When I'M With You

When I'M With You
Chapter 4


" Baiklah saya mengerti kekhawatiran anda, saya akan menjelaskan semuanya secara detail. Operasi bypass jantung diawali dengan pemberian obat bius total. Dokter akan memeriksa denyut jantung, tekanan darah, kadar oksigen di dalam tubuh, dan fungsi sistem pernapasan. Selang pernapasan akan dipasangkan dan disambungkan ke ventilator atau alat bantu pernapasan. Dokter akan membuat sayatan sepanjang bagian tengah rongga dada dan membelah tulang dada, hingga jantung terlihat. Ayah anda akan diberikan obat-obatan untuk menghentikan kerja jantung, kemudian akan disambungkan ke mesin jantung paru (Heart Lung Machine) untuk menggantikan kerja jantung menjaga pasokan darah ke seluruh tubuh.


Selanjutnya, dokter akan mencangkok pembuluh darah dari bagian tubuh lain untuk ditempelkan pada pembuluh darah jantung, sebagai jalur pintas yang tidak melewati arteri jantung yang tersumbat. Setelah cangkok pembuluh darah dilakukan, dokter akan mengembalikan kerja jantung secara normal, dan menyatukan kembali tulang dada dengan kawat khusus, serta menutup sayatan dengan jahitan." Ujar dokter Smith. Benar-benar penjelasan yang sangat detail.


"Baiklah dok lakukan apapun yang terbaik buat ayah saya, tolong selamatkan ayah saya". Ucapku dengan nada lirih dan air mata yang menggenang.


"Tapi kira-kira berapa semua biaya operasinya dok??." Tanyaku kepada dokter Smith


"Sekitar 40.000 USD (+/- Rp. 595.000.000) tapi untuk lebih jelasnya mengenai pembiayaan, anda bisa langsung ke bagian administrasi". Ujar dokter Smith.


"Baiklah, terima kasih banyak dok."


Saat keluar dari ruangan dokter, aku terhenti sejenak menyenderkan badanku ke dinding dekat pintu ruangan dokter Smith, sambil berfikir Bagaimana caranya aku dapat uang sebanyak itu dalam waktu sesingkat ini???


🌵🌵🌵🌵🌵


Tiba-tiba Zivana meminggirkan mobilnya ke tepi jalan dan berhenti.


"Gini aja, lo pake aja tabungan gue wen, gimana??" Ucap Zivana. Sambil melepas sitbelt dan duduk menghadap ke arahku.


"Lo gila ya Na, ga mungkinlah gue pakai tabungan lo. Itu uang yang ga sedikit na." Ujarku dengan nada sedikit keras karena kaget.


"Engga gue engga mau na gue harus usaha sendiri, gue ga mau nyusahin lo".


"Lo ga nyusahin gue ko, gue tawarin ini juga engga gratis. Gue ada kerjaan buat lo." Ujarnya sambil tersenyum. Senyumannya mengisyaratkan sesuatu sepertinya ada yang dia rencanakan.


"Kerjaan apa??" Tanyaku.


"Jadi gini, semalem kenapa gue ga bales chat lo, karena gue lagi debat sama papa. Papa nyuruh gue dateng ke kencan buta. Lo bayangin gue ikut kencan buta, engga banget kan??" Ucap Zivana


"Terus, memangnya kenapa?? Kalo lo belum coba kan lo engga bakal tau."


"Ya intinya sih gue engga mau, jadi gue mau minta tolong sama lo. Lo gantiin gue ya nemuin lelaki itu di kencan buta, ayolahhh tolongin gue." Ucap Zivana sambil menunjukan wajah melas.


"WHATTTT???" lo yang bener aja na. Engga engga, gue engga mau gantiin lo pergi ke kencan buta itu. Apalagi kalau sampai om Jordan tau bisa mati gue." kataku dengan nada tegas.


"Papa pasti engga akan tau, lo kesana cuma buat nolak dia aja ko, udah setelah itu lo langsung aja tinggalin dia. Please please please.." Ujar Zivana memohon mohon kepadaku.


To be continued...