
"Life is like a book. some chapter sad, some happy and some exciting. but if you never turn the page, you Will never know what the next chapter holds.
_ Inspired positive life, Evanevalle.
Angel sampai di depan ruangan yang bertuliskan Handerson's Room. Menarik nafas sebentar, menetralkan degup jantungnya yang sedari tadi berdetak hebat seperti ingin meledak.
Tok.. Tok.. Tok...
"Masuk" Perintah pria dalam ruangan itu yang mendengar pintunya diketuk.
Pintu ruangan itu perlahan terbuka menampilkan seorang pria tampan berusia paruh bayah yang sedang duduk tengah menatap serius kertas putih dihadapannya.
Dia adalah Robert Handerson, seorang pengusaha terkaya dan nomor satu di London. dia sahabat sekaligus musuh Daddy. Gabriel Corp selalu berada diurutan kedua karena kekuasaan seorang Robert Handerson. Aku tersenyum kecil mengingat betapa marahnya Daddy saat Handerson lagi-lagi mengukir prestasinya.
Angel mengeleng pelan kepalanya membuyarkan lamunannya dan melangkahkan kaki kecilnya memasuki ruangan itu. " Good morning boss? sapanya dengan senyum indahnya.
Robert melirik sekilas lalu kembali menatap berkas yang di hadapannya. " duduklah isteri mudaku, aku takut kedua kaki kecilmu tidak akan sanggup menopang tubuhmu jika kau berdiri terlalu lama disana" perintahnya yang langsung membuat angel melangkahkan kakinya ke sebuah sofa besar nan empuk di sudut ruangan itu.
ia melirik sebentar pria workholic itu. "benar-benar seperti Daddy tak ada hari tanpa bekerja" batin angel.
"aku tahu aku tampan! kau boleh melihatku sepuasnya isteri mudaku, tanpa perlu repot-repot mencuri-curi pandang begitu" ujar Robert terkekeh.
angel memutar kedua bola matanya. "Aku sarankan Tuan Handerson yang terhormat segeralah mengubah nama panggilanku sebelum Tuan Western memenggal kepala anda" titahnya yang langsung membuat pemilik mata biru itu mengangkat wajahnya dan tertawa keras.
"Aku penasaran bagaimana si Western itu akan memenggal kepalaku" ucapnya. Robert melangkah pelan dan mendaratkan bokongnya tepat dihadapan angel.
kini mereka duduk hanya dengan dipisahkan sebuah benda persegi panjang itu.
"Ada apa boss memanggilku?" tanya angel.
Robert memijit batang hidungnya pelan lalu melepas kacamata yang sedari tadi menutupi safir birunya. "aku mendengar kau sakit" balas nya menatap lekat gadis cantik itu.
Angel melipat kedua lengannya tepat diatas dadanya. "boss, ku mohon jangan tatap aku seperti itu! aku baik-baik saja! aku masih hidup sampai detik ini, jadi hentikan wajah mengerikan mu itu!" pintanya dengan membawa kedua bola matanya menatap kearah lain. "segera hentikan pembicaraan ini!" batin angel
"Uncle minta maaf angel" sambungnya lagi yang membuat manik itu hitam itu bergerak menatapnya.
"aku tidak tahu bahwa tugasmu kali ini akan membuatmu kembali ketempat mengerikan itu, aku sengaja melakukannya, aku tidak ingin kau selamanya terikat dengan masa lalumu, itu saja". terangnya dengan raut wajah penuh penyesalan.
"aku mengerti, aku tahu kalian melakukan itu karena sangat menyanyangiku".
"kau tahu bukan, aku benar-benar menyanyangimu, meskipun kau bukan puteriku, tapi Gabriel adalah sahabatku, aku pernah menjadi saksi bagaimana menderitanya dia saat ibumu meninggalkannya dulu, jadi a-ku_
"Paman, aku tidak akan pernah meninggalkan Daddy atau siapun lagi, bagiku kalian adalah segalanya" balas angel cepat memotong perkataan pria itu.
Robert menghela nafas pelan sambil menyandarkan punggungnya.
" Apa paman belum yakin padaku?" tanyanya lagi tanpa melepas pandangan dari pria itu.
"aku mengerti, kau adalah gadis yang hebat berjanjilah padaku bahwa kau akan menuruti kemauanku kali ini" ujar Thom sambil membungkukkan kembali setengah badannya agar lebih dekat dengan gadis itu.
"aku tahu, Elisabeth sudah mengatakannya padaku" balas angel.
"lalu apa jawabanmu, apa kau akan pergi atau malah bersembunyi disini sampai selamanya?"
"aku akan pergi, aku tidak ingin selamanya menjadi seorang pengecut!" ujar angel sambil mengepal erat sebelah tangannya.
