You Are The Best Part Of My Life

You Are The Best Part Of My Life
Rumah sakit


"If you feel like you are losing everything, remember tree, lose their leaves every year and still they stand tall and wait for better days to come."


Aku membuka mata, menyentuh kepalaku yang terasa berat. Hal yang pertama sekali kulihat adalah sebuah ruangan nuansa putih dengan bau obat-obatan yang membuatku mual dan ingin segera pergi dari sini secepatnya.


Aku mengedarkan pandanganku hingga jatuh kepada seorang wanita cantik yang berusia hampir setengah abad sedang tertidur menggunakan sebelah tanganku sebagai tumpuannya.


Aku melepas pandanganku dari wanita cantik itu, menorehkannya lagi ke arah lain. Sial! aku baru menyadari bahwa benda-benda aneh ini melekat di tubuhku. Benda- benda sialan ini membuatku muak! aku menggerakkan tanganku pelan mencoba melepaskan dari tumpuan itu, tanpa kusadari malah membuat wanita cantik itu terbangun.


"Kau sudah sadar sayang? tanya wanita itu lembut.


Angel menganggukkan kepalanya kecil sebagai jawaban. Dia mencoba melepaskan benda aneh yang menutupi hidung dan mulutnya, hingga sebuah suara panik menghentikan gerakannya.


"Apa yang kau lakukan!" seru Anastasya panik saat melihat Angel berusaha melepaskan selang kehidupan itu. "Badanmu masih lemah, jangan coba-coba untuk melakukan hal bodoh, sayang."


Angel terdiam membiarkan Anastasya menyelesaikan ocehannya. Dia menatap lekat wajah cantik itu, terlihat jelas jejak-jejak sungai kecil bekas air mata. Dia menggerakkan badannya pelan seakan memberitahu bahwa posisi ini benar-benar melelahkan. and gotcha!


"Baiklah mom mengerti, aku akan mengangkat sedikit ranjangmu." kata Anastasya mulai beranjak, dia menaikkan ranjang Angel sedikit. Angel menyandarkan punggungnya di kepala ranjang itu dan melepas benda satu-satunya yang melekat di wajahnya.


"Kenapa kau melepasnya?" tanya Anastasya dengan khawatir.


"Aku tidak apa-apa mom, aku sulit bicara jika menggunakan benda itu." kata Angel lemah. Angel menyentuh wajah pucat Anastasya. "Baiklah, sekarang katakan padaku, what happened mom? why are you crying?" tanya Angel lembut.


"No, I am not!" seru Anastasya membela diri. Mom tidak menangis, mom hanya terkejut mendengarmu masuk rumah sakit, padahal tadi di rumah kau masih baik-baik saja." kata Anastasya lirih, dia menggenggam tangan Angel yang masih setia di wajahnya.


Angel mengukir senyum kecil di wajahnya. "Ck, you lie to me Mrs.Western." decak Angel kesal. "Aku baik-baik saja mom, jangan khawatir."


Anastasya menghela nafas pelan. "I'm scared, I am really scared. Mom melihatmu tertidur lama, dan itu membuatku takut, I don't want to lose you again!"


Angel menurunkan tangannya dari wajah cantik Anastasya. "Mom, I am here. I'll never leave you again. I'll always be by your side" ujar Angel menatap lekat Anastasya, mencoba mengusir segala kegelisahan wanita itu. "apa kau lupa bahwa kau melahirkan seorang wonder woman?" sambung Angel terkekeh sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Dasar gadis nakal, kau hampir membuat jantungku berhenti berdetak. Baiklah saatnya kau makan" kata Anastasya mulai beranjak dari tempat duduknya.


Ck! yang benar saja baru saja aku lepas dari penopang kehidupan ini, sekarang aku dihadapkan dengan semangkuk pendukung kehidupan lainnya. menyebalkan!


Setelah cairan berwarna putih encer dan tak berasa itu berhasil melewati kerongkongan Angel, dia kembali bersuara. "Mom, where's Daddy?" tanya angel penasaran.


"Dia sedang berbicara dengan dokter"


"Apa yang sebenarnya terjadi?"


"Apa otak mu mulai bergeser? seharusnya mommy yang bertanya, ada apa denganmu? kenapa kau tiba-tiba pingsan?" kau membuat mommy dan Daddy hampir mati." ucap Anastasya dengan raut wajah menahan kekesalan. Anastasya berlari seperti orang kesetanan saat mendapat kabar dari Elisabet bahwa puterinya pingsan. Untung saja, rumah sakit ini milik keluarga Gabriel hingga membuat Angel bisa ditangani dengan cepat.


