
Hari Jumat telah Tiba..Sarah Dan Mama Laura sudah bertemu dengan Keyla, 2 Malam ini mereka tidur di rumah Fariz,melihat kondisi Keyla yang baik-baik saja, Sarah bersyukur, setidaknya sahabatnya itu sangat tegar dan kuat menerima semua kenyataan ini, tidak terlihat aura kemarahan, yang Ada dia terlihat begitu ikhlas melepas Fariz
" Selamat Kak, akhirnya kakak mengambil keputusan sangat bijak yang seharusnya diambil oleh seorang pria" ,Keyla merubah panggilan ya dengan kakak,mengikuti panggilan Sarah kepada Fariz.
"congratulations for your wedding Marianne, I hope you two always happy forever", aku memeluk Marianne
Setelah semua anggota keluarga menyalami pengantin, aku segera menyelinap meninggalkan kerumunan Tamu keluarga untuk masuk ke kamarku, Serta merta aku melomoat ke tempat tidur ,aku meluapkan kesedihanku, aku menangis pilu... aku berusaha tegar di depan semua orang, demi orang yang sangat kucintai merasa tenang, padahal dengan susah payah aku menahan tangis sejak mereka berangkat ke masjid Dan city hall sampai kembali lagi ke rumah untuk ceremony.
Sudut mata Sarah mengamati Keyla yang Naik ke lantai atas Dan masuk ke kamarnya...
Sarah diam- diam mengikuti Keyla, didepan pintu kamar Keyla, Sarah mendengar suara tangisan Keyla sayup-sayup.... " Ya Tuhan ternyata ketegaran dan senyum ceria yang Keyla tampilkan sepanjang Hari ini hanyalah sebuah topeng belaka,nyatanya Keyla sangat terluka, perasaan dia sangat hancur, suara tangisnya begitu pilu... Key, maafkan kakakku.. ya Allah,beri key kekuatan Dan kesabaran" bathin Sarah
Terdengar suara pintu diketuk, aku segera beranjak menuju pintu Dan membukanya, ternyata Sarah .dengan jelas dia melihat mataku sembab karena menangis cukup lama.
" Boleh aku masuk Key?" Tanya Sarah
"Tentu Sarah.." , Keyla langsung menghambur memeluk Sarah Dan kembali menangis.
" Maafkan Kak Fariz ,key.... kesalahan dia harus ditebus dengan harga yang sangat Mahal...kehilangan dirimu Key, ka Fariz pun sangat mencintai dirimu, namun taksir berkata lain, ka Fariz orang yang baik, tidak mungkin dia menjadi pria brengsek yang tega meninggalkan perempuan yang mengandung anaknya....sabar ya Key" , Sarah mencoba menguatkan Keyla
" Ya Sarah, aku faham..Dan mungkin mulai besok aku akan memikirkan untuk menyewa apartment aku sendiri...aku tidak ingin tinggal disini, aku Tak akan mampu untuk terus melihat dengan dekat Kak Fariz dengan Marianne, maaf..." aku mengutarakan maksudku pada Sarah Dan Sarah menyetujuinya ,dia berjanji akan mencarikan apartment yang tidak terlalu besar untuk aku tempati sendiri
" Sam sudah memberitauku soal apartment untukmu, dia sudah menemukan lokasinya dengan dengan dia....nanti Aku akan pastikan lagi setelah acara ini benar-benar selesai, okay Key, aku kuatir orang-orang akan mencarikan...kamu istirahat saja disini, aku akan menyuruh mbak Yema untuk mengirim makanan ke kamarmu...kamu tidak boleh keluar kamar dalam kondisi seperti ini" , Sarah lalu pamit ke bawah untuk bergabung kembali di pesta Pernikahan Fariz Marianne.
Seolah Ada ikatan bathin, Fariz melihat ke pintu kamar Keyla, yang Mana dia melihat Sarah berdiri disana dengan menempelkan telinga ke pintu kamar
"Ada apa denganmu Sayang? Maafkan aku Key.... tegarlah key, kamu berhak mendapatkan orang yang lebih baik dariku" Fariz menghela nafas panjang.
Sam
Aku sudah menemukan apartment yang tepat untuk Keyla, berada satu gedung denganku, namun di lantai 5, sedangkan aku di lantai 11, lantai 5 untuk tipe 2 BedRooms cukup untuk ditempati Keyla sendiri, Aki sudah datang ke lokasi dan aku bayar untuk setahun ke depan, Tinggal menunggu kapan kesiapan Keyla untuk pindah.
