You Are The Best Part Of My Life

You Are The Best Part Of My Life
Mengizinkan


"When life give you a hundred reasons to break down and cry, show life that you have any thousand reasons to smile and strong".


_


Sebuah senyum terbit di wajah Thom tanpa terasa, dia melihat seorang wanita cantik sedang bertarung dengan berbagai alat dapur disana. Rambutnya diikat asal, menampakkan leher jenjang putih mulusnya. sesekali bibir mungil itu tersenyum melihat hasil tangannya.


Thom tersenyum kembali, saat melihat leher jenjang putih itu berubah menjadi keunguan akibat ulahnya. "benar-benar seksi". batinnya.


Anastasya tidak sadar bahwa Thom sedari tadi memperhatikannya.


Thom melangkahkan kakinya mendekat, lalu memeluk Anastasya erat. "Morning my wife" bisiknya.


Anastasya terperanjat kaget. "Astaga, tidak bisakah kau bersuara Thom?" geramnya.


"aku sudah bersuara, apa kau tidak dengar tadikan aku bilang good morning my wife"


"kau membuatku terkejut! kalau aku ma_


belum sempat Anastasya meneruskan kalimatnya, Thom menorehkan wajah Anastasya kesamping, tanpa pikir panjang dia mencium bibir anastasya. dia tidak menyukai kalimat itu. dia akan mati jika Anastasya mati. Thom memutar tubuh Anastasya perlahan tanpa melepaskan ciumannya. dan sepersekian detik Anastasya melayang dari pijakannya. Anastasya terpekik dan langsung melingkarkan kedua kakinya erat di pinggang Thom dengan kondisi masih berciuman. Thom membawa Anastasya menjauh dari dapur dan mendudukkanya di atas meja. tentu tidak lupa mematikan kompor terlebih dahulu.


Thom kembali melanjutkan aksinya setelah memberi jeda sebentar, hingga tiba-tiba aktivitas mereka terganggu dengan pekikan seseorang.


"OH.. MY..! Mataku ternoda!" seru Angel sambil menutup kedua matanya dengan telapak tangannya.


Anastasya segera tersadar dan langsung melepaskan ciuman mereka. dia merapikan bajunya ntah sejak kapan sudah tidak berada tepat di tempatnya. Thom menggeram tertahan, tanpa memperdulikan angel, dia kembali menempelkan bibirnya di atas bibir mungil itu. Mata Anastasya melebar sempurna.


"Morning kiss my wife" bisiknya.


Anastasya memukul pelan punggung Thom. dia segera turun dari atas meja. "dasar mesum" tukasnya.


"Apa kau bilang" seru Thom. "Angel! tutup matamu sayang, ada adegan dewasa disini sebentar. "kau hanya boleh membuka telingamu tapi tidak dengan matamu" Perintah Thom.


"tapi dad_


"lakukan perintahku!"


"ha"? tanya angel seperti orang bodoh. dia kembali menutup matanya dengan telapak tangannya. "apa ini? ku rasa keluarga Western memang sudah gila! aku seperti sedang melihat adegan mesum secara live disini".


Setelah mengatakan itu. Thom kembali melanjutkan perkataanya. "kau bilang aku mesum?" tanya Thom tersenyum miring yang membuat nyali Anastasya menciut. dia melangkah mundur ketika dilihatnya Thom berjalan mendekat padanya. Anastasya memekik kaget ketika Thom menarik pinggangnya dan menempelkannya didada bidangnya. Deru nafas hangat menerpa wajah Anastasya.


"G-gabriel, h-hentikan. angel melihat kita". kata Anastasya gugup.


Thom mengangkat sebelah sudut bibirnya. "My angel! apa kau dapat melihat kami sedang apa?" tanya Thom tanpa melepaskan pandangannya dari wajah panik anastasya.


"tidak Daddy, bagaimana caranya aku bisa lihat, kau menyuruhku menutup mataku" jelas angel.


Anastasya semakin panik melihat Thom semakin mendekatkan wajahnya. dia menghalangi dada bidang itu dengan kedua tangan kecilnya. tapi sayangnya semuanya sia-sia, bukannya menjauh sekarang kedua tangan itu menempel di pinggul lebar Thom.


"tetap seperti itu! atau aku akan menyetubuhimu disini sekarang juga!" ancam Thom dengan tatapan membunuh. Tanpa pikir panjang, Anastasya semakin menempelkan dirinya di dada Thom. Dia tidak ingin jadi sarapan pembuka Thom nantinya.


"Good girl" ujar Thom menepuk-nepuk kepala Anastasya. "Angel, kau sudah boleh membuka matamu!" Perintah Thom.


Angel bernafas lega, dia mulai mengerjapkan kedua matanya. hingga pandanganya jatuh di sudut meja yang tak jauh dari tempatnya berdiri.


