
Time Flies So Fast hingga tiba waktunya ke Hari ini, PayDay ! Selalu ada kegembiraan tersendiri saat aku melakukan cek saldo Di ATM dan pundi Euro ku bertambah, itu Luar Biasa membahagiakan, pasti semua merasakan hal yang sama denganku.
Bulan ke 3 aku menerima gaji Euro ku,yang berarti aku sudah 3 bulan lewat 2 minggu berada di Finland, pantas saja aku terasa sangat merindukan ibu, kedua adikku Alyssa dan Anissa, kawan-kawanku dan rindu bebek goreng sambal setan.
Aku bekerja dengan professional,aku tetap menjaga jarak dengan Fariz, aku menghadap dia hanya jika ada yang perlu ditandatangani langsung, dia pun kalau memberikan instruksi padaku sering melalui sambungan inline phone, begitupun hubunganku dengan Marianne,kami baik-baik saja, walaupun aku mengetahui kenyataan bahwa Fariz mengacuhkan Marianne ,baik di Kantor maupun di rumahnya, tapi itu bukan urusanku, aku tidak ingin mengetahuinya.
3 bulan bekerja di Negeri yang indah, Negara yang memiliki kombinasi sempurna antara wisata alam liar khas Nordic Kawasan Skandinavia dan budaya Eropa Utara yang sangat terjaga.
Khusus Winter ekstrem di tahun ini, pertengahan Desember sekarang ini temperature sudah menunjukan posisi -20 derajat Celsius, dan prediksi puncak dinginnya kota Tampere di bulan January bisa mencapai - 40 derajat Celsius, letak Finland yang mendekati kutub Utara tidak salah pula Kalau negara ini mendapat Julukan Negeri Kulkas.
"Keyla, I need to talk, if you don't mind, would you like to accompany me in lunch time?" Marianne mengajakku untuk makan siang bersama
"Okay, where will we go ? tanyaku pada Marianne.
Aku harus memberitau Sam, jangan sampai dia sudah reservasi restoran,karena kesepakatan kami berdua setiap tanggal gajian,kita makan di resto eksklusif, dan aku yang mentraktirnya, karena makan siang setiap hari selalu Sam yang bayar, walau aku sudah berusaha untuk membayar sendiri, tetap saja akhirnya dia juga, jadilah kesepakatannya tiap gajian aku yang traktir.
" I can't go too far from the office key, I feel tired easily, let's lunch in Fiesta Restaurant." Ajak Marianne.
"It's okay, I love all foods there, so tasty," Dengan menyunggingkan senyuman di bibirku dan aku segera pamit ke Marianne berniat untuk menemui Sam.
"Sam, aku Akan pergi makan siang dengan Marianne, dia mengajakku makan di Fiesta, kebetulan aku juga mau makan nasi goreng , Rindu kampung Halaman."
"Aku boleh bergabung atau mungkin Marianne need Girl talk ? Aku gak akan semeja dengan Kalian, tapi aku akan makan di Fiesta juga, Aku sudah addicted makan bersama kamu Key." Sam tersenyum lebar.
"Up to you Sam, aku fikir waktu kita berdua nanti saja sepulang kerja, kita jalan keliling Taman Kota, terus kita lanjutkan cari tempat yang bagus buat dinner, kan hari ini jadwal aku yang traktir kamu, Sam," sahutku cepat.
"Good Ideas Key, okay." Ucap Sam.
"Bye, See You Later Sam." Aku melambaikan tangan seraya meninggalkan ruang kerja Sam.
Pekerjaan pagi sudah aku selesaikan dengan cepat , sekarang tinggal menunggu report dari divisi catering untuk diperiksa, lalu dilaporkan kepada CEO.
Jam dinding sudah menunjukkan pukul 12 Siang, berarti sebentar lagi waktunya istirahat makan.
"Key, are you ready or still working?" tanya Marianne seraya membuka pintu ruang kerjaku.
