
sebuah mobil sport merah, elegant nan mewah berhenti tepat di depan lobi James Handerson Corp. seorang gadis berparas cantik bertubuh mungil turun dengan anggunnya, melangkahkan kaki kecilnya memasuki perusahaan kenamaan itu.
Angel melangkah dengan seutas senyum yang tak pernah surut dari wajah cantiknya. Ia menganggukkan kepalanya kecil bagi siapa saja yang menyapa dirinya. tentu hal itu membuat kaum Adam terpekik senang mendapat senyum yang indah dari seorang gadis bak Dewi seperti Angel.
Saat ini Angel memasuki sebuah lift khusus yang akan membawanya menuju ruangan atas bertuliskan sekertaris.
TING!
akhirnya pintu berjalan itu terbuka juga.
"Wah western, kau cantik sekali?" puji seorang wanita.
"benarkah?" tanya angel sembari manari-narik turun rok spannya. "apa aku tidak terlihat aneh Avery?" tanya angel lagi.
Elisabeth menggeleng kepalanya pelan.
"tidak! kau benar - benar cantik Western, lihat saja para pengagummu mulai berkumpul disana, menatap mu dengan tatapan laparnya!" ujarnya menggerakkan dagunya tepat pada sekumpulan pria yang haus akan belaian tengah menatap angel seperti ingin melahapnya hidup-hidup.
angel memutar kepalanya kesamping. dan betapa terkejutnya dia melihat kerumunan yang hanya dihuni oleh kaum Adam itu.
angel menatap kerumunan itu jengah. "dasar laki-laki sialan!"
"jika dalam hitungan ketiga kalian tidak bubar, aku akan menghubungi Mr. Handerson untuk memecat kalian satu per satu". Ancamnya yang langsung membuat kaum Adam itu seketika lari terbirit-birit.
Siapa yang tidak tahu bahwa pemilik perusahaan ini sangat menyayangi Angel. selain karena dia Puteri sahabatnya, Angel juga merupakan satu-satunya pewaris tunggal Gabriel's Corp. Perusahaan kedua yang menjadi saingan berat Handerson Corp. angel memiliki perisai di sayap kiri dan kanannya, yang membuat semua orang tunduk padanya. mereka masih menyanyanginya nyawanya mengingat betapa kejamnya seorang Thomas Gabriel Western jika ada yang coba-coba menyakiti miliknya.
Elisabeth memandang penampilan angel dengan tatapan menelisik. "aku penasaran bagaimana caramu bisa lolos dari nyonya wetern pertama dan tuan western?" Tanyanya penasaran.
Angel mengehela nafas pelan, ingatannya kembali melayang terhadap peristiwa tadi. "*mau kemana kamu? tanya daddy dengan wajah bantalnya yang masih terlihat tampan meskipun baru bangun tidur.
"aku akan bekerja daddy" balas angel sembari memasukkan makanannya ke dalam mulutnya
Thom mendecakkan lidahnya kesal. "jika kau takut si Handerson itu memecatmu, katakan padanya jangan salahkan Daddy jika perusahaannya hancur dalam satu hari" ujarnya sombong.
angel memutar bola matanya. " sepertinya aku mulai kesal" dengusnya tak suka.
" istirahatlah! si Handerson keparat itu tidak akan berani bertindak macam-macam dengan mu! aku akan meledakkan kepalanya jika dia berani memarahimu" Ujar Thom tegas
" dasar keparat sombong!" umpat Anastasya yang hanya didengar olehnya.
" lagian, siapa yang mengizinkanmu bekerja?" tanyanya lagi sembari mulai mengisi perut kosongnya, sesekali ia melirik isterinya yang masih mengunci rapat mulutnya.
"sepertinya masih ada perang kedua diantara mereka" batin ku terkikik geli. "mommy" ujar Angel dengan cepat.
Thom berdehem kecil ia melirik istrinya sebentar "dasar tidak peka" batinnya kesal. "ganti pakaianmu, daddy tidak suka" katanya. "siapa yang mengubah penampilanmu? kau terlihat seperti ondel-ondel". sindirnya telak.
TING!!
suara sendok beradu dengan piring membuat kedua orang itu terkejut.
"aku sudah selesai" ucap Anastasia tiba-tiba yang membuat kedua orang itu menatapnya bingung.
Thom menatap angel seakan bertanya " ada apa?" . angel mengangkat kedua bahunya sebagai jawaban*.
" *baiklah sayang, hati-hati di jalan. kalau kau tidak bisa menyetir mobilmu minta pak Alex untuk mengantarmu" ujar Mommy meninggalkan kecupan lembut di sekitar wajahku. belum sempat aku membalasnya, Ia segera melangkahkan kakinya menaiki gundukan tangga itu.
