Forever Tampere

Forever Tampere
Bye Helsinki, Wellcome Tampere


"Key, kamu segera berkemas, nanti aku jemput ke apartment, aku sekalian berpamitan dengan ibuku, Kita berangkat malam, cukup waktu 2 jam untuk sampai Tampere"


Rasanya aku baru mendengar suaranya melunak, mungkin cape juga atau sduah kehabisan energi, dia lapar, makanya suaranya melemah,baterainya butuh chas


hehehe...


"ok Tuan, aku pamit dahulu ke teman-teman lain, kalau aku akan mulai bekerja di Tampere besok"


"Sarah, I will go to the resto and then back to apartment, I will pack all my stuffs, see you"


aku pamit pada Sarah menuju resto


Di Resto aku pamitan ke semua teman terutama Shima, aku ucapkan Terima kasih atas kerjasamanya dan kesempatan diberikan pengetahuan baru seputar Resto Dan Catering elite, kami semua bertukar nomor WA supaya kalau kangen bisa kontek


Aku berjalan menyusuri Kota Helsinki dari Fiesta ke Sleep well Apartment, jam 4 semilir angin sepoi sepoi bulan september, belum memasuki winter, tapi tetap terasa dingin, Finland memang menjaga keseimbangan alamnya dengan baik, aku perhatikan smua jalan, taman tertata sangat baik,.aku mulai mencintai negeri kecil ini.


Tak berasa jalan 10 menit hanya diisi dengan lamunan indah ,selalu Ada asa yang terselip dalam hati, Dan mimpi yang selalu terpatri dalam jiwa.


"Mam, how's your day? In the office, I met Mr Fariz and he will pick me up tonight , I will join with him in Tampere Branch"


aku menyalami Mama Laura, Dan memeluknya, ritual setiap hariku sepulang kerja


"Yess Key, he has truly sweet heart, but you know he's very silent"


mama Laura bicara tentang Fariz


" It's okay mam, no problem, maybe I will not to be talkative anymore" ucapku sambil tertawa, karena membayangkan aku bakal banyak diam


aku disana bekerja sebagai sekretaris pribadinya, hasil dari wawancara singkat tadi, jadi aku Tau pekerjaanku nanti, hmmm semoga Dewi Fortuna menaungiku selalu.disaat aku harus bekerja dengannya.


Lamunanku buyar, saat Sarah Dan Fariz datang ke apartment, dia bilang akan menjemputku malam, koq.sudah datang? oh mungkin terlalu rindu pada ibunya, katanya Fariz datang hanya sebulan sekali itupun Paling hanya satu jam menemui ibunya


Sarah menghampiriku, Come on sister, let's packing your stuffs, I will assist you"


"No,Sarah, thank you,to be honest, when you said in the day 15th I will work in the new place ,I already packed my stuffs, only need to enter my personal care right now, that need 5 minutes"


Mama Laura dengan cekatan menyiapkan makan malam , padahal anaknya punya resto besar, tapi mamanya selalu memilih masak di rumah, karena masakannya emang TOP dan ternyata resto nya Fariz banyak mengadopsi masakan mama Laura.


Melihat Fariz berbicara ke mamanya dengan bahasa Suomi terlihat sangat santun Dan penyayang, matanya aku Tak melihat sorot Mata tajam penuh kebencian, tapi kepada mamanya sorot Maya yang hangat penuh cinta,loh loh koq aku jadi memperhatikan dia, hehehe terpesona.


sejam berlalu...Alarm ku berbunyi, Tanda waktu sholat ashar, aku bersiap ambil wudhu, Dan tempat wudhu dan ruangan yang dijadikan mushola oleh Sarah sudah Ada Fariz, oh ternyata Fariz pun mengikuti agama ayahnya, tapi aku salut melihat cara mereka memperlakukan ibunya, sangat mulia, aku lihat Sarah setiap minggu mengantarkan mama Laura ke Gereja, indahnya perbedaan yang didasari toleransi tinggi.