"Good girl!" balas Robert sembari meraih kepala gadis itu dan mengacak rambutnya pelan.
"Thanks uncle" kata angel.
"for what?" Tanya Robert
"for loving me, aku sangat menyanyangimu uncle." katanya lagi tertawa pelan.
Robert terdiam sejenak kemudian beranjak dari duduknya melangkahkan kakinya ke balik kursi kebesarannya menatap kota London dari balik kaca besar sebagai dinding ruangan itu.
"kau tahu angel?" tanyanya lirih "kelak nanti kau akan memiliki alasan untuk membenciku" kata Robert yang masih menatap lekat kota London dari balik dinding kaca itu.
Angel mengernyit bingung. "Apa maksudnya?" batinnya.
keheningan tiba-tiba menyapa kedua orang yang berbeda gender dan usia itu.
Robert membalikan badannya tiba-tiba.
"Pergilah! aku ingin kau naik jet pribadiku dan bawa juga elisabeth" Perintah Robert.
"ck, Daddy ku bukan orang susah Mr. Handerson, dia juga punya jet pribadi yang tak kalah mewah darimu" sindir angel segera bangkit dari tempat duduknya.
"baiklah terserah padamu" balas Robert menghela nafas pelan. "Oh aku melupakan sesuatu hal yang penting, aku pernah mengatakan padamu bahwa aku memiliki putra yang sangat tampan bukan? tanya Robert dengan senyum miringnya.
Angela mengerutkan keningnya membawa sisa-sisa ingatannya beberapa tahun lalu. "ah" ujarnya sembari menjentikkan kedua jarinya. "Si tampan dari negeri dongeng yang kau ceritakan padaku dulu paman?" tanyaku dengan mata berbinar.
Robert menganggukan pelan kepalanya sebagai jawaban. ia melangkah berdiri tepat dihadapan gadis cantik itu.
"lalu apa hubungannya dia dengan kepergian ku kali ini" tanya angel.
"Dia ada disana, di negara yang akan kau tuju nanti" jawab Robert.
"benarkah" pekik angel nyaring.
"benar sweetheart, dia ada disana" sambungnya lagi sambil mengelus lembut rambut panjang itu.
angel mengerucutkan bibir kecilnya. "namaku banyak sekali" kesalnya "Daddy memanggilku my angel, mommy memanggilku baby atau sayang, sedangkan Elisabet memanggilku Western, lalu paman memanggilku tadi isteri kedua sekarang sweetheart, lalu siapa namaku sebenarnya? tanya angel sembari menggerakkan satu per satu jari kecilnya.
tawa Robert seketika membuncah. "kau memang malaikat tanpa sayap angel" batinnya. "anggap saja nama itu sebagai tanda cinta kami padamu" ucap Robert merengkuh gadis itu ke dalam pelukannya.
Robert terdiam menatap lekat manik hitam itu. "jantungmu akan berdetak hebat saat kau bertemu dengannya" ujarnya tiba-tiba.
"kalau jantungku tidak berdetak, itu berarti aku sudah mati uncle" tukas angel kesal.
Robert terkekeh menyaksikan tingkah lucu gadis mungil itu. "kau memang sesuatu western, baiklah dia memiliki warna dan bentuk mata sepertiku" ujarnya lagi yang membuat angel mengangkat kepalanya menatap tajam manik biru itu.
" mata itu, serasa tidak asing" batin angel.
"ada apa?" apa kau mengingat sesuatu?".
"tidak apa- apa uncle, hanya saja aku ingin mengingat bentuk dan warna sepasang mata indah mu agar nanti aku bisa mengenalinya" ujar Angel sambil tersenyum tipis.
"dasar gadis nakal" kata Robert menyentil dahi mulus itu pelan. "angel?!" panggil nya menarik tangan gadis itu dalam genggamannya. "aku ingin mengatakan susuatu, dia pernah mencintai seorang gadis dan dia juga telah kehilangan gadis itu. sejak gadis itu pergi, dia berubah menjadi seperti raga tanpa jiwa " lirihnya sembari menghapus kedua sudut matanya yang sudah berair.
angel menutup mulutnya dengan telapak tangannya. "apa yang terjadi" batin angel.
"anakku menderita, benar-benar menderita! kalau kau bertemu dengannya nanti, tolong sampaikan maafku dan katakan padanya bahwa aku menyayanginya" kata Robert yang sudah bersimpuh di lantai dengan berderai air mata.
"ha?! apa ini?! batin angel
angel segera tersadar dari kebingungannya Ia mencoba membantu pria paruh baya itu berdiri. "Uncle, ku mohon jangan begini, berdirilah!" perintahnya dengan suara bergetar.