Kyaaaaaa.........


"Apa yang kalian lakukan!" jerit angel.


"berpelukan" jawab Thom santai. sementara Anastasya menutup kedua matanya, Manahan malu. dia mengumpati Thom dengan sumpah serapahnya di balik punggung lebar Thom.


"tapi tidak dengan dihadapanku Daddy" kata angel sembari menghentakkan kakinya kesal.


"Ck, mommy mu ini mesum sekali sayang, lihatlah dia memelukku begitu erat. padahal tadi malam Daddy sudah memberinya servis terbaik" jelas Thom yang membuat kedua wanita itu melotot tak percaya.


Anastasya segera melepas pelukannya. "Apa kau bilang!" teriak Anastasya nyaring. Thom dan angel menutup kedua telinga mereka mendengar suara anastasya seperti suara nuklir yang meluncur.


"Mom, your voice, please" ujar Angel dengan wajah memelas.


"Tidak sayang! Mommy hanya ingin mengatakan bahwa bukan mommy yang menggoda Daddy! tukas Anastasya


"jangan membela diri Anas bukankah sedari tahu kau yang menggodaku. padahal aku sudah bilang bahwa aku masih lelah" cerca Thom tanpa malu sembari berjalan ke tempat duduknya. Anas menatap tak percaya.


"dasar tua Bangka mesum!" serunya yang membuat kedua orang itu kembali menutup telinganya.


"ck kau ini, kau bilang aku mesum. lalu suara siapa yang merintih keenakan semalam?" tanya Thom. "terus sayang ahh! lebih dalam lagihhhh! yah benar disanaaaa! fasterrr Gabriell, ouhhhhh! mmmhhhh! soooo deeppp babyhhh, ohhh yesss" sambung Thom dengan suara mendesah-desah menirukan rintihan Anastasya. "bukankah itu suaramu?"


Rona merah mulai menjalar di seluruh wajah Anastasya. dia melirik ke arah angel yang sudah membuang pandangannya ke arah lain. sudut bibir angel berkedut seperti menahan tawa. Anastasya melotot geram Thom, Thom tidak memperdulikan pelototan anastasya, ia semakin gencar menggoda wanita itu dengan mengedipkan sebelah matanya. "si brengsek ini, benar-benar berhasil membuatku malu" batin Anastasya.


Tawa angel memecah keheningan diantara mereka. "oh, pantas saja banyak mahakarya indah di lehermu mom" kata angel mengarahkan telunjukknya ke leher Anastasya.


Anastasya segera membawa tangannya ke lehernya. Dia kembali melotot ke arah Thom.


"apa yang kau lakukan?" desisnya tajam.


Thom mengangkat sebelah alisnya. "aku?" ujar Thom menunjuk dirinya sendiri. "aku sedang melukis di leher putih kosongmu, tidak ku sangka bahwa karyaku benar-benar luar biasa" ujarnya lagi dengan bangga.


Angel kembali tertawa, ia bahkan memegangi perutnya kali ini. "baiklah mom dad. hentikan topik konyol ini". kata angel setelah berhasil menghentikan tawanya. "aku lapar mom" rengek angel.


"Astaga masakan ku!" seru Anastasya panik.


"tenanglah, aku sudah mematikannya sedari tadi" balas Thom santai.


Anastasya menghela nafas lega. "baiklah mari kita makan" kata anastasya mulai beranjak ke dapur. Thom segera menghentikan langkah anastasya.


"tidak perlu! biarkan pelayan yang menyiapkannya. duduklah! perintah Thom. tanpa membalas perkataan Thom, Anastasya segera mengambil tempat duduk tepat di sebelah kanan Thom sedangkan angel di sebelah kiri Thom.


Mereka terdiam menikmati sajian lezat di hadapannya. masakan Anas memang selalu memanjakan lidah. Meskipun ada banyak pelayan, dia tidak pernah mengizinkan mereka membuat makanan bagi keluarga kecilnya. Memori Thom melayang beberapa tahun lalu. "*mengapa kau tidak menyuruh mereka yang memasak Anas? kau bukan pembantu disini!"


"aku tidak ingin kau mencintai masakan orang lain selain aku*"


Senyum Thom kembali terbit jika mengingat peristiwa itu. Dia melirik kedua wanita yang berada disisi kiri dan kanannya. Dia teramat bahagia saat ini, setelah pertengkaran hebat diantara mereka kemarin pagi ini semuanya seperti sudah kembali seperti sebelumnya. begitulah prinsip keluarga Western lupakan apa yang membuatmu sedih, ingat apa yang membuatmu bahagia. Dia menatap kedua wanita dihadapannya dengan penuh cinta. "aku adalah lelaki brengsek yang beruntung bisa mendapatkan kedua malaikat ini.


lamunan Thom buyar. Dia segera mengembalikan pandanganya ketika dilihatnya angel tengah mengisi kerongkongannya dengan segelas air. Thom spontan bersuara saat angel mulai beranjak.


