When I'M With You

When I'M With You
Chapter 24


Bagaimana aku harus menjelaskannya ke Zivana ya?? Aduhhh!!!... Gatau ahh tapi aku memang seharusnya jujur dan ceritain ini ke dia kalau aku menyukai Ethan Morgan.


"Se..sebenarnya... Sebenarnya.." Ucapku gugup.


"Sebenarnya iya sebenarnya apa???" Ucap Zivana tidak sabaran.


"Ethan sudah jemput dan lagi nunggu di sebrang sana."


Flashback


Tringgg....


Bunyi suara pesan masuk.


"Heii anda lari cepat sekali, nanti sore sepulang kerja saya akan menjemput anda dan anda tidak boleh menolak, Ok!! Sampai jumpa nanti sore...❣️❣️❣️"


Apa-apa itu ada gambar lovenya (wajah tersipu). Atau jangan-jangan karna ciuman tadi dia jadi langsung berfikir aku menerimanya?? Tapi kan aku belum menjawab apa-apa.


Apa iya aku juga menyukainya sampai-sampai aku tidak menolak ciuman darinya. Aahhh apa sih Arwen jangan mimpi ahh dia itu sama kamu bagai langit dan bumi.


Pukul 15.30


Tringg....


"Saya sudah di sebrang tempat kerja anda, saya tunggu ❣️."


Hahhh... love lagi......


🌵🌵🌵🌵🌵


"Ooooohhh Ethan.... Hahh!! Apaaa!! Ethan!! Ethan Morgan??". Katanya kaget.


"Angguk-angguk kepala."


"Emmm.. Ada gerangan apa si tuan Morgan jemput lo??" Tanya Zivana.


"Aahhaaaa... pasti lo mau kencan kan sama dia?? iya kan?? iya kan??"


"Apa?? kencan?? ga bukan begitu na." Jawabku gugup


"Lantas apa lagi??? Ga mungkin juga kan cuma buat sekedar jemput aja??" Tanya Zivana


"Gue.. juga gatau na tapi tadi seberengkatnya ke toko.... Blablablablabla (menceritakan kejadian yang tadi pagi terjadi) begitulahh ceritanya..."


"Jadi lo kissing sama dia?? OMG Arwenn..... akhirnya akhirnya.... gue seneng banget akhirnya lo ngerasain juga....hahahaha" Ucap Zivana kegirangan.


"Apa-apaan sih lo na, kenapa jadi lo yang seneng banget??"


"Hahaha.. Yaiyalah gue seneng akhirnya sahabat terbaik gue bakal punya pacar juga. Terus-terus setelah dia nyatain cintanya lo jawab apa?? lo jawab iya kan?? karna secara lo itu nerima ciuman dari dia!!"


"Memangnya kalau berciuman harus nerima jadi pacar juga??" Tanyaku.


"Ya, seenggaknya sih begitu. Emangnya lo mau ciuman sama siapa aja gitu kalo lo ga suka??"


"Ya enggalah emangnya gue cewe apaan!"


"Nah, itu dia tandanya lo juga suka sama dia."


"Tapi..Tapi misalnya gue suka sama dia, lo gimana??" Tanyaku ragu.


"Gue?? Ya ga gimana-gimanalah wen. Gue ga punya perasaan sama dia lagi pula itu kan kerjaan bokap gue bukan keinginan gue." Ucap Zivana.


"Yaudah have fun ya, selamat menikmati hari yang indah.. kapan-kapan aja kita ngemollnya karna sang pangeran sudah menunggu.. Byeee gue balik ya.." Ucap Zivana lagi sambil berlalu.


Hahaha dasar anak ini, benar-benar ya kelakuannya. Tapi seenggaknya aku sudah lega karna sudah menceritakan semuanya ke Zivana. Dan aku akan memantapkan hatiku apa aku harus menerimanya atau tidak, karna aku juga tidak mau salah mencintai seseorang. Padahal selama ini yang aku sukai hanya senior tapi apalah daya ternyata senior mencintai Zivana selama ini dan begitupun sebaliknya, Zivana juga mencintai senior. Aku begitu bodoh tidak melihat cinta mereka tapi aku juga selama ini tidak sadar kalau entah sejak kapan aku menyukai Ethan Morgan, karna saat melihat senior dan Zivana malam itu berciuman hatiku sudah tidak terasa sesak tidak seperti waktu kami kuliah dulu, saat aku melihat senior berciuman dengan wanita lain saat itu hatiku terasa sangat sesak..


To Be Continued...