
Jam 7 saat aku menuruni tangga menuju dapur,sekilas aku melihat Fariz sudah tapi hendak berangkat kerja, sementara aku masih memakai piyama.
Namun aku Tak menyapanya, karena kulihat dia terburu-buru
"Key, sampai Jumpa di Kantor, Pak Faisal suruh antar Keyla ke Kantor jam 8:30 mbak",dia memberi perintah halus pada mbak Yema, masuk ke dapur hanya mengambil Apel.
"Tuan, tidak sarapan dulu? kemarin belanja semua komplit Tuan" , mbak Yema menawarkan sarapan pada tuannya
"Aku Ada meeting dengan beberapa sub kontraktor , mbak Yem, sudah ga Ada waktu, karena appointment ku pukul 7:30, okay,bye semua", keluar meninggalkan kami.
Aneh, jam Kerja Kan mulainya pukul 9 kenapa pagi begini sudah janji meeting,hmmm namanya juga CEO yah..urusannya tentu buanyaaaak.
Pukul 9 kurang aku sudah sampai Kantor,langsung Naik lift Dan menuju ruanganku... di lantai dasar sudah terlihat aktivitas ,tetapi sampai di lantai 3 masih sepi, di lantai ini memang hanya Ada ruang meeting besar, ruang manajer HRD,ruang Manajer Marketing dan staffnya , ruang CEO Dan ruanganku, Sekretaris CEO.
Saat aku keluar Lift, lagi-lagi aku melihat sosok couple didepanku siapa lagi kalau bukan Marianne yang berjalan beriringan dengan Fariz,hmmmmm pagi begini sudah berduaan.
Saat fikiranku kesana kemari, mereka kompak menolehku ,
" Good Morning ,Key...", Marianne ramah menyapaku
"Good morning Marianne", Aku menjawab dengan ramah Pula,
Tak Ada adegan menyesakkan lagi, Fariz terus berjalan ke ruangannya dan Marianne masuk ke ruangannya,Aman,hahaha
Alhamdulillah ..setidaknya pagi ini dimulai dengan senyuman.
"Key,di lobi utama 30 menit lagi jangan lupa"
Isi pesan Whatsapp dari Sam, aku tersenyum, karena kalau urusan makan, aku memang hobi mencoba kuliner dimanapun Ada kesempatan,hajaaarrr!!!
Aku tergesa membenahi pekerjaanku, membawa dompet dan handphone, sekilas kusapukan bedak di pipiku Dan di olesi lipstick pink , uhuuuyy ternyata aku cantik juga...hehhe..sekali-kali lah memuji diri sendiri
Bergegas keluar menuju lift..aaaaahh ternyata dalam lift sudah Ada Fariz Dan Marianne, aku masuk agak kikuk, begitu juga Fariz yang terlihat agak salting,mungkin dia merasa gak enak hati ga pamit saat makan siang,memang ya aku akan minta dia ajak gitu, gak mungkin lah, aku menawarkan diri,huh,kesel!
"Key, kamu mau makan siang Kan? mau bareng dengan Kita? aku dan Marianne makan di Resto Fiesta ,ajak Fariz untuk mencairkan suasana, namun sekilas kulihat Marianne dia agak berubah raut mukanya, tentu saja dia tidak akan suka kencang makan siangnya diganggu sekretaris sang CEO, hahahaha
"oh terima kasih, silahkan saja kalian berdua, selamat makan siang boss" , aku tersenyum Dan bergegas keluar saat pintu lift terbuka.
Sam sudah menungguku sambil tersenyum,padahal bisa aja Sam menemuiku di ruanganku yang Ada di lantai yang sama dengannya, tapi tidak dia lakukan,dia lebih memilih menunggu di lobi.
Aku menghampiri Sam, Sam memegangi pundakku dan kami berjalan menuju Parkiran.
Fariz
Mau diajak kemana Keyla sama Sam? ah sialan! Sam sudah mendahuluiku, secara frontal dia sudah berani mengajak Keyla keluar, si Keyla lagi,ngapain mau diajak orang yang baru dikenal 2 Hari? huh dasar! Kira-kira mau kemana mereka? aku Tau Sam itu Playboy Keylaaaaa, please jangan sampai kamu terbujuk rayuan Sam.
Terlihat raut muka Fariz berubah seperti menyimpan amarah
Fariz mempercepat langkahnya menuju Parkiran dan Marianne susah payah mengikuti langkah panjang Fariz, dia memakai high heels 11 cm bukan Hal mudah untuk berlari kecil.
Braakkk!!! Suara pintu Mobil ditutup kencang, Marianne belum duduk dengan benar, Mobil sudah melaju kencang mengikuti Mobil yang dikemudikan Sam.
Marianne
Kenapa Naik mobil? bukannya tadi Kita sepakat untuk makan di Resto Fiesta karena Kita mau mengetest rasa dari menu baru yang dimasak chef Baru dari Turki? gak perlu Naik mobil, karena lokasinya tepat di sebelah gedung perkantoran Kita, Dan Fiesta adalah restoran milik Fariz juga,hmmmm...kenapa Fariz terlihat sangat marah saat Keyla berjalan berdua dengan Sam? itu haknya mereka, toh mereka berdua sama-sama single, so what? no problem with them...atau? well...well..well..I guess he's so jealous to Sam, cos he like Keyla, is it true? Dan satu lagi yang menjadi Tanda Tanya besar, haruskah Kita jadi bergabung makan siang bersama mereka? Oh God....!! damn Keyla!!
fikiran berkecamuk di kepala Marianne, dia rasanya mau marah pada Keyla, kecewa pada Fariz,mau menjerit kalau kenyataannya sama seperti dugaanku.