Aku hanya teringat kalimat bijak, kalau seorang pria memperlakukan baik kepada ibu dan saudara perempuannya, maka dapat dipastikan dasarnya dia baik TITIK


duh kenapa ngelantur mau sholat ashar ini ya ampuuun...Maafkan Keyla Ya Allah...


Setelah aku sholat Dan mengemasi semua barangku, aku keluar kamar, rupanya mereka sedang bercakap cakap dengan bahasa Finnish, sepertinya agak serius, koq aku merasa apa mereka sedang membahas aku soal di Tampere atau gimana? karena terdengar namaku selalu disebut dalam percakapannya Dan mereka begitu serius terkadang seperti berdebat, aku putuskan untuk kembali ke kamar,sampai Sarah mengetuk pintu kamarku


"*are you ready, key?"


"yess, of course Sar*" aku jawab tersenyum


Lalu Fariz " ok key,let's go..." berlalu meninggalkanku


Dan aku membawa 2 koper, dibantu Sarah ke parkir Mobil Fariz


di parkir depan apartment,Fariz mengernyitkan dahi Dan setengah berteriak dia bilang, are you crazy Key? gimana bisa koper besar 2 masuk ke Mobil ku?


hmmmmm padahal sangat bisa, gini-gini juga di Indo aku pernah Naik Mobil mewah


sambil memasukan koper ku ke bagasi dengan muka masam,dia mempersilahkan masuk aku memilih duduk di Belakang, aku pamitan pada Sarah Dan Mama Laura...terus terang aku merasa sudah sangat nyaman tinggal bersama mereka, aku menyanyangi mereka seperti keluarganya, sekarang Tak taulah gimana kehidupanlu selanjutnya dibawah kekuasaan yang bisa kupastikan seperti jaman penjajahan,huh CEO sombong, dengusku dalam hati!


Mobil mulai melaju...mungkin sekitar 1 km meninggalkan Apartment Sarah Tiba Tiba Mobil di rem mendadak Dan berhenti ke pinggir


"Key, pindah ke depan memangnya aku sopirmu" dengan hanya menatap dari spoon memberiku perintah dengan sangat, duh Mr CEO bisa Kan ngomongnya pelan Dan manis, Cara kamu menatapku, aku merasa Alan ditelan hidup- hidup olehmu pak CEO


"oh iya iya baik aku pindah ke depan" dengan terburu2 aku pindah ke jok depan sebelah si Ganteng sadis.CEO ku


" Ingat ya key, tidak.ada satu ucapanku yang boleh kamu bantah"


"Baik Tuan" sambil lalu aku jawab lalu aku menatap jalan yang lengang namun sangat indah terlihat lampu-lampu sepanjang jalan.


"Aku tidak suka kamu bicara tapi tidak menatapku,key"


"baik Tuan" Dan begonya aku lupa menatap dia


ckiiiiittttt...mengerem dadakan lagi,


"key! aku bilang aku tidak suka kalau bicara kamu tidak menatapku"


"Tapi Tuan sedang menyetir Mobil, aku kuatir mengganggu konsentrasi Tuan Maafkan Saya"


aku tidak bisa menahan airmata, karena entah berapa Kali aku dibentak, aku pun punya hati Dan rasa sakit hati, dibentak tanpa Tau Alasan pasti, tidak Ada Alasan sebenarnya untuk memakiku,membentakku, huh dasar CEO Ganteng Aneh ! hanya gerutuan dalam hati


Dia melanjutkan perjalanan Tanpa suara lagi, mungkin dia merasa ga enak hati melihatku menangis ,dia melihatku sekilas tadi, saat aku merasa shock diperlakukan sangat tidak baik, dibentak yang Tak jelas, jangan jangan dia darah tinggi parah yah, koq marah marah jadi hobi, semua tanpa perlu Alasan yang PENTING bisa membentak, aneh Kan?


Tak Terasa akhirnya aku baca tulisan Tampere, berarti sudah sampai Tujuan.