
"Spring days and summer days, and all sorts of days that would be her own. she breathed a quick prayer that life might be long. it was only yesterday she gas thought with a shudder that life might be long"
_ Kate Chopin, the story' of an hour.
Adakah yang lebih indah dari semua ini. disana, ditempat itu, tempat yang menjadi saksi bisu kebahagianku. bukan gedung kuat nan kokoh, bukan pula istana megah bak kastil yang selalu buatku merindu. bukan itu, tetapi cerita cinta nan indah yang selalu memberi kehangatan bagiku dan ingin segera berlari menyembunyikan diri didalamnya. karena rumah tanpa cinta itu bukanlah rumah. itu sama halnya seperti gedung tanpa jiwa, terlihat kokoh diluar namun rapuh didalam. Dan aku kembali, tidak ada yang lebih indah dari semua ini. aku menatap sejenak bangunan kokoh nan mewah itu. mengukir senyum kecil di wajah putihku. aku bahagia, benar-benar bahagia. akhirnya aku pulang ! sorakku dalam hati
ku langkahkan kaki kecilku memasuki surga dunia itu.
"Selamat datang nona?" ucap seorang wanita berambut putih sembari membungkukkan setengah badannya. aku menganggukkan kepala pelan dan mengukir senyum kecil di wajahku sebagai jawaban.
Dia adalah bibi Mary, perempuan berumur 63 tahun yang merupakan seorang kepala pelayan di mansion ini. dia sudah merawat Daddy dari kecil. Daddy sangat menyanyanginya. bagi Daddy bibi Mary sudah seperti sosok ibu.
"selamat datang juga Tuan dan Nyonya Gabriel" ujarnya lagi.
"bi Mery astaga, tidak perlu seperti itu" ucap Anastasya menghampiri bi Mary dan membantunya menegakkan punggungnya kembali.
"tidak apa-apa nyonya, ini sudah menjadi kebiasaan saya" ujar bibi Mary lagi.
"aku tidak suka mendengar jawabanmu bibi, lain kali pilih kalimat yang benar. " ujar Thom lantang.
ku lihat mommy tersenyum. begitulah Daddy, walau terlihat seperti predator tapi hatinya seperti hello Kitty. dan jangan lupakan tingkat kemesumannya. aku heran bagaimana dulu dia bisa menaklukkan mommy.
Angel berdecak kesal. "ck, kau ini nenek tua, kami bukan majikanmu tapi keluargamu, aku adalah cucumu! benarkan Daddy? tanyaku.
"benar sayang" kata daddy mencubit sebelah pipiku pelan. suasana hangat itu tiba-tiba berubah menjadi suasana menjengkelkan.
"Tunggul dulu my angel" ujar Daddy tiba-tiba yang membuat kening kami semua berkerut. "kenapa pipimu jadi montok begini, seperti pantat bayi saja" decak nya kesal sambil menoel-noel pipiku dengan ujung jarinya. aku mengerucutkan bibirku tidak suka.
"pipimu seperti pantat mommymu, benar-benar montok" ujarnya lagi yang langsung dapat cubitan keras dari mommy. wajahnya memerah menahan kesal, marah dan malu.
saat itu juga tawa kami pecah melihat interaksi pasangan bak Romeo and Juliet itu.
"aduh sayang, kenapa kau mencubitku" ringis Thom mengusap-usap bekas cubitan dari isterinya.
"berhentilah berucap vulgar sialan!" desis Anastasia. "kau membuatku malu dihadapan mereka" geramnya lagi.
"aku akan menghukum bibir kecilmu itu karena sudah berani mengumpat padaku" kata Thom tersenyum miring.
"apa yang akan kau lakukan daddy?" tanya angel membeo.
"tidak ada, aku hanya akan menghukum bibir mommymu untuk sesuatu hal yang kenyal dan lembut, dan lidahnya akan membelit sesuatu yang lembek dan tak bertulang, bila perlu mulutnya akan ku hukum menggulum sesuatu yang keras dan nikmat" ucap Thom dengan senyum miringnya yang mengerikan. Anastasya melotot geram suaminya hingga sebuah suara membuat mereka tersedak ludahnya sendiri.
"kalau begitu aku juga mau Daddy!" seru angel semangat. " aku mau! aku mau! sepertinya itu makanan enak!?" serunya lagi dengan mata berbinar-binar. suasana diantara mereka tiba- tiba berubah menjadi canggung.