"ada apa denganku? kenapa suaraku bergetar? apa aku menangis? tapi untuk apa? batin angel
"tidak! biarkan seperti ini, aku pantas mendapatkannya" potongnya langsung menghentikan gerakan gadis itu.
"ku mohon angel, bantulah aku hanya kau yang bisa menolongku, kembalikan putraku! ku mohon selamatkan anakku!" batin Robert.
"aku tidak pernah melihat Mr Handerson seperti ini, apa ini alasannya nyonya Handerson pergi dan tak pernah pulang? dan apa katanya seperti raga tanpa jiwa ? sebenarnya, ada apa dengan keluarga ini? aneh sekali! batin angel.
"Dia membenciku! benar-benar membenciku! aku tidak tahu harus bagaimana! aku tidak menduga bahwa akulah yang menyebabkan dia seperti ini" sambungnya lagi kali ini dengan memukul -mukul dadanya melampiaskan rasa sakitnya.
"lalu, apa hubungannya denganku? aku tidak mengenal putramu? isterimu saja tak pernah aku lihat? kenapa kau menangis dihadapan ku tuan Handerson? aku benar-benar bingung! angel membatin.
"apa kau sudah selesai Mr Handerson? tanya angel melirik pria itu yang sedari tadi bersimpuh di hadapannya.
" aku terlihat seperti orang jahat disini!" batin angel.
Robert bangkit dari lantai dingin itu. "maafkan uncle, maafkan aku sayang! aku membiarkanmu melihatku menangis" ujarnya sambil menghapus jejak-jejak air mata di kedua pipinya.
"tidak apa-apa uncle" balas angel. "air mata bukanlah sebuah kelemahan, tidak peduli bagaimana dia?! siapa dia?! semua orang pernah menangis bahkan orang hebat sekalipun itu. jadi, kau tak perlu merasa bahwa kau pria terburuk di dunia ini hanya karena kau menangis uncle?! katanya lagi.
Ribert terkesima mendengar suara lembut nan memenangkan itu. Ia mendekap erat gadis kecil itu. menumpahkan tangisnya kembali di puncak kepalanya.
"gadis ini, gadis rapuh ini! astaga! bagaimana bisa aku menjadi salah satu tokoh dalam penderitaannya dulu". batin Robert.
Angel melepaskan diri dari dekapan pria itu. "baiklah uncle tidak perlu khawatir aku akan menyampaikan pesan mu jika bertemu dengannya nanti"
"terimakasih sayang" ujar Robert lirih.
"ck sepertinya aku harus segera kembali ke keruangan ku uncle, aku harus bekerja! aku tidak ingin mendengar sesuatu yang membuat telingaku terasa panas nanti" tukasnya yang membuat Robert tertawa pelan.
"pergilah! aku sudah tidak membutuhkan lagi!
"dasar tua Bangka menyebalkan" batin angel.
"kau mengusirku Mr Handerson!" seru angel. " aku akan pergi, segera transfer uang ke rekeningku karena topik kali ini di luar pekerjaanku"
"dasar Western mata duitan!" balas Robert sengit.
"Aku juga mencintaimu boss" celetuk angel.
angel melangkahkan kakinya meninggalkan jejak senyumnya bersama pria paruh baya itu. hingga suara berat kembali menghentikan langkahnya.
"Angel" pangil Robert.
angel mengerutkan keningnya.
"kali ini semoga takdir tidak salah" sambungnya lagi.
"uncle, percayalah! tidak ada yang bisa keluar dari lingkaran takdir?!, aku yakin takdir akan mempertemukan mereka kembali! mereka pasti akan bersatu lagi! ujarnya tegas.
Robert terdiam menatap lekat wajah gadis itu. "aku harap juga begitu, sayang!" batin Robert.
"aku permisi Mr. handerson" ujar Angel menunduk hormat yang hanya dibalas oleh anggukan kepala Robert.
Selepas kepergian angel pemilik manik biru itu merogoh kantongnya mengeluarkan sebuah benda pipih dari sana.
"bagaimana?" tanyanya pada seseorang dibalik panggilan itu.
"semuanya aman boss" ujar pria itu.
"lakukan sesuai perintahku, jangan sampai Gabriel mengetahui rencana ku, kali ini tidak boleh gagal" Perintahnya tegas.
"baik boss, kami sudah menyusun rencana agar Tuan muda hadir di pesta itu"
" bagus, aku tidak ingin menerima kata gagal" ancamnya
tanpa mendengar balasan dari pria itu Robert segera mengakhiri panggilan itu.
"aku tidak akan gagal, saat takdir kembali mempermainkan kalian maka aku yang akan menjadi penghubung takdir kalian, aku akan mempertemukan kalian dengan caraku sendiri! maafkan aku sayang, kali ini kau harus berjuang kembali! batin Robert.