
Arwen POV
Astagaaa.. Tatapan mata dan senyumanya itu loh, melihatnya saja aku sudah tidak tahan. Hari ini dia terlihat sangat tampan memakai setelan jas berwarna hitam dan memakai dasi berwarna hitam pula, sangat cocok dengannya. Wajah dan penampilannya selalu bisa membuat semua mata wanita terpana ke arahnya. Lihat saja sedari tadi dia sendirian banyak sekali wanita yang meliriknya, tapi pada saat aku datang wanita-wanita itu melihat sinis ke arahku dan langsung berbisik-bisik. Haaahhh.. kalau jadi perempuannya harus kuat-kuat hati, ya.. bagaimana tidak dia pasti akan selalu jadi incaran para wanita. Dan bodohnya Zivana tidak mau dengan lelaki seperti ini.
"Apa saya boleh duduk??" Tanyaku.
"Ya tentu, silahkan duduk nona". Jawabnya sambil menarik bangku untuk mempersilahkanku duduk.
"Terima kasih, anda baik sekali tuan".
"Anda tidak perlu sungkan." Jawabnya sambil tersenyum.
"Maaf tuan Morgan saya disini mau berbicara langsung pada intinya saja, di pertemuan kita kemarin saya sudah bilang pada anda kalau saya tidak bisa menerima anda, bagaimana bisa anda bilang ke papa saya kalau kita akan segera menikah??" Ucapku to the point.
"Ya, karena saya memang mau mengejar anda nona Zivana, apa anda bisa memberi saya kesempatan itu??" Tanyanya serius kepadaku.
"Tidak..mmm tidak boleh." Jawabku gugup.
"Kenapa ??" Tanyanya dengan mata yang memicing ke arahku dan mengerutkan dahinya..
"Mm.. Ya, karna seperti yang saya bilang kemarin, anda itu bukan tipe saya, ya jadi saya tidak bisa membiarkan anda mengejar saya."
"Tapi, kalau anda bukan nona Zivana yang sebenarnya apa saya bisa mengejar anda dan anda suka tipe yang seperti apa ??" Ucapnya dengan mata yang langsung menuju ke arahku.
JLEEBB..
Seketika aku terkejut dan mataku langsung membulat mendengar ucapannya, dan akupun langsung menatap ke arahnya. Sepertinya dia sudah tau sesuatu, ahh.. tidak tidak aku tidak boleh terlihat gugup jangan sampai ketahuan kalau aku bukan Zivana yang sebenarnya. Tapi dari ucapannya sepertinya dia sudah mengetahuinya, bagaimana ini??
"Apa maksud anda, tuan Morgan??
"Hahaha.. Bagaimana mungkin saya bukan Zivana Grey?? Lantas kalau saya bukan Zivana saya itu siapa dong?? Anda itu sangat lucu tuan Morgan, apa anda sedang malawak??". Sebelum dia melanjukan kata katanya aku langsung memotong pembicaraannya.
"Saya tidak sedang melawak, anda itu adalah Arwen Arathorn anak dari Elrond Tyler."
"Haahh!! Bagaimana dia bisa tau??" Gumamku.
"Kenapa anda terkejut nona Arwen?? Anda tidak perlu khawatir, walaupun anda sudah membohongi saya, tapi saya tetap menyukai anda dan akan tetap mengejar anda." Ucapnya sambil tersenyum
"B..ba..bagimana anda bisa tau kalau saya Arwen Arathorn??."
"Ya, teman anda sendiri yang memberi tahu saya." Jawabnya dengan menaikkan sebelah alisnya.
Whattt??? Zivana.... Apa-apaan ini?? Lo ngejebak gue begini??? Aura singaku memancar..
"Nona Zivana, anda sudah boleh keluar" Ucapnya sambil menjentikkan jari.
Tiba tiba Zivana keluar dari balik tiang tembok, apa ini maksudnya?? Ko aku seperti di jebak seperti ini sama sahabatku sendiri!!
"Wen, maafin gue, kita.. kita ketahuan". Zivana langsung berlari ke arahku.
"HAHH!! ini maksudnya apa na ?!"
"Sebenarnya ini rencana DIA!!, dia yang maksa gue wen." Zivana mencoba menjelaskan kepadaku apa yang sebenarnya terjadi.
To be continued...