Bibi Mary yang sudah paham akan tabiat majikannya, melirik ke arah pelayan lainnya dari ekor matanya seakan berkata "mari pergi dari situasi aneh ini".
"baiklah tuan, kami permisi dulu, aku akan menyuruh pelayan lain untuk membereskan barang-barang nona angel" kata bibi mary berdehem menginterupsi pelayan lainnya untuk segera meninggalkan mereka.
Anastasya melirik Thom tajam "aku akan membunuhmu Thomas Gabriel Western"
Thomas berdehem mengusir kecanggungannya. "istirahatlah angel, kau harus istirahat banyak, yang tadi tidak usah kau pikirkan, Daddy hanya mengerjai mommy. tidak ada yang seperti itu di dunia ini" kata Thom melirik istrinya gugup. "kali ini kau benar-benar habis Thom" bisik batinnya.
"Oh begitu" balas angel manggut-manggut, bibir kecilnya membulat membentuk huruf O sebagai tanda bahwa dia mengerti. " baiklah mom, dad aku akan tidur" ujarku. aku segera berlari menaiki gundukan tangga rumahku yang jumlahnya serasa semakin bertambah dari sebelumnya. aku benar-benar tidak sabar lagi terlentang diatas kasurku yang empuk itu. hingga tanpa sadar membuatku hampir terjatuh jika tidak segera berpegangan dengan penyanggah tangga itu. sebuah suara panik terdengar nyaring di telingaku.
" Perhatikan langkahmu Angel! seru Anastasya setengah berteriak. "bagaimana kalau kau jatuh, apa kau mau kembali ketempat yang kau sebut neraka itu?" sindirnya yang langsung membuat langkahku terhenti. Aku membalikkan badanku dan mengukir senyum bodohku.
" Sorry mom, aku hanya terlalu merindukan si empuk itu" kata angel membela.
Anastasya mendengus tidak suka. "berhentilah bersikap ceroboh angel, kau selalu membuatku ketakutan! bentaknya
angel menundukkan kepalanya takut, menatap kedua tangannya yang bergetar. "ada apa dengan mommy, aku hanya terlalu bersemangat, kenapa dia marah sekali? membuatku takut saja"
Melihat perang dingin diantara kedua wanita cantik itu. Thom segera memutus pertikaian diantara mereka. "Sudahlah sayang, biarkan angel istirahat. Kalau kau ingin memarahinya nanti saja setelah dia mengumpulkan tenaganya lagi" Kata Thom berusaha mencairkan suasana diantara kedua wanita itu.
Anastasia menghela nafas pelan. ia baru sadar bahwa dia sudah membuat angel ketakutan. "maafkan aku sayang, mommy hanya tidak ingin kehilanganmu" lagi!
" maaf angel, mommy hanya khawatir " kata Anastasya.
"kau sudah dengar my angel, sekarang tidurlah! aku ingin menemani istri cantik ku ini" ujar Daddy
"aku sudah bosan di pihakmu" dengus Thom.
"kali ini biarkan aku berada di pihakmu sayang? katanya lagi kali ini dengan menatap wajah wanita cantik itu sembari mengedipkan sebelah matanya berharap wajah suram istrinya itu segera bersinar kembali.
"baiklah hari ini kau selamat angel" kata Anastasya. "lain kali jika kecerobohanmu kembali terulang, aku akan memasukkanmu kembali ke perutku" Ancamnya yang langsung membuat nyali angel menciut. ku lirik Daddy memandang wajah mommy dengan mulut ternganga. aku terkikik geli melihat mulutnya terbuka lebar, matanya seakan mengatakan "bagaimana mungkin?!"
Aku mengangkat sebelah tanganku, membiarkan jari jempol dan telunjukku menyatu membentuk huruf O. lalu beranjak dari gundukan tangga yang sedari tadi ku pijak meninggalkan Mom dan Daddy yang masih dengan mulut lebarnya.
Anastasya menoleh kesamping tepat di wajah suaminya dengan mengerutkan kening. "Ada apa denganmu? Tanyanya bingung. "Tutup mulutmu sebelum sesuatu hal yang menjijikkan menghinggapi goa hangatmu" Perintahnya yang langsung membuat sang empunya tersadar dari kebingungannya. Anastasya meninggalkan suaminya yang masih setia dengan kebingungannya.