Thom berbisik pelan. "angel! ada apa dengan mommymu? tanyanya lagi.
"sepertinya mommy marah dad" ujarku tak kalah pelan.
" apa kau membuat kesalahan?" tanyanya lagi yang langsung mendapat gelengan keras dariku. " Daddy yang buat salah?" kataku lagi.
Thom mengerutkan keningnya membentuk lipatan-lipatan kecil di dahinya. "Memangnya apa salah Daddy" tanyanya lagi.
" Daddy bilang bahwa aku seperti ondel-ondel" ujarku ketus.
" ck, dan semua ini adalah ide M-O-M-M-Y, dad" ujarku menekankan kata terakhir dari kalimatku.
Thom terbelalak kaget. "APA"!! serunya dengan kedua bola matanya yang hampir meloncat keluar.
"dasar suami takut istri" batinku
angel segera beranjak dari duduknya mendekati kursi kekuasaan pria itu lalu menumpukan kedua lengannya di pundak lebar daddynya. "jadi dad, ku sarankan kau segera membujuk mommy" ucapnya meninggalkan kecupan hangat di kedua pipi dan kening pria tampan itu*.
*Aku segera melangkahkan kakiku menuju tujuanku selanjutnya dan sebelum aku benar-benar pergi aku kembali memutar badanku dan melanjutkan perkataanku yang sempat terlupakan olehku tadi.
" Ah dad, aku hampir lupa satu hal" ujarku lagi.
" apa lagi?" tanya Thomas.
" cepatlah bujuk mommy, jika tidak aku yakin "kesayanganmu" itu benar-benar akan puasa selama seminggu" ucap Angel terkikik geli sembari menarik turunkan kedua alisnya. saat itu juga kedua bola mata indah Thom kembali membulat sempurna.
"WHAT THE...."
belum sempat Thom meneriakkan perkataannya, Angel buru-buru berlari meninggalkan dia dalam keterkejutannya.
"sial! istri dan putriku benar- benar gila". batin Thom
sementara disisi lain seorang wanita cantik tengah menutup mulutnya menahan tawa sedari tadi. ia melihat debat kecil antara putri dan suaminya.
" Mati saja kau Gabriel! dasar tua Bangka mesum tak tahu diri! dengusnya pelan*.
Elisabet menganga lebar menatap sahabatnya ini tidak percaya. "Western memang keluarga gila!" batinnya.
"baiklah, aku akan kembali keruangan ku" kata angel mengakhiri pembicaraan mereka.
Elisabeth menepuk keningnya pelan. "aih aku hampir lupa Western, boss menyuruhmu segera keruanganya jika kau sudah datang" ujarnya.
"boss?!" tanya Angel. "Apa Mr. Handerson sudah datang?"
Elisabeth mengganggukkan kepalanya pelan.
"cepat sekali dia, baiklah aku akan segera menemuinya" Ujar angel kembali melanjutkan langkahnya.
"Angel! seru Elisabeth menghentikan
langkah angel.
"aku tahu kau ingin mengatakan sesuatu, kau memanggilku angel bukan western" ujar Angel menelisik.
"aku hanya ingin bertanya, bagaimana jika Mr. Handerson menyuruhmu menemuinya untuk membicarakan perjalan bisnis ke Indonesia itu lagi" Tanya Elisabeth gugup sembari memilin-milin jari tangannya.
Merasa tidak ada jawaban, Elisabeth mengangkat wajahnya yang sedari tadi menunduk ketakutan. "A-angel, m-maaf, aku tidak akan menyinggungnya lagi" cicit Elisabeth.
Angel menghela nafas. "Aku akan pergi!" tegasnya.
"Ha??!". "apa telingaku mulai rusak? sepertinya tadi dia mengatakan ingin pergi?" batin Elisabeth.
Angel berbalik melanjutkan langkahnya. "aku mencintaimu Avery" ujarnya yang membuat sang pemilik nama menatap heran kepergiannya.
" kasihan sekali, dia memang sudah gila!" batin Elisabeth.
"benar katamu Avery, hanya aku yang bisa menyelamatkan diriku, aku sudah terlalu lama bersembunyi di dalam ketakutan. aku bukan angel yang dulu lagi namaku adalah Angelina Gabriella Western, ayahku adalah seorang Thomas Gabriel Western. aku adalah keturunan Western! pantang bagiku menjadi seorang pengecut! kali ini aku benar-benar akan menang dari kalian. yah, kalian yang tanpa belas kasihan menyiksaku. aku akan membuat kalian benar-benar mengerti arti dari teriakan, MAAF! TOLONG! AMPUN! JANGAN!
dan terakhir "AKU MENCINTAIMU"!
Aku kembali! dengan orang yang sama tetapi cerita yang berbeda! tunggu aku! batin angel"