
Perintah yang diberikan Tuannya semalam, tentu saja dia tidak ikuti, karena dia tau benar bahwa Hari ini Kantor Fiesta tutup, tetapi dia tetap akan membantu mencari tau dimana sekarang Keyla tinggal.
"Yema, coba telephone atau kirim pesa, n" pada Non Keyla, tanyakan dimana non Keyla sekarang tinggal? , Faisal bicara pada istrinya,
"Iya, aku akan kirim pesan, terlalu pagi untuk telpon, takutnya malah mengganggu non Keyla" Yema menjawab permintaan Faisal
" Nona Key, apa khabar? aku Mbak Yem, udah kangen aja non... sekarang non Keyla tinggal dimana? kasih tau Mbak Yema yah nanti Kan mbak Yem kalau dapat jatah libur dari Tuan, mau nengokin non sambil bawa nasi goreng"
hmmmmm...pagi gini mbak Yema udah kirimi pesan lewat Whatsapp, kayaknya ini perintah Fariz, feeling aku sih seperti itu.
"iya mbak Yem, nanti Aku kabari dimana tempat tinggalku, aku sekarang belum mendapat tempatnya, ini masih numpang di apartment nya Sam" , aku membalas pesan dari mbak Yem.
Di Pyynikintori mbak Yem membaca pesan dari Keyla.
"Mas... non Keyla sudah membalas pesanku, dia belum mendapat tempat, tapi sekarang non Key Aman, dia tinggal di apartment nya Tuan Sam", mbak Yema memberitaukan kepada Pak Faisal.
Yema
Aku harus menyiapkan sarapan pagi apa ya kesukaan Nyonya besar Laura, Non Sarah Dan Nyonya Marianne?
Karena mereka orang Eropa, mungkin lebih baik Aku Hanya menghidangkan Roti dan Toppingnya di meja, Buah-buahan juga, kalau susu dan jus baiknya nanti saja langsung, lebih segar ambil dari kulkas.
oke, semua sudah selesai
Aku akan melihat dulu Mr Heikki diluar, dia datang seminggu 2 Kali ke rumah, dia bertanggung jawab pada Taman luas di rumah Tuan Fariz ini.
Ternyata Tuan Fariz sedang duduk di teras depan rumah
" Mbak Yema...aku minta tolong dibuatkan espresso untukku, aku ingin minum disini... Oh iya, jangan lupa sampaikan ke Pak Faisal, dia tidak perlu ke Kantor Fiesta, aku lupa kalau kantor di liburkan mbak" , Tuan Fariz memintaku kopi sekaligus mengkoreksi perintanya semalam.
Aku tersenyum, karena aku dan mas Faisal memang tau kalau Kantor Fiesta memang libur.
Aku menuju dapur untuk membuatkan kopi espresso untuk Tuan Fariz....di dapur, Nyonya Marianne sedang berbicara dengan Nona Sarah, aku mengucapkan selamat Pagi Dan segera meninggalkan mereka dengan membawa kopi yang diminta Tuan Fariz.
" Selamat Pagi Non Sarah..Nyonya Marianne, apa Ada yang mau dibuatkan sesuatu untuk sarapan pagi? tunggu sebentar ya..saya segera kembali, ini mau memberikan dulu pesanan kopi Tuan Fariz"
" Dimana Kak Fariz, mbak Yem?, Tanya nona Sarah
" Di teras non, sedang melihat-lihatTaman Dan tadi sedang bicara d2engan Mr Heikki" , jawabku cepat
" Okay, please mbak Yem antarkan dulu kopinya", Nona Sarah tersenyum, namun kulihat sekilas kenapa Nyonya Marianne terus menunduk Dan diam saja...ah sudahlah Yem, bukan urusanmu, urusan orang-orang kaya lebih ribet mungkin, aku tersenyum sendiri...
" Silahkan Tuan...ini kopinya", aku meletakkan cangkirnya di meja
"Sebentar Mbak Yem... Kamu Tau perginya Keyla kemarin?", tiba-tiba saja Tuan Fariz menanyakan non Keyla
Tentu saja aku tidak bisa berbohong padanya
" I..iiii...yyaaa....Tuan, kemarin non Keyla pamitan pada kami sebelum pergi' , aku terbata-bata menjawab pertanyaan Tuan Fariz yang cukup mengagetkanku.
" Berarti kamu Tau dong Mbak Yem, tinggal dimana Keyla sekarang? " sambil tersenyum Dan terlihat Mata penuh harap.
" Non Keyla bilang dia belum mendapat apartment nya Tuan, namun sekarang dia Aman tinggal sementara di apartment nya Tuan Sam", aku menjawab pertanyaannya Dan berharap Tuan Fariz senang Dan merasa tenang dengan informasiku
" WHAT...!!!!! KeylaTinggal dengan Sam? kenapa dia meninggalkan rumah tanpa pamit padaku" Matanya melotot terlihat menyimpan amarah, ternyata Tuan Fariz bukan senang mendengar jawabanku tapi dia terlihat marah, fikirku habisnya dia aneh, kalau cinta dengan non Keyla kenapa menikah dengan non Marianne? aku hanya bisa menyimpan pertanyaan ini dalam hati, melihat Tuan Fariz sudah terdiam, aku segera permisi untuk kembali ke dapur.
