When I'M With You

When I'M With You
Chapter 12


"Nak, ayah tidak apa-apa, ayah bukan tidak mau cerita, ayah cuma tidak pingin kamu jadi khawatir." Ucap ayah dengan suara yang sangat pelan.


"Ayah harus cepat pulih ya, nanti Zivana akan bawa ayah ke pertandingan American Football. yang main tim kesukaan ayah loh New York Giant vs San Francisco 49ers di bulan depan, aku bakal pesenin tiketnya buat ayah." akhirnya Zivana berbicara.


"Terima kasih banyak ya nak, walaupun kamu bukan anak kandung ayah tapi kamu juga selalu buat ayah merasa senang".


Yah, begitulah ayah dan Zivana suka sekali nonton American Football. Kalau lagi nonton di televisi saja mereka itu suka heboh sendiri. Kalau aku sendiri sih biasa aja engga terlalu suka.


"Iya ayah karena ayah juga sudah aku anggap seperti ayah sendiri, selama ini ayah juga banyak mengajariku banyak hal".


Jegglekkkk..


Bunyi suara pintu di buka, ternyata yang datang itu adalah Jerry.


"Ka, aku sudah melunasi semua biaya operasi ayah, dan besok dokter akan segera melakukan tindakan untuk ayah jam 8 pagi."


"Makasih ya Jer sudah bantu kakak, oh iya kakak bawa iga bakar nih buat kamu, kamu pasti belum makan kan??"


"Jangan sungkan seperti itu ka, sudah jadi kewajibanku juga untuk menjaga ayah, menjaga kakak. Terima kasih ya kak, kakak tau aja kalau aku belum makan."


Gruugrukkkkkkk..


bunyi suara perut Jerry yang terdengar sekali di telinga, membuat suasana berubah menjadi tawa ..


"Hahaha, kamu makan dulu sana Jer, sepertinya cacing di perutmu itu sudah tidak bisa menahannya lagi" Tutur Zivana seraya meledek Jerry.


"Aku jadi malu, hehe". Ucap Jerry yang terlihat sekali pipinya memerah karena malu.


"Aku pinjam uang sama Zivana yah, ya kan... Zi?? Aku sedikit menginjak kaki Zivana.


"A.. Iya.. Iya yah, lagi pula aku punya sedikit tabungan dan belum tau mau aku apakan jadi lebih baik di pakai untuk biaya operasi ayah dulu".


"Ya ampun nak, terima kasih banyak ya?? Tapi..." Ucap ayah sedikit khawatir. Sebenarnya apa yang ayah pikirkan??


" Ayah, ayah tidak perlu terlalu banyak berfikir, ingat keadaan ayah harus stabil agar besok bisa segera ambil tindakan. Kalau masalah uang ayah juga jangan fikirkan aku akan cicil uang itu ke Zivana setiap bulan sehabis gajian." Ucapku sembari memegang tangan ayah untuk menenangkan ayah.


"Oh iya ayah aku pamit pulang dulu ya karna sudah malam, besok aku harus ke kantor karna ada meeting, tapi aku usahakan besok aku kesini lagi liat kondisi ayah, ayah harus cepat pulih ya."


"Tidak apa-apa biar Jerry yang anter kamu".


" Tidak perlu yah, lagi pula aku bawa mobil ko." Ucap Zivana sembari mencium tangan ayah.


"Yasudah kamu hati-hati di jalan ya Zivana".


"Wen, gue pamit ya besok kalau ada apa apa jangan lupa langsung kabarin gue, ok!!"


"Iya na, thanks ya berkat lo ayah bisa ambil tindakan besok". Ucapku dengan air mata yang menggenang.


"Iya wen, lo tuh kaya sama siapa aja sih, yaudah gue pamit yah." sambil cipika cipiki.


setelah Zivana meninggalkan ruang rawat ayah, aku pun bergegas untuk menyuruh ayah agar segera istirahat.


To be continued....