
Tak terasa ini Hari ke 14 aku bekerja, sehari bekerja hanya 5 jam, kalau dibandingkan dengan rupiahnya Indonesia gaji disini tinggi,Dan biaya lain pun tidak terlalu Mahal, mungkin karena aku masih numpang di apartment Sarah terus makan siang dapat jatah di resto, jadi yah Paling beli kebutuhan pribadi aja, yang bisa banget ngirit, yah aku kerja ke Finland dengan penuh pengharapan, aku bisa mengumpulkan yang untuk modal kembali berusaha di Indonesia.
"Keylaaaaa......" suara Shima memanggilku, benar-benar membuyarkan lamunanku
Ada apa Shima? aku menjawab dengan terperanjat
"waduh Keyla sedang melamun rupanya, maaf aku membuatku shock, aku hanya mengingatkan Hari ini Mr Fariz akan datang tengok resto nya yang di Helsinki, sekarang beliau menetap di Tampere, karena yang di Tampere resto nya sedang dibuat hotel pula, jadi beliau jarang jarang tengok kemari"
Shima masih nyerocos menghadapku
Sementara di belakang dia aku melihat sosok tegap, tinggi, Ganteng,Tapi tatapan matanya menusuk jantung, sorot tajam berasa mau menelanku, terlihat begitu angkuh namun sangat mempesona, susah mendeskripsikannya, tapi itu membuatku sangat ciut, melihat dari postur tubuhnya aku perkirakan tingginya diatas 175cm,aku mungkin hanya sepundaknya,badannya atletis,proporsional, memakai stelan tuxedo,sempurna! oh Tuhan siapa lagi ini? kenapa disini banyak makhluk Ganteng? tapi yang ini ga Ada senyum sedikit pun,sombong!
Aku tidak mendengarkan lagi suara Shima bicara apa, dia masih nyerocos, sampai si pria itu bicara
"Shima,apa yang kamu kerjakan? kamu hanya bisa menggossipkan aku ke perempuan ini?
Oh My God, dia bisa bahasa Melayu, malah aku fikir lebih ke Bahasa Indonesia
seketika Shima membalikan badannya , kaget Dan gugup
"Mmmmmmaa'af Mister, aku hanya memberitahu Keyla kalau Tuan Pemilik resto akan datang" Shima mengucapkan kalimat dengan sangat terbata-bata.
aku menjadi penasaran segalak apa nih si boss? se sombong apa CEO Fiesta ini???
"Haruskah Dia mengenalku? rasanya kalau aku tidak mau mengenalkan diri padanya ,tidak jadi masalah bukan?" dengan
dinginnya dia menunjuk padaku saat bicara pada Shima
"but it's Okay, karena Shima sudah membicarakan aku pada kamu, aku perkenalkan diri sekalian, namaku Fariz, aku kesini untuk menerima laporan dari Sarah tentang karyawan dari Indonesia yang akan dipekerjakan di Tampere, karena aku harus pastikan dia kredibel untuk bekerja denganku"
Dia mengulurkan tangannya kepadaku untuk bersalaman, Dan aku masih terperangah, terkejut, entah makhluk apa yang membuatku jadi bengong seperti orang linglung, sampai Shima Menepuk pundakku
"Keyla, Mr Fariz mengajak salaman, kamu malah diam, Tak membalas Salamnya"
cepat tersadar aku mengulurkan tangan, tapi dia malah melengos membalikan badannya...Ya Tuhan, benar-benar sombong !
semua karyawan disini baik, tidakkah si.CEO mau bersikap ramah juga seperti para karyawannya, oooh poor me! ternyata aku ditempatkan di Tampere, yang notabene disana CEO berkantor
duh, kacau kacau kacau...gerutuku dalam hati
seolah memahami apa yang kurasakan, Shima mencoba menenangkanku,
" Tenang Key, Tuan Fariz itu baik, apalagi kamu Kan sekarang tinggal dengan ibu Dan adik kesayangannya, pastilah Tuan akan sangat baik padaMu"
"what? apa yang kamu cakapkan Shima? ibunya Tuan Fariz maksudnya Mama Laura? adiknya Tuan itu Sarah?" pekik aku
"sssstttt...iya, lah memangnya Key Tak Tau? kenapa bisa Tak Tau, Shima fikir Key hanya Tak Tau wajahnya saja, tapi siapa dia Key dah faham" Shima mengernyitkan dahi, ketidakpercayaan dia dengan apa ucapanku yang tidak Tau kalau Fariz adalah Kakaknya Sarah, anaknya Mama Laura,yang penuh kasih, menganggapku seperti anaknya sendiri.
Karena di Apartment ga Ada satupun foto Mr. Fariz ,padahal Sarah Dan Mama Laura sejak awal sudah bercerita , kakak laki-laki Sarah namanya Fariz tapi hanya itu ceritanya,ga Ada tambahan keterangan apapun dimana dia sekarang,kerjanya apa,apalagi fotonya,samasekali ga Ada,jadi yah wajar aku Tak Tau apa-apa soal dia.
Tim menghampiri Kita Dan bicara bahasa Finnish ke Shima, lalu tersenyum padaku, Shima bilang aku ditunggu di ruangan ibu Sarah,di kantor sebelah resto, aku berjalan lunglai menemui Sarah, aku Tak bersemangat karena aku Tau pasti dia memberitaukan aku harus pergi dari Helsinki menuju Tampere.
"Hi sister, you look so tired, are you okay,key?" selalu dengan ramah Dan manis dia menanyakan kondisiku, mungkin dia lebih melihat aku sekarang ,ini orang kusut banget mukanya, apa perlu setrikaan?
Di Belakang Sarah Ada Mr CEO itu sambil memandang keluar jendela, aku takut kerja dengan dia Sarah, please amankan aku untuk tetap kerja disini, sayangnya hanya mampu aku utarakan dalam hati.
"well,Keyla, I wanna introduce my brother, he's the one and only my brother, Fariz... bro, let's talk with us, I wanna introduce you to Keyla" Sarah mengajakku bicara sekaligus Kakaknya juga
" No need it Sar we already talked... betul Keyla?" dia menatapku tajam
"Yess, true Sarah, we already talked in the pantry" aku berusaha menenangkan diriku sendiri Dan mencoba meleburkan diri, mencairkan suasana,namun itu Wajah Ganteng gitu kenapa jutek sekali wooooyyy gak bisa gitu dikondisikan, kalau menatap jangan terlalu tajam, aku tuh sering hilang konsentrasi karena terlampau ketakutan, tolong dong Mr CEO ku, demi ketentraman hatiku,please baik-baik lah padaku.
"Ok Keyla, Kita bicara to the point,.intinya Masa trainingmu selesai Hari ini disini, kamu akan aku bawa untuk di tempatkan di Tampere,bekerja di bawahku langsung, Dan jangan coba banyak membantah Dan membangkang ucapanku, cukup turuti.perintahku"
secara spontan aku memotong pembicaraannya Dan berbicara pada Sarah
"Sarah,what should I do? do you have recommendation for me for rent an apartment there in *Tampere?"
" No, Key...my brother has a nice apartment for you, you can stay there , I guarantee you will be safe in his hand, trust me..you are my dear sister*" sambil memelukku Sarah meyakinkan aku
" Keyla, jangan pernah memotong pembicaraanku, aku pria baik-baik, hanya aku tidak akan pernah bisa bermanis manis,banyak basa basi seperti Indonesian"
aku agak melotot dengan perkataanya, tapi yah sudahlah..terima nasib, kerja dengan CEO Ganteng tapi super duper jutek, hwuaaaaa