Angel terdiam, mencoba mengingat kembali hal terakhir apa yang dia lakukan hingga terbaring di ranjang mengerikan ini.


"kau akan ke Indonesia!" sebuah bisikan kecil kembali menghantam kepalanya. Tubuhnya kembali membeku dan bergetar ketakutan. Angel menarik nafas,mencoba mengisi paru-parunya yang terasa sesak, kepalaku semakin terasa sakit.


"Angel! angel!" teriak Anastasya panik sembari mengguncang tubuh Angel. Dia melihat Angel memegangi kepalanya seperti sedang menahan sakit. "Ada apa? kenapa kau bergetar ketakutan seperti ini?" tanya Anastasya bertubi-tubi. Dia segera meraih tubuh Angel kedalam dekapannya, Angel semakin masuk menyembunyikan tubuh bergetarnya dalam dekapan hangat itu berharap kesakitan ini segera berakhir.


Anastasya mengusap kepala Angel lembut. "Tenang sayang, mommy disini" bisik Anastasya sangat lembut.


Bagaikan melodi indah bisikan itu begitu menenangkan. Tidak ada lagi rasa takut dan gelisah, yang ada hanya ketenangan. Angel merasakan kelopak matanya semakin berat, tak butuh waktu lama dia jatuh terlelap di alam mimpi. Benar kata orang ibu adalah rumah yang paling nyaman.


Apa yang sebenarnya terjadi, mengapa angel hari ini terlihat seperti 6 tahun lalu? batin Anastasia.


Sementara di lain sisi dua orang pria tampan sedang terlibat perselisihan.


"Apa yang terjadi Jack? kenapa dia bisa tiba-tiba pingsan? tanya Thomas menatap pria berkacamata itu. Dia terlihat gelisah di tempat duduknya.


"Kau tahu, sepertinya sesuatu hal membuat putrimu kembali mengingat traumanya" Kata Jack sembari meletakkan berkas yang sedari tadi di pegang nya.


"Aku tidak ingin bercanda, sialan! bukankah kau yang bilang bahwa traumanya sudah hilang dan dia sudah benar benar sembuh! katakan sesuatu hal yang masuk akal, jangan sampai aku membunuhmu!" seru Tom dengan rahang mengetat.


Jack melepas kacamata yang sedari tadi melekat di kedua mata indahnya, ia menatap lekat wajah sahabatnya seperti sedang berpikir bagaimana cara menyampaikannya.


"Ada apa?" tanya Thomas dengan wajah menelisik


Jack berdehem kecil. "Ku harap kau mengerti, Angel pingsan karena sesuatu hal, dan sesuatu hal itu .....


berhubungan dengan masa lalunya." jelas Jack sambil mengusap pelipisnya yang tiba-tiba berkeringat. Dia benar-benar gugup.


Deg!


sesuatu itu berhubungan dengan masa lalunya.


Thom terdiam, otaknya kembali memutar-mutar rekaman kalimat yang baru terlontar dari bibir sahabatnya. Wajahnya pucat, hatinya seperti tersayat sembilu, sakit tapi tak berdarah, itulah yang dirasakannya sekarang. Thom mengangkat wajahnya, menatap pria yang menjadi saksi bisu perjuangkannya beberapa tahun ini. katakan bahwa kau hanya bercanda. batin Thomas. Sayangnya, dia tidak menemukan selain kebenaran di mata Jack.


Jack bangkit dari kursinya, menepuk pundak Thom, meremas pelan seakan menyalurkan kekuatannya. "Aku tahu kau dan Anastasya adalah pasangan yang hebat. Kau memiliki dua sayap malaikat disisi kiri dan kananmu. Saat ini sebelah sayapmu patah, aku yakin kau pasti sanggup bertahan. Dia pasti akan tumbuh kembali menjadi sayap baru sama seperti sebelumnya." ujar Jack memeluk Thom erat. Thom masih bungkam, hatinya benar-benar sakit mendengar kenyataan itu.


"Apa yang harus aku lakukan Jack?" tanya Thom lirih.


"Kau hanya perlu kuat, kau tak sendirian. Kau masih punya Anastasya dia membutuhkanmu. Kalau kau tidak kuat maka kau akan kehilangan sebelah sayapmu lagi" jelas Jack.


