When I'M With You

When I'M With You
Chapter 8


Flasback


Ethan POV


"Jadwal anda nanti malam adalah bertemu dengan nona Zivana, Pak" Ucap Sharon secretary pribadiku.


Ya, sharon adalah secretary pribadiku dia sudah 3 tahun bekerja denganku. Walaupun dia lebih tua dariku tapi dia sangat menghormatiku.


"Baiklah, tapi saya akan bertemu dulu dengan presdir mungkin saya akan terlambat datang kesana."


"Baiklah pak saya akan segera menghubungi nona Zivana."


🌵🌵🌵🌵🌵


"Kenapa papa selalu memaksa saya seperti ini?? Saya belum ingin menikah". Ucapku dengan nada sedikit meninggi.


"Ethan!! Kamu itu sudah 29 tahun sudah waktunya papa menyerahkan semuanya ke kamu!! Kamu itu mau sampai kapan melajang? Kamu itu mapan banyak perempuan di luar sana yang tergila-gila denganmu". Ucap papa dengan nada bicara yang tak mau kalah tinggi.


"Pah, aku hanya ingin menemukan orang yang tepat untuk menjadi istriku nanti".


"Sudahlah, setidaknya kamu datang dulu temui gadis itu, dia anak dari Jordan Grey pemilik Wells Furgo Bank. Karena papa sudah mengatur semuanya untukmu."


"Iya Ethan sayang temuilah dulu gadis itu siapa tau dia yang akan menarik perhatianmu". Tiba-tiba saja terdengar suara mama dari arah pintu dan membawakan kopi untuk papa.


Ya, aku sedang mengobrol dengan papa di ruang kerja papa yang berdominasikan warna hijau putih. ya, warna kesukaan papa. dan warna itu juga berpengaruh loh terhadap psikologis seseorang dalam bekerja.


"Haaahhh kalian itu selalu saja repot untuk urusan siapa yang akan menjadi istriku dan selalu repot menjodoh-jodohkanku!!"


"Tentu saja, karena mama juga engga mau anak mama di bilang perjaka ting ting, hihi." Ucap mamaku sambil tertawa.


"Mama meragukan pesonaku ya??" seperti ada bling bling di wajahku.


"Mama ga meragukan pesonamu sayang, perempuan mana sih yang ga mau sama anak mama yang tampannya melebihi rata-rata."


"Sudah-sudah intinya papa mau kamu datang dulu ke pertemuan itu." Titah papa kepadaku tanpa bisa di bantah.


🌵🌵🌵🌵🌵


Malam harinya di restaurant.


"Selamat malam nona apakah anda Zivana Grey??".. tiba-tiba saja datang seorang pria tampan dan bertanya kepadaku.


Wahhhh.... lelaki ini cool banget mandanginnya aja bikin melted, badannya tinggi tegap, putih, alis tebal, dan brewok tipis yang menambah daya tarik tersendiri. debaran jantungku langsung tidak beraturan, apa jangan jangan dia pasangan kencan butaku??


"A...ahhh iya saya Zivana Grey." Jawabku dengan sangat gugup.


"désolé je suis un peu en retard, il y a un petit obstacle dans le bureau. Ujarnya dalam bahasa Prancis yang sangat fasih. (Maaf saya sedikit terlambat, tadi ada urusan sedikit di kantor)


"aucun problème." Jawabku (tidak masalah) untungnya pada saat aku kuliah aku sempat belajar bahasa Prancis dengan senior jadi aku tidak malu maluin banget kan ..


"Tapi apanya yang sedikit, sejam itu berharga banget tau!!. Lagi pula kenapa bicaranya pakai bahasa Prancis segala sih mentang mentang lagi di restaurant Prancis. Tapi karena kamu itu tampan jadi ga apa apa lah" Gumamku.


"Perkenalkan nama saya Ethan Morgan." Ucapnya sambil melayangkan tangannya untuk berjabat tangan.


"Haahhh Ethan Morgan, sepertinya nama itu tidak asing buatku.. Ethan Morgan, Ethan Morgan.. Ohh My God!!! Ethan Morgan pewaris J.P. Morgan Bank kah ???" Teriak dalam hatiku.


"Heii.. Nona kenapa anda bengong seperti itu??"


GREEPP... tanganku langsung menjabat tangannya


"aahhh iya Zivana Grey, anda sudah tau kan??"


"Apa anda tidak mempersilahkan saya duduk nona??"


"E..ahhh maaf silahkan duduk".


"Kita berbincangnya sambil memesan makanan saja ya??" Tanyanya sembari membolak balik buku menu.


To be continued...