
"Iya iya sorry tadi gue engga liat pesannya, sorry ya sorry. Lo jadi nunggu lama ya??"
" Bukan lama lagi sampe buluk gue nunggunya tau ga!!".
"Iya iya sorry wen, sorry ya".
"Yaudah sebagai gantinya lo harus traktir gue beli Iga bakar yang di dekat Townsvilley Hospital."
"Hahhh!! Memangnya lo ga makan puas tadi??".
"Gimana mau makan puas!! Kan lo yang bilang gue itu harus anggun harus memperlihatkan kalau gue itu wanita berkelas,"
~(Author : padahal makan lahap banget kaya ga pernah makan ðŸ¤)~
~(Arwen : kan emang engga pernah makan di tempat mewah kaya gitu, ya jadi aji mumpung 😂)~
"Lagi pula makanan apa itu Foie Gras porsinya sedikit sekali, bukan bukan sedikit lagi deh itu mah benar benar cuma seumit. yahh walaupun rasanya itu memang luar biasa." Ucapku mendumal kepada Zivana.
"Hahahah ok ok gue bakal traktir lo Iga bakar sepuasnya".
"Hahahha bener yakk, tapi di bungkus aja sepertinya Jerry belum makan".
"Iya bener, oke bungkus sekalian nanti buat Jerry".
"Lo emang sahabat gue yang terbaiikkkkk". Teriakku kepada Zivana sambil memeluknya erat.
"Arwen lepasin pelukan lo ini, gue lagi nyetir tau!!!"
"Ahh iya iya sorry".
" By the way, lo tau siapa lelaki yang mestinya lo temuin tadi??"
"Iya gue tau ko, Ethan Morgan kan?? pewaris tunggal J.P. Morgan Bank"
"Kalo lo tau kenapa lo mesti nolak sih ??"
"Emangnya om engga bilang sama lo siapa yang bakal lo temuin??".
" Engga papa ga bilang sama gue, mungkin mau kasih kejutan kali ke gue." Ucap Zivana dengan nada santai.
"Terus lo ga nyesel udah nolak dia??
"Ya tentu aja enggalah, dia kan memang bukan tipe gue wen, terus apa yang dia katakan waktu lo menolak dia??". Jawab Zivana sambil terus fokus menyetir mobil.
"Dia bilang lo itu wanita pertama yang berani nolak dia, biasanya dia yang menolak. udah, habis itu gue langsung pergi."
"Terus bagaimana tampangnya".
"Entahlah sepertinya dia kecewa dan gue berhasil nolak dia kan??"
"Hahaha berarti gue orang yang pertama kali nolak ya, hebat ga tuh??" Ucap Zivana seraya menaikkan kedua alisnya.
"Kita sahabatan udah lama, tapi terkadang gue suka engga ngerti sama jalan pikiran lo na, di cariin jodoh yang tampan & mapan malah di tolak, kalo gue jadi lo sih gue mau banget apa lagi sama si Ethan itu. hehe".
"Ya udah lo ambil aja wen".
"Tapi kalo gue sama dia sih engga mungkin banget na bagaikan bumi dan langit". Ucapku sedikit minder.
"Kalau jodoh engga akan ada yang tau kan??"
"ahhaha ya ya jodoh dalam khayalan"
🌵🌵🌵🌵🌵
Sesampainya di Rumah Sakit, aku langsung segera menuju toilet untuk berganti pakaian, karena bisa gawat kalau sampai ayah melihat ku berpakaian terbuka seperti ini, lagi pula pasti akan ada banyak pertanyakan yang di ajukannya. Setelah selesai aku langsung bergegas ke ruangan ayah.
"Ayahhh.. ayah sudah siuman?? syukurlahh aku khawatir banget sama keadaan ayah. kenapa ayah ga pernah cerita apa-apa tentang penyakit ayah ini sih?? aku kan anak ayah.. hiks hiks hiks. seketika tangisku pecah, air mata pun berlomba lomba jatuh ke pipiku, dan aku menangis di pelukan ayah.
To be continued....