"Sayang! kenapa kau meningggalkanku" Serunya sembari menyamai langkah kecil istrinya.
"Aku tidak meninggalkan mu, kau saja yang bodoh tidak tahu kalau aku sudah pergi" sindir Anastasya.
"Ck, aku tidak bodoh" decak Thom kesal. "Hanya saja sedari tadi aku tengah berpikir" ujar Thom yang langsung menghentikan langkah Anastasya. tanpa disadari, mereka telah sampai di pintu kamar bertuliskan "Gabriel's Room".
" Apa yang kau pikirkan?" tanya Anastasia
"Aku memikirkan perkataan mu yang tadi". kata Thom
Anastasya mengerutkan keningnya. "tolong perjelas perkataan yang mana Gabriel" katanya kesal.
Thom menggaruk tengkuknya. "Hm, aku memikirkan bagaimana caranya angel bisa kembali lagi keperut indahmu jika melalui lubang sempit dan ketatmu" balas Thom dengan senyum bodohnya membuat mata indah Anastasya terbelalak kaget.
"Astaga, bodohnya si brengsek ini!" batin Anas
Anastasya meraup udara banyak-banyak, mengisi rongga dadanya yang mulai menipis karena perkataan bodoh suaminya.
"Kau ingin tahu bagaimana caranya, bukan? tanyanya dengan mengangkat sebelah sudut bibirnya.
" pastinya!" seru Thom semangat
Anastasya berjinjit dan mengarahkan bibirnya tepat di telinga suaminya. " aku akan membunuh angel, memotong-motong tubuhnya seperti daging sapi lalu memasaknya dan memakannya, maka angel akan kembali ke perutku. bisiknya pelan menekan setiap kata yang keluar dari bibir mungilnya.
"kau mengerti sayang? lanjutnya lagi sembari meniup-niup telinga suaminya dengan nafas hangatnya. Thom merinding, sialan! "kesayanganku mulai bangun dari tidur panjangnya" aku harus segera menyelesaikan ini".
"ARE YOU CRAZY, ANAS"! Apa otak kecilmu itu tidak berfungsi lagi!? tanya Thom sengit. Dia segera memisahkan diri dari bisikan hangat itu. "aku tidak setuju kalau kau harus membunuh dan memakan putri kita supaya dia masuk ke perutmu kembali" katanya lagi yang membuat rahang anas ingin lepas dan jatuh berserakan di lantai.
"Oh God! I want to kill him right now"
Anastasya menepuk keningnya pelan. "sudahlah, perbaiki dulu kepalamu baru kau bicara padaku" ucapnya.
"Apanya yang sudah Anas, ini belum selesai!?" seru Thom lagi.
"diamlah western! teriak Anas "kau benar-benar bodoh, pakailah otak jeniusmu itu! kepala ku pusing mendengar teriakanmu! serunya lagi meninggalkan suaminya. "aku harus mengakhiri topik bodoh ini sebelum aku menjadi gila karenanya"
Thom menyusul langkah istrinya. "kau yang bodoh, kepala untuk berpikir bukan mendengar, bukan kepala yang mendengar tetapi Te-li-nga" tekannya di kata terakhir sembari mengetuk-ngetukkan ujung jarinya tepat di telinganya.
"dia benar-benar sudah gila"batin Anas.
BRAKKKK!
terdengar teriakan pintu yang membuat seisi rumah berjangkit kaget.
"sayang! sayang! buka pintunya!" teriak Thom dari luar. "kita belum selesai bicara" ucapnya lagi masih dengan mempertahankan usahanya.
"Diam sialan! kalau kau masih berusaha membuka pintu itu, aku pastikan kau dan kesayanganmu akan berpuasa selama seminggu" ancamnya yang langsung membuat wajah Thom berubah pucat. tanpa pikir panjang ia segera menghentikan gerakannya.
"sebenarnya apa salahku? tanya Thom sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ck, aku tidak ingin singa betina itu menghukummu kesayangan, jadi lebih baik kita pergi" gumamnya sembari mengelus kesayangannya, membawa kedua kakinya menjauh dari sana.
Sementara di tempat yang tidak jauh dari mereka, seorang wanita cantik masih terjaga dari tidurnya.
"Daddy yang malang, cinta memang buta" gumamnya lalu menarik selimut hingga keatas kepalanya dan memutuskan sejenak beristirahat di dunia mimpi.