
"Hahh??? Tapi jelas jelas gue nolak dia na. Mana mungkin gue bohong sama lo. Terus lo pergi sebelum dia datang??"
"Iya gue langsung kabur. Apa jangan jangan lelaki itu tertarik sama lo wen?? Ya karna kan lo yang gantiin gue kemarin jadi gue rasa sebenernya dia naksir sama lo, karna lo lagi nyamar jadi gue dia pasti berfikir ya itu gue." Ucap Zivana dengan mata yang melirik ke arahku.
"Ahh.. Gila engga mungkinlah. Jelas jelas gue tolak dia mentah mentah, apa dia segitu ga tau malunya".
"Terus gimana sama nasib gue wen??" Tanya Zivana kepadaku sambil memasang wajah cemberutnya.
"Ya mau gimana lagi lo terima saja dia" Jawabku dengan sangat enteng.
"ENGGAAA!!.. Gue ga mau nikah sekarang, gue masih mau seneng seneng, Huhuhu". Jawab Zivans sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"Ya terus sekarang lo maunya gimana??" Tanyaku.
"Mmmm.. Gimana lo nyamar lagi jadi gue??" Ucap Zivana
"Hahh!!! Ga deh ga lagi lagi". Jawabku sambil menggeleng gelengkan kepala.
"Ayoo dong wen, please. Mau ya mau?? Lo kan juga udah terlanjur terlibat disini jadi terusin aja aktingnya".
"Haaahhh.. Gue ga mau bekelanjutanlah lo urus saja masalah ini bilang saja ke om kalau lo itu udah nolak dia!!"
"Sekali ini lagi aja lo temuin dia ya, pastiin lo nolak dia lagi, ya please." Lagi lagi dia memohon kepadaku.
Zivana POV
Drrtt Drtt Drrtt...
Suara handphoneku bergetar
"Haloo.. Ada apa pah??"
"Zivana!! Kamu dimana?? Ethan sudah menunggu kamu di kantor tapi kamunya tidak ada!!".
"Hahhh.. Yasudahlah nanti papa sampaikan, bikin pusing saja kamu ini."
Bagaimana ini?? Apa aku saja yang menemui dia?! Ahh.. Tidak mungkin bisa mati aku kalau papa tau yang sebenarnya kalau yang kemarin datang ke blind date bukan aku.
"Wen, lo mau ya???" Aku kembali membujuk arwen.
"Haaahh yasudahlah tapi sekali ini lagi saja!!"
"Ahhhh thanks wen, lo emang penyelamat gue".
"Penyelamat sementara ya, kalau nantinya ada masalah gue ga ikut ikutan loh!!"
"Iya iya bagaimana nantinya pikirkan nanti saja".
Arwen POV
keesokan harinya..
Dan akhirnya seperti ini lagi, bodohnya aku... lagi lagi aku menyamar menjadi Zivana untuk menemui lelaki itu. Haahhh.. Dasar laki-laki yang tidak tau malu bagaimana bisa dia seperti itu?! Sudah di tolak mentah mentah tapi malah mengejar bukannya mundur jadi merepotkanku saja!!
Penampilanku sudah cantik kan??
Dan disinilah aku di L'Ateriel De Joel Robuchon, akan bertemu lagi dengan lelaki itu, Ethan Morgan, untuk menolak dia untuk yang kedua kalinya. Aku pun segera memasuki restaurant itu dan seperti kemarin restaurant ini selalu membuatku tercengang karna interiornya dan restaurant ini selalu ramai pengunjung. Makanan dan minumannya pun tidak perlu di ragukan lagi. Dan lebih-lebih tidak di sangka ternyata lelaki itu sudah datang lebih awal. Baguslah jadi aku tidak perlu menunggu sampai mau jamuran lagi.
"Haii, tuan Morgan apa saya datang terlambat??" Sapaku kepadanya.
"Tidak nona, anda datang tepat waktu." Jawabnya sambil menatap mataku dengan senyum manisnya.
To be continued...