"I already finished, now I am Ready to go"
Aku segera mengambil dompet dan handphone lalu meninggalkan ruangan menuju Fiesta restaurant bersama Marianne.
Bunyi notifikasi masuk pesan di Whatsapp ,
"Kamu mau kemana dengan Marianne?"
"Makan Siang di Restaurant Fiesta"
Hanya berjalan melintasi area parkir, Kita Sudah sampai di restoran Fiesta yang memang persis sebelah gedung kantor Manajemen Fiesta, lalu Kita berdua memilih duduk di pojok dengan kapasitas meja berempat, supaya lebih leluasa menyimpan banyak makanan.
"Good Afternoon Mrs Marianne, Ms Keyla, here's the menus, just call me or Angelica."
Catherine memberi menu dan meninggalkan kami berdua.
"Thank You Cath, okay we will see your new menus and call you when we are ready for order."
Makan di Restaurant Fiesta ini untuk karyawan Fiesta Group mendapat discount 20% , kalau untuk Marianne sudah pasti gratis, permasalahannya terhadap aku pun demikian, setiap aku makan disini, pembayaranku selalu ditolak, makanya jadi aku jarang sekali makan disini, padahal untuk taste dibanding restoran lain yang selevel, Fiesta juaranya!
Sesuai rencana awal aku memilih Nasi Goreng spicy, minum air mineral dan jus tomat, Marianne memilih mashed potatoes dan Salmon.
Sambil menunggu pesanan datang, Marianne mulai mengajakku berbicara
"Key, maybe you heard about me and Fariz, honestly I feel regret about our marriage decision"
Marianne menghela nafas panjang
lalu melanjutkan curahan hatinya.
"Unbelievable Fariz and me are really silent, we never talk each others, he just remind me for take medicine, drink vitamin and eat healthy food, that's it! He sleeps in another rooms, Key, please forgive me for the past ... and I ask you please come back to Fariz, I know he love you so much, and I promise I will ask him divorce after the baby born."
Terbata -bata Marianne menyelesaikan percakapannya, kutatap lekat matanya yang terlihat menyimpan duka yang mendalam, aku dapat merasakan kepedihan hatinya.
"What are you talking about? of course You and Fariz are always life together, the baby need the parent completely, don't think too much, just think the baby , your health is the priority."
Sampai saat ini kuakui aku masih belum bisa move on sepenuhnya dari Fariz, aku sangat mencintai Fariz, kehadiran Sam belum bisa menggantikan Fariz di hatiku, namun bukan berarti aku berniat mengganggu rumah tangga nya, tidak samasekali, aku hanya sedang berusaha menerima Sam sepenuh hati, karena sampai detik ini perasanku padanya belum mantap seperti saat aku jatuh hati pada Fariz, aku tetap mendo'akan Marianne dan Fariz bisa berbahagia.
Atau mungkin sikap Fariz akan berubah kalau Marianne sudah melahirkan seorang bayi Lucu.
Sekarang usia kandungan Marianne sudah 27 minggu, kelihatan perutnya pun sudah membesar, semoga selamat dan persalinannya lancar.
"Marianne, let's eat...be patient and be strong for the baby," aku menyemangatinya untuk makan yang banyak, soalnya makanan aku hampir habis, dia terlihat masih enggan memulainya.
"Key, Ann, aku makan bareng Fariz di meja sana, aku perhatikan kalian terlihat sangat serius berbicara sampai aku lambaikan tangan tadi tetap gak ada yang menolehku."
Sam menunjuk ke meja di ujung sebelah kananku ,aku melihat Fariz sedang melihat ke arahku.
Ya Tuhan... aku turut sedih mendengar curahan hati Marianne, semoga Engkau mengabulkan Do'aku, buatlah Marianne Bahagia, bukakan pintu hati Fariz untuknya, aku menunduk menghindari mataku beradu pandang dengan Fariz.