Melihat dari kaca spoon ,dia bertanya dalam hati, kenapa Mobil Fariz mengikuti Kita? apa Ada yang salah kalau aku makan siang dengan Sam? atau Ada aturan sekretaris nya hanya boleh makan dengan CEO atau harus di dalam kantor? memecah keheningan dalam Mobil ,aku bertanya pada Sam
"*Sam, apakah Ada aturan kalau sekretaris direksi harus makan didalam? tidak boleh keluar Tanpa CEO?"
" Kami ada-ada aja, gak Ada lah aturan seperti itu, kecuali sekretaris ya itu istri CEO Kali key*",Dia menjawab sambil tertawa terbahak
Iya juga sih..aku juga sebetulnya berfikir begitu,Masa iya, tapi saat melihat Fariz terus membuntuti Mobil Sam muncul Analisa itu.
Sampai di Ravintola Koja, restoran ini tempatnya cozy, kami memilih tempat duduk menghadap Taman, saat membaca menu, ujung kataku menangkap sosok yang sudah berdiri di depan meja kami,
" Aku ikut bergabung ya Sam", Fariz menarik Kursi dan duduk di sebelahku
"Oh kamu, kenapa bisa Tau kami kesini?", Tanya Sam pada Fariz
Rupanya Sam benar-benar tidak memperhatikan Mobil Fariz yang dari tadi membuntuti mobilnya, dan Fariz tentu saja tak menghiraukan pertanyaan Sam, hanya Marianne langsung bicara,
" Yess Sam, I don't know what happened with him,tadinya Kita hanya mau makan di Fiesta karena mau mencoba masakan baru dari Chef Turki yang baru itu Sam, entah kenapa berubah jadi kesini"
"Sudahlah, Ayo Kita pesan makanannya" ,seru Sam.
Dan suasana lunch itu menjadi sangat tidak menyenangkan, apalagi untuk aku,karena beberapa Kali aku menerima pesan Whatsapp dari Fariz yang sebenarnya duduk di sebelahku
" Key,jangan jadi wanita yang mudah dirayu, Sam itu Playboy, aku kuatir kamu dibawa kemana, makanya aku ikuti Mobil dia yang membawamu"
Aku agak tidak suka dengan statement nya Fariz,karena ini hidupku,aku bukan bocah ingusan yang tidak Tau Mana yang baik Mana yang harus dihindari, lagian Sam menawarkan pertemanan, apa salahnya? aku balas chatnya
"Terima kasih atas atensinya, namun rasanya kamu tidak berhak mengaturku sedemikian rupa, kalaupun Sam Playboy,salahkah Kita berteman? dia tidak merayuku,dia laki-laki yang baik"
"Kamu adalah tanggungjawab ku, kamu bekerja padaku, kamu tinggal di rumahku, Dan aku pernah katakan padamu, jangan pernah membantah ucapanku, faham?!!!"
Rupanya Fariz benar-benar marah padaku.
Selesai makan siang itu, tanganku ditarik oleh Fariz dia membawaku ke mobilnya dan,
" Sam, bawa Marianne kembali ke kantor sekarang,aku dengan Keyla"
Sudah menjadi perintah yang tidak bisa dibantah semua,dengan kesal, aku menaiki Mobil Fariz Dan aku melihat Marianne Dan Sam juga sama-sama memperlihatkan raut wajah tidak suka, namun Fariz mengacuhkannya, dia masuk ke dalam Mobil,membiarkan Mobil Sam yang melaju terlebih dahulu,kemudian Mobil Fariz keluar dari pelataran Parkir restoran,hanya saja Mobil Sam mengambil arah Kiri, Dan Mobil yang kutumpangi ke arah Kanan,yang salah rute siapa? aku hanya mampu bertanya dalam hati, melihat muka Fariz masih penuh amarah,aku hanya mampu diam sambil menunduk.
Mobil Fariz menepi memasuki halaman parkir Kade Pistala,entah apa yang dia inginkan.
"Turun Key,aku perlu kopi dulu untuk menyenangkan, tadi selera makanku hilang"
Aku mengikutinya dari belakang,sejurus kemudian dia menarik tanganku dan melingkarkan tangannya ke pundakku,memilih meja depan kolam ikan, dia menarik Kursi untukku.
Kopi espresso pesannya datang dan aku memesan vanilla latte Dan fruit salad,tadi memang makanku juga tidak selera Mister karena kamu mengintimidasiku,huh! aku mengerutu dalam hati .
"Keyla, jangan diam aja dong" Tangannya membelai punggung tanganku dengan halus
"Kamu jangan marah ya,aku hanya melindungimu" dia melanjutkan pembicaraannya sekarang dengan membelai rambutku dan mengecup keningku.
Aku benar-benar merasa bingung, sebenarnya apa yang Ada dalam hati Dan fikiran diam entahlah,mungkin waktu yang akan menjelaskan semua...semoga semuanya menjadi terang benderang.
Lebih dari sejam kami disini Dan kembali ke kantor pukul 2, aku Tau saat aku masuk ke Kantor di lantai 1 banyak yang memperhatikanku, mungkin mereka agak kesal jam istirahatku bisa bertambah lebih dari sejam, aku tersenyum kecut memikirkan itu.