


"wah kamu mulai sombong ya...kamu bisa masak apa lagi Key?" Fariz tersenyum


"Kalau masakan Indonesia sih lumayan banyak yang aku bisa" ,kujawab sambil membalas senyumnya


"Bagus Key, who knows kamu nanti bisa jadi pengusaha resto khusus masakan Indonesia"


"Aamiiin.....I hope so, someday"


"Do you wanna drink coffee, Key? Tanya Fariz


"okay Fariz , aku mau segelas kopi espesso", wanginya begitu menggugah selera,


" ya, aku buatkan 1 untukmu" dengan cekatan Fariz menyiapkan espresso untukku.


Ternyata benar apa kata Mama Laura, he's so nice and sweet, kalau dia CEO itu gift tambahan, tapi...mungkinkah dia masih sendiri,tanpa kekasih? aku bertanya-tanya dalam hati, karena melihat sikapnya yang sangat manis Hari ini, aku sepertinya gak rela kalau dia punya tambatan hati....ckckckckck Key ...!!!! lamunanku ngawur, mengkhayal tingkat dewa itu menyenangkan ya? hahaha


sepanjang mengkhayal ga dilarang rasanya aku akan lebih sering lagi mengkhayal disini, tapi jangan sampai halu key...ingat mengkhayal terlalu tinggi saat tersadar ternyata aku harus terjatuh,itu sakitnya luar biasa lho Key....hmmmm


"Key,Nasi gorengnya benar-benar luar biasa..sebetulnya waktu di Indonesia apa pekerjaanmu? " sambil menyeruput kopi espresso nya dia menanyaiku.


sebetulnya aku sudah katakan pada Sarah, begitu pun dalam Curriculum Vitae yang aku kirim tempo Hari ke Fiesta, semua dataku sudah sangat jelas


" 5 tahun aku bekerja di Bank, kemudian aku membuka usaha Cafe kecil, karena aku sangat mencintai minuman kopi, aku racik , aku mencoba semua kopi lokal Indonesia, saat aku menemukan formula yang Paling enak untuk kopiku ,aku kemas dalam botol Dan dijual dengan kemasan 250 ml dan 1 liter",aku menjelaskan dengan penuh antusias, karena aku memang pada dasarnya selalu penuh semangat kalau membicarakan bisnis yang ringan namun potensial.


"oh Really Key? Kenapa kamu ga sekalian ambil class disini untuk jadi Barista Professional, di Tampere banyak short course untuk Barista" dan Fariz menawarkan, " *apa mau aku carikan tempatnya yang bagus, Key?"


" hhhhmmm ya... aku sangat tertarik, tapi biayanya pasti sangat Mahal, saat ini aku fokus untuk mengumpulkan uang dari gaji aku bermimpi ingin mengembalikan usahaku menjadi normal dan lebih berkembang*" aku menjelaskan planning aku padanya.


sejujurnya upgrade ilmu Dan skill itu sangat aku dambakan, namun yah kembali ke niat awal kesini aku memang berniat bekerja sampai sejauh.ini Tak lain aku ingin mencari uang untuk kebutuhan permodalan usahaku di Indonesia,semoga Tuhan memberkati Usahaku,Semoga....ikhtiar Dan Do'a Tak akan berhenti kulakukan selama aku masih bernafas.


" Kalau kamu tidak keberatan, aku mau memasukkan masakanmu pada menu tambahan spesial di resto Fiesta Tampere,kamu keberatan gak Key? tentu perhitungannya juga jelas,akan aku atur secara professional,gimana? terus namanya apa?"


" Dengan Senang hati Fariz..silahkan, namanya Nasi Goreng CEO", jawabku sambil tergelak


" hahahaha,Key....Kita buat di menu namanya Nasi Goreng Indonesia saja yah, Nasi Goreng CEO terlalu sombong" tawa gelak Fariz membahana di ruangan ini.


Setelah selesai kami sarapan, aku lanjut dengan mempersiapkan bahan-bahan untuk memasak makan siang, rencananya makan siang ini tetap dengan Nasi putih, ditambah aku akan memasak sayur sop ayam Dan goreng ayam sederhana, kalau aku sih akan buat sambal juga, terserah Fariz akan mencobanya atau tidak,aku akan buat sambal sedikit saja,menu makan malam cukup salad Dan salmon dengan segelas jus.


Tak terasa semua urusan perut sudah selesai kami laksanakan, abis Isya ini Fariz akan memberitau aku tentang gambaran pekerjaan aku di Fiesta.


"Key, kalau kamu sudah selesai semua aku tunggu di ruang kerja aku ya, di bawah, dekat ruang Tamu utama, aku tunggu setelah kamu selesai Sholat", Fariz bicara agak tegas


ini yang namanya professional, saat Kita berbincang tadi di dapur,Kita selayaknya teman yang sudah akrab, tapi begitu bicara soal pekerjaan yang sebenarnya, dia memposisikan diri sebagai pemimpin tegas, pemimpin yang mengemba tanggungjawab besar terhadap lajunya kehidupan perusahaan


Tepat setelah Isya,aku menuruni tangga, aku sudah mengenakan piyama, karena semua aktivitas lainnya telah selesai, kecuali briefing ini, kalau sudah selesai perjelasan kerjaan yang akan dimulai besok ini, aku akan segera tidur.