Thom tertawa frustasi, dia mengusap kedua sudut matanya yang berair. "Kau tahu sialan, hari ini aku melihat Angel seperti 6 tahun lalu. Apa kau tahu bahwa aku merasa benar-benar tidak berguna!" ujar Thom dengan nada terdengar menyakitkan. "Anastasya cacat karena ku, sekarang putriku satu-satunya sakit. Apa kau tidak tahu seberapa inginnya aku membunuh semua para tokoh yang telah membuat putriku menderita!"seru Thom dengan nafas memburu.


"Jangan bodoh, Gabriel!" teriak Jack. Dia mengenal Thom, dia tidak akan berpikir dua kali untuk menghabisi siapa saja yang menyentuh miliknya.


"Lalu katakan padaku, bagaimana aku harus menjelaskan pada Anas?! bagaimana aku harus berpura-pura kuat?! apa perlu aku melenyapkan mereka satu per satu dan membiarkan mereka merasakan apa yang dirasakan putriku?! KATAKAN JACK!" bentak Thom keras.


"Tenang Thom, kau hanya akan menyakiti orang-orang di sekitarmu dengan emosimu yang seperti orang kesetanan ini?!" balas jack tak kalah tajam. Jantungnya berdegup kencang menyaksikan kemarahan Thom.


"Persetan dengan semuanya, aku sudah tidak peduli lagi! aku akan menghancurkan mereka." desisnya tajam.


Thom mengepalkan tangannya mengetatkan rahangngnya hingga terdengar bunyi gemeletuk gigi yang saling beradu.


benar-benar predator.


Jack menelan ludahnya kasar, mengusap keningnya yang sudah dipenuhi bulir-bulir keringat. Brengsek! Pendingin buatan ini memang tak berguna.


Ruangan itu berubah hening dan mencekam. Aura mengerikan dan suara geraman seseorang membuat siapa saja yang mendengarkannya ketakutan.


"Ah, sepertinya aku mulai bosan menjadi orang baik. Bukankah mata dibalas mata gigi dibalas gigi, nyawa dibalas nyawa terasa lebih menyenangkan?! tanya Thom dengan senyum mengerikan. Dia tertawa keras, matanya melotot merah menahan amarah. Dia akan berubah jadi predator jika tidak segera dihentikan.


BUGH!!


Thom terpental di lantai marmer dingin.


"****! WHAT THE HELL, JACK!" seru Thom menyeka sudut bibirnya yang robek.


Jack jongkok dan meraih kerah pria itu. "Aku tidak akan melepaskan Anastasya dulu jika aku tahu kau sepengecut ini, ********! desisnya tajam.


"Aku melepaskannya karena aku yakin kau bisa menjaganya jauh lebih baik dariku. Tapi hari ini kau membuktikan bahwa kau tetap lah si brengsek Thomas yang takut menghadapi kenyataan." sambungnya lagi dengan tatapan membunuh.


Sebuah tamparan keras tak terlihat mendarat di wajah Thom. Dia benar-benar merasa seperti seorang pengecut yang selalu menutup mata dari kenyataan.


Melihat Thom bungkam, Jack kembali melanjutkan perkataanya. "Kau pria menjijikkan. Pergilah! aku bisa menggantikan posisimu menjadi suami sekaligus ayah bagi kedua wanita itu." kata Jack sembari melepaskan tangannya dari kerah pria itu. Dia bangkit lalu menepuk-nepuk tangannya.


Thom tersenyum miring, dia bangkit dan berdiri tepat dihadapan Jack. "Apa itu sebuah bukti bahwa kau akan menghianatiku? tanya Thom. "Kalau begitu bermimpilah Miller, karena aku takkan melepaskan mereka berdua pada siapapun. Ku peringatkan sekali lagi, jangan panggil istriku dengan nama Anastasya tapi Nyonya Western. Dia adalah milikku! baik dulu, sekarang dan selamanya. ancam Thom menekan setiap kata yang terlontar dari bibirnya. Nyali Jack surut seketika, wajahnya berubah pias. Thom mulai beranjak dari hadapan jack.


Sebelum dia menyentuh gagang pintu itu, Thom membalikkan badannya lalu menatap tajam sepasang manik hijau Jack. "Terimakasih telah menyadarkan ku." ucapnya lalu melanjutkan langkahnya.


Jack bergumam sendiri saat dilihatnya pintu ruangannya kembali tertutup. "Ck, Dasar bodoh! aku hanya punya satu nyawa dan aku tidak ingin mati mengenaskan ditangan predator sepertimu."