
Arwen POV
Aku berjalan menyusuri taman yang ada di Townsvilley Hospital, Rumah Sakit ini sangat besar. tamannya pun sangat bagus dan ada sebuah kolam ikan besar disana. aku duduk di dekat kolam ikan sambil memandangi ikan ikan yang sedang berenang dengan bebasnya. mmm.. Aku harus mendapatkan uang untuk membayar semua biaya pengobatan ayah bagaimanapun caranya, tapi harus cari kemana uang sebanyak itu??? Aku hanya seorang kepala toko di sebuah mini market, dan gajiku pun tidak cukup untuk membayar semua biaya pengobatan ayah. Tabunganku pun tinggal sedikit karena separuhnya sudah di pakai untuk membayar DP Rumah Sakit ini.
Tanpa disadari air mataku pun meluap tidak tertahankan lagi. ya Tuhan.. bantu aku untuk menemukan jalan keluarnya. Aku tidak boleh cengeng aku tidak boleh putus asa, aku harus semangat demi kesembuhan ayah. Aku harus cari pekerjaan sampingan. ahh ya.. aku harus cari pekerjaan sampingan ..
"What's the worst that I can say?
Things are better if I stay
So long and goodnight
So long and goodnight"
(🎶 My Chemical Romance - Helena)
Bunyi suara handphoneku menyadarkanku dari lamunan ini. ternyata itu adalah telfon dari Zivana sahabat baikku yang selalu ada buat ku dia kala aku membutuhkannya.
"Haloo.." Ucapku dengan nada lirih.
"Wen, lo dimana sekarang??" Tanya Zivana.
"Gue di Townsvilley Hospital, Na" Ucapku dengan nada terisak.
"Ok ok, gue nyusul lo kesana ya sekarang" Ucap Zivana.
"Ok!" Jawabku.
Aku kembali melangkahkan kakiku menuju ruangan tempat ayah di rawat. sesampainya di dalam ruang rawat ayah, Aku melihat adikku yang sedang tertidur dan segera menyelimutinya dengan selimut yang ada di kamar Rumah Sakit itu. Aku pun duduk di sebelah ayah yang sedang terbaring tidak berdaya. Air mataku pun menetes kembali, ketika melihat wajah paruh baya itu sangat pucat. Melihat ayahku yang terbaring lemah tidak sadarkan diri.
"Ayah, ayah harus segera sembuh, Ayah harus kuat, aku janji ayah aku akan mencarikan uang untuk biaya pengobatan ayah bagaimanapun caranya. Pokonya ayah harus sembuh harus ayah, hiks hiks hiks" ucapku sambil memegang erat tangan ayah.
"Kak" .. tiba tiba saja tangan Jerry merangkulku .
"Ah iyaa, kakak engga apa-apa ko Jer, kakak engga capek kakak juga engga laper, lagi pula kakak sudah ambil cuti selama satu minggu" Jawabku sambil mengelap air mata yang menetes.
Sesampainya di Townsvilley Hospital, Zivana memarkirkan mobilnya dan langsung keluar dari mobil dan berlari menuju meja receptionist.
"Excuse me.. Bapak Elrond Tyler di rawat di ruang apa??.. Tanya Zivana kepada receptionist.
"Tunggu sebentar akan saya cek terlebih dulu" Jawab receptionist.
"Ok!!" Ucap Zivana.
"Nona.. Bapak Elrond Tyler, berada di ruang HCG No. 211" Ucap receptionist.
"Okay, thank you". Ucap Zivana.
Zivana pun langsung menuju ruangan tempat ayah Arwen di rawat..
Krieetttt....
bunyi suara pintu di buka, ternyata itu adalah Zivana.
Wen.." Ucap Zivana masuk ke ruang rawat sambil berjalan cepat menuju Arwen.
"Na, ayah gue.. Ayah gue na.." Hiks hiks hiks.
Air mataku tak terbendung lagi. Tangisku pecah dipelukan Zivana.
"Wen, lo yang sabar ya. Sorry gue baru baca pesan dari lo tadi pagi. Gue juga sedih liat ayah kaya gini. kenapa bisa kaya gini??" Zivana memeluk Arwen sembari menepuk nepuk pelan punggung Arwen.
To be continued...