" Maaf Tuan, tidak Ada makanan yang mau diambilkan lagi kesini?kalau sudah, Saya akan kembali ke dapur, Tuan... disana sudah Ada Nona Sarah Dan Nyonya Marianne , mungkin mereka akan memerlukanku untuk menyiapkan Sarapan Pagi " aku mundur Dan segera meninggalkan Tuan Fariz..
Sebetulnya aku agak ketakutan melihat dia tadi terlihat begitu emosi, karena selama aku bekerja disini, aku tidak pernah melihat Tuan Fariz marah.
Sekembalinya ke dapur, aku sudah tidak melihat non Sarah, rupanya dia sudah meninggalkan dapur, dia sudah menyelesaikan sarapannya, terlihat dari piring dan gelas bekas Nona Sarah di Kitchen Sink..sementara di Kursi makan aku melihat Nyonya Marianne masih duduk ...menunduk, sesekali dia kibaskan rambutnya, menatap ke luar ..menghela nafas panjang....terlihat sekali dia sedang galau, resah dan sedih.
Aku menghampirinya...untuk menawarkan sesuatu yang bisa dimakan
"Nyonya...apa Ada makanan yang Nyonya inginkan?dari tadi Nyonya belum makan sesuatu" aku bertanya karena kuatir makanan yang tersedia tidak Ada yang dia sukai
" Yema..I cannot speak Bahasa fluently, I just know Bahasa a little bit cos Fariz and Sam speaks Bahasa Indonesia very good, we have branch in Bali, sometimes we discuss with them, but don't worry, I understand what you talked it" , ternyata Nyona Marianne sangat baik dan ramah, walau sejak pertama bertemu dengannya sekitar 2 Tahun lalu, Aku sangat jarang melihatnya tersenyum, tipikal orang Eropa, seperlunya saja...namun kali ini aku melihatnya tersenyum.
" Yess, mam... I can speak English a little, I cannot speak English fluently" , Aku menjawab dengan Bahasa Inggris sebisanya.
" Yema, please speak Bahasa, I do understand... and you know I really want to speak Bahasa, I will bicara Bahasa Indonesia terus supaya fluent ya Yema, you must Bantu I belajar, okay" Nyonya Marianne kembali tersenyum.
Aku jadi ikut tersenyum mendengarkan Nyonya Marianne bicara campuran gitu, koq aku jadi ingat Cinta Laura yah? Secara Aksen nya Nyonya Marianne itu terdengar sangat Germany bukan Finnish.
Faisal baru saja menyelesaikan pekerjaannya mencuci Mobil yang biasa dia kendarai, saat dia melihat di Teras Ada Tuan Fariz, dia memutuskan untuk menghampirinya dia akan memberikan laporan yang dia ketahui tentang Keyla kepada Tuannya, sesuai dengan Perintahnya semalam.
" *Tuan...aku mau melaporkan kalau aku tidak pergi ke Kantor Fiesta Hari ini, karena kantor Kan tutup, diliburkan oleh Tuan sendiri.. tapi aku sudah tau dimana keberadaan Nona Key..."
" Cukup Pak Faisal!!! aku tidak mau mendengar lagi kalau Keyla sekarang tinggal di apartment Sam* !!! " , Tuan Fariz bangkit dari tempat duduknya dengan nada meninggi Dan Mata yang menyala sangat emosi
" Ma'af Tuan..."
Faisal
Aku bingung, bukannya perintah Tuan untuk mencari Tau keberadaan non Keyla? Lalu kenapa saat aku laporkan hasilnya karena sesuai perintah beliau, koq Tuan Fariz malah sangat marah, Aaah orang kaya mah bebas...yang PENTING aku sebagai pegawai nya yang setia, aku ikuti perintah Tuan sebaik mungkin.
Fariz berjalan menuju dapur, dia melihat Marianne Dan berbicara padanya,
"Ann..Don't forget for your vitamin and drink Milk, choose the healthy food only" Fariz mengingatkan Marianne dengan tegas.
" Okay, I will..thank you" , jawab cepat Marianne
" Mbak Yem, nanti setelah selesai pekerjaan dapur kamu minta izin Ke Marianne untuk masuk kamarku terus pindahkan semua baju dan perlengkapan pribadi aku ke kamar bekas Keyla" dengan nada perintah yang sangat tegas,lalu Fariz mengambil sebuah Apel Dan meninggalkan Marianne di dapur.
Tinggal Marianne dan Mbak Yema sibuk dengan fikirannya masing-masing , terutama dengan mbak Yema,Tanda Tanya besar baginya apa yang sebenarnya terjadi dengan pernikahan Tuannya.