"angel can we talk? tanya Thom tanpa melihat kearah angel.


angel mengerutkan keningnya. Dia melihat Anastasya yang juga menatapnya bingung. "what is it about dad?" cicit angel pelan.


keheningan mulai menyapa mereka. Thom menghela nafas lalu membawa pandangannya ke arah angel. "I am sorry".


kedua wanita itu tersenyum saling pandang. "aku juga minta maaf dad" balas angel.


"you may go". Kata Thom


"W-what?"


"You may go to Indonesia, angel" ujar Thom mengulangi ucapannya.


Anastasya menutup mulutnya tak percaya. dia beranjak dan memeluk erat Thom. "Thanks, Gabriel" kata Anastasya.


Thom menoleh ke arah angel. "apa kau tidak ingin memelukku my angel? tanya Thom seraya merentangkan sebelah tangannya.


angel tersadar dari keterkejutannya. tanpa menunggu lama lagi angel berhambur kepelukan Thom. "I love you dad, we love you so much" kata angel menghujani sebelah pipi Thom dengan ciuman.


"I love you both more" balas Thom mencium pipi kedua wanitanya sayang. "sempurna! hidupku benar- benar sempurna! tidak ada yang lebih penting selain kebahagiaan keluarga kecilku. itulah sempurnaku!


"baiklah aku akan berangkat ke kantor" kata Angel menyudahi pelukan itu dengan wajah yang masih bersinar terang.


"hati-hati dijalan sayang" balas Anastasya.


"Of course!" ujar angel sembari meninggalkan kecupan lembut di kedua orang itu.


Anastasya menatap sekilas kepergian angel. senyum bahagia terukir diwajahnya.


"cepat selesaikan sarapan mu Gabriel, aku akan menyiapkan pakaian mu dulu" kata Anastasya mulai beranjak dari duduknya.


Thom menganga lebar. "baru saja manis sekarang berubah jadi sadis. "mau kemana kau?!" tanya Thom mengentikan langkah Anastasya.


"apa kau tidak ke kantor? aku akan menyiapkan pakaian mu dulu! tukas anastasya.


"tidak perlu!" seru Thom menghampiri anastasya. Anastasya memekik kaget ketika Thom tiba-tiba mengambil pinggangnya dan mengangkatnya dari lantai, Anastasya melingkarkan kedua kakinya di pinggang Thom.


"Turunkan aku!" geramnya tertahan sambil melirik setiap ruangan berharap tidak ada satu pun pelayanan yang melihat mereka. anastasya menghembuskan nafas lega, dia kembali menatap tajam Thom. "turunkan aku Thom!" serunya lagi.


"kau sangat seksi jika berubah garang Anastasya?" bisik Thom semakin mengeratkan pelukannya di pinggul anstasya.


"Gabriel ayolah, aku harus menyiapkan pakaianmu?" rayu Anastasya dengan puppy eyesnya.


"jangan menatapku seperti itu Anas!" geram Thom. "baiklah aku akan melepaskanmu, asal kau berjanji satu hal". kata Thom


Anastasya memutar matanya jengah. "pasti tidak jauh dari ranjang".


"ck, katakan?" tanya anastasya mengalah.


Thom mendekatkan wajahnya dan berbisik pelan. "Morning sex baby" ujar Thom tersenyum miring.


"big no!" seru Anastasya. "benarkan! kalau tidak ranjang yah ************. itu saja yang ada dalam otak si brengsek ini.


Thom kembali berbisik kali ini benar-benar mengerikan. "atau kau ingin kita melakukannya diatas meja itu? "kita sudah lama tidak melakukannya disana Anas?


Wajah Anastasya memucat. dia tidak bisa membayangkan jika kejadian itu terulang kembali. tidak boleh! itu hal yang paling memalukan yang pernah dilakukannya dulu.


"How?!" desak Thom.


Anastasya menarik nafasnya. bibirnya berubah kelu. Dia menatap sepasang mata tajam itu seakan ingin menelanjanginya. "b-b-baiklah". balas anastasya dengan bibir bergetar.


gotcha! Thom tersenyum menggoda. "smart choice baby. "lingkarkan tanganmu di leherku Anas, aku tidak ingin kau jatuh?!" peringat Thom membawa Anastasya yang masih dalam gendongannya menuju kamar mereka.


dan selanjutnya jeritan kenikmatan mulai mengisi keheningan kamar itu. Mata hari bersinar cerah turut bahagia melihat sepasang Adam dan hawa itu mabuk dalam surga dunia.