When I'M With You

When I'M With You
Chapter 13


Ayah, sekarang waktunya ayah istirahat ya, besok jam 8 pagi jadwal operasi ayah". Ucapku sembari menyelimuti ayah.


"Nak, terima kasih banyak ya


dan maaf ayah sudah menyusahkanmu." Ucap ayah seraya memegang tanganku.


"Ayah, sudah jadi kewajiban aku merawat ayah, memberikan yang terbaik buat ayah, ini tidak seberapa di bandingkan ayah yang sudah merawatku, memberikan apapun yang aku mau sejak dari kecil".


"Ayah sangat bangga denganmu nak, Ibumu pun juga pasti bangga dan bahagia disana."


"Iya ayah". Ucapku sambil tersenyum manis.


"Semoga kamu cepat mendapatkan kebahagiaan kamu ya nak".


"Kebahagiaan aku adalah ayah, kalau ayah bahagia, aku pasti bahagia." Ucapku seraya memeluk ayah.


Akhirnya ayah pun tertidur, tetiba aku sangat rindu dengan ibu.


Ibu aku sangat merindukan ibu, apa ibu bahagia disana?? Apa ibu bangga denganku??


Sudah 2 tahun ibu meninggalkan aku, dan sampai sekarang pun aku masih mencari tau siapa pelakunya, siapa orang yang telah menabrak ibu??


Tapi bu apa aku salah sampai sekarang pun aku masih benci dengan orang itu?? Ya, karena orang itu sudah membuat aku kehilangan ibu, tapi aku sangat senang karna ibu hadir dalam hidupku. Terima kasih untuk semua hal yang telah kau beri dan lakukan untukku. Terima kasih untuk waktu yang telah engkau habiskan untukku.


Terima kasih untuk perjuanganmu selama ini.


Terima kasih untuk kasih sayang yang kau curahkan untukku.


Terima kasih atas semua cinta dan perhatianmu.


Terima kasih telah menjadi sandaranku selama hidupku.


Terima kasih atas bantuan, kerja keras, masukan dari ibu. Terima kasih telah membantuku menjadi AKU yang sekarang, menjadi aku yang lebih kuat dari sebelumnya.


Maafkan aku karena aku belum bisa membahagiakanmu sepenuhnya. Maaf karena belum mampu berbuat yang terbaik untukmu, dan maaf atas segala keluhan, kekurangan, dan kemalasan yang telah aku lakukan. Maaf karena belum bisa menjadi “sesuatu” yang bisa kau banggakan Ibu. Tapi aku berjanji aku akan selalu berusaha untuk membahagiakan mereka bu, membahagiakan ayah & Jerry. Tuturku dalam hati sembari melihat foto ibu di handphoneku.



🌵🌵🌵🌵🌵


Keesokan paginya....


"Bagaimana dok keadaan ayah saya??" Ucapku kepada dokter yang baru saja keluar dari ruang operasi.


"Operasinya berjalan dengan lancar, tinggal menunggu pemulihannya saja. Kalau sudah dari ruang pemulihan menuju ruang rawat baru bisa di tengok yah". Ucap sang dokter.


"Baik dok, terima kasih banyak.


Aku sangat bersyukur, karena Tuhan masih memberi umur panjang untuk ayah, karena aku belum sanggup apabila harus kehilangan ayah. Karena kehilangan ibu saja seperti sayap di tubuhku ini patah sebelah.


"Ibu, apa ibu mendengar itu??.. Operasi ayah berjalan dengan lancar". Aku kembali berbicara dengan foto ibu.


"Kak, bagaimana ayah??". Tanya Jerry kepadaku.


"Syukurlah ayah sudah melewati masa kritisnya, dan ayah lagi di ruang pemulihan, kalau sudah di ruang rawat kita baru boleh tengok ayah."


"Syukurlahhhh.." Ucap Jerry dengan mata yang mengembang air mata.


2 hari kemudian ...


"Ahh, akhirnya kembali ke rumah". Ucap ayah yang merasa senang sudah pulang, karna dia tidak betah berlama lama di rumah sakit.


"Iya ayah, tapi inget ayah tidak boleh terlalu cape, toko kita engga perlu buka dulu ya yah, pokonya ayah harus istirahat sampai benar benar pulih!!." Ucapku dengan nada yang tegas


"Iya anak ayah yang bawelnya seperti ibu". Ucap ayah sambil tertawa kecil.


"Nak Zivana terima kasih ya sudah anter ayah, maaf ayah jadi merepotkan kamu terus".


"Tidak perlu sungkan seperti itu yah, aku juga kan anak ayah."


To be continued...