Aku mengedarkan pandangan di lantai 1 aku tidak melihat Keyla, kemana dia? padahal tadi Ada sebelah Sarah Dan Mama Laura.
"Sam, aku di kamar, istirahat, kamu sudah menemukan apartment yang tepat untukku? Bawa aku malam ini, aku akan mengemasi barang-barangku, kalau apartment belum ditemukan, bolehkah aku beberapa Hari menumpang di apartment mu? Ada kamar lain Kan?" , WhatsApp masuk dari Keyla
Keyla seolah Tau apa yang sedang kufikirkan, dia langsung menjawab pertanyaan di benakku melalui WhatsApp...telepati kamu Key, hehehe..
Keyla sedikit.tersenyum dengan balasan chat Sam.
Dua jam berlalu dan sekarang sudah tidak terdengar suara keramaian dari bawah sana, rupanya pesta sudah selesai, waktu menunjukan pukul 4 sore....setelah ku cek riasan mukaku, aku memastikan lagi kondisi mataku yang sudah lumayan Aman, tidak terlalu sembab, aku akan turun dulu kebawah katanya Sam menunggu di Taman depan, mendekati pintu keluar aku mendengar suara Fariz Dan Marianne... " why we must stay in Sarah's apartment? this is your house! tell me your reason,please..." Marianne menanyakan Alaskan kenapa dia harus tinggal di apartment, sedangkan Fariz punya rumah sangat besar dan indah?
"Don't disturb me please...give me time , I feel tired, I need to relax unless for couple hours, I think you need to take a rest too, Ann... change your clothes then we can rest for a while in my room before we leave this house tonight" Fariz berusaha lembut untuk menghindari Marianne merasa stress
Aku memastikan mereka masuk ke dalam kamar dulu, setelah itu baru aku akan turun...
" Sam...kamu disini rupanya, aku tadi mencarimu di Taman depan, taunya kamu menunggu di Taman belakang, gimana sih kamu?" , kutepuk bahunya Sam, dia pura-pura meringis..meledekku...hahaha Sam
" Jadi kamu mau jam berapa pergi dari sini?" , Tanya Sam padaku
" Sepertinya sekarang lebih baik, toh Tamu sduah bubar semua...mama Laura Dan Sarah jugs sedang istirahat...maksudku kopernya aku siapkan dulu disimpan ke mobilmu..nanti kita tinggal pamit saat hendak berangkat, okay" aku menjawab dengan cepat sambil kutarik tangan Sam untuk segera membantuku membawakan koper 2 besar milikku itu.
"Siiippp, setuju...tapi aku akan meminta bantuan pa Faisal juga yah,biar dia membantu aku mengangkat kopermu yang pasti berat itu, semua sudah do packing rapih Kan Key? pastikan tidak Ada yang tertinggal" Sam mengingatkanku
Pa Faisal Dan Sam mengangkat koperku untuk dimasukan ke bagasi Mobil Sam..aku mengetuk pintu kamar Sarah dan Mama Laura dibawah Dan aku berpamitan pada mereka, aku sudah mendiskusikannya dengan Sarah.
'"Okay Keyla,,, stay strong, keep in touch ya, jangan lupa kapan-kapan saat libur ajak Sam ke Helsinki"
Malam ini aku pergi meninggalkan rumah setelah berpamitan juga pada mbak Yem yang menangisi kepindahanku Dan ke Mas Faisal, aku hanya tidak berpamitan pada CEO Dan Istrinya karena mereka sedang beristirahat...entah bagaimana selanjutnya setelah aku memutuskan pindah, mungkin saja mereka akan tinggal di rumah ini.
Fariz
Aku terbangun saat waktu sudah menunjukan pukul 7 malam, pantas saja aku terbangun karena ini sudah saatnya dinner, aku merasa lapar, perutku minta jatah.
"waduh, aku benar-benar tertidur pulas, begitu juga Marianne, mungkin Ada baiknya malam ini kuputuskan untuk tidur disini"
Aku menuruni tangga langsung menuju dapur, disana Ada mama Dan Sarah sedang menunggu mbak Yema menyelesaikan makannya untuk makan malam.
" Keyla tidak dinner ?, aku bertanya pada Sarah
" Oh iya Keyla sudah pamit pada Kita semua, sekarang dia tinggal di apartment yang satu blok dengan Sam, tadi jam 5" Sarah menerangkan keberadaan Keyla
"Akhirnya aku benar-benar kehilangan kesempatan untuk hidup bersama Keyla" Fariz menunduk, fikiran dan perasaannya berkecamuk, hanya Ada sesal tertinggal dalam hati