When I'M With You

When I'M With You
Chapter 9


"Iya, maaf ya saya sudah memesan minuman duluan karena tadi lumayan juga menuggu anda sampai saya mau jamuran disini." Ucapku dengan nada sedikit sinis.


"Haha anda lucu sekali nona, orang secantik anda tidak akan jamuran, apa anda tidak menerima pesan dari secretary saya kalau saya akan datang terlambat ".


Puffttt!! Apa dia bilang, aku cantik... Pipiku jadi terasa panas karena merona, rasanya jiwa inii terbang melayang tinggi ke angkasa.


"Ah ya itu dia handphone saya tertinggal di dalam mobil pada saat ingat, supir saya sudah pergi jauh jadi saya tidak tau kalau anda akan datang terlambat."


"Baiklah sebagai gantinya makan malam ini saya yang traktir anda, Anda mau pesan apa, Nona Zivana??". Tanyanya


"Iyalah kamu yang traktir saya masa saya yang bayarin semuanya, bisa bisa uangku melayang banyak kalau traktir anda di restaurant mewah ini". Gumamku dalam hati.


"Apa saja deh yang menjadi favorit di restaurant ini, tolong pesankan untuk saya".


"excusez-moi, je veux commander. quelle nourriture est un favori ici ?? Tanya Ethan kepada pelayan.


"il y a deux aliments préférés ici.


Seared Foie Gras, with French Toast Apricot Jam et Cider Duck.


Le Royale De Foie Gras." Jawab sang pelayan.


"D'accord, je vais commander les deux, et j'ai commandé la boisson kir royale.


"D'accord, veuillez patienter un instant, monsieur." Ucap sang pelayan dan segera meninggalkan meja tempat kami duduk.


Sebenarnya aku merasa agak ribet sih mereka berbicara bahasa Prancis, Ya karena bahasa Prancis itu agak sulit pengucapannya menurutku.


Lelaki ini kan pasti jadi idola semua gadis. Sudah tampan, kaya raya, pintar pula pokonya manusia perfect menurutku dari fisik dan materilnya. kenapa Zivana malah menolaknya ya. Kalau aku sih YESSS!! Haahh.. Dasar anak itu benar benar ya sangat merepotkan, sebenarnya kaya apa sih yang menjadi tipe pria yang dia sukai kadangpun aku tidak mengerti.


"Heii nona, sudah puaskah anda memandangi saya?? Makanannya sudah datang, sampai kapan anda mau bengong seperti itu??"


"Huuhh, makanannya sudah datang, sudah puas belum memandangi wajah saya??".


"ahh.. i.. Iya, lagi pula siapa yang memandangi wajah anda, anda itu terlalu percaya diri tuan, mari kita segera makan". Jawabku sedikit gugup. Ahh aku ketahuan sedang memandangi wajahnya yang tampan itu.


Tarraaaaaa.....




"HAHHH.. Makanan apa ini sedikit sekali, mana bisa makanan seperti ini membuat perutku kenyang." Gumamku sambil mencicipi makan tersebut.


"Eemmm.. Rasanya suprisingly good". Ini sebenarnya apa ?? Tanyaku sambil mengunyah


"Iya menurutku sangat lezat, ini Foie Gras atau Hati Angsa". Jawabnya..


"Oohh..." Jawabku singkat karena makanan ini sangat enak jadi aku ingin segera menghabiskannya.


"Hehe.. Anda begitu menyukai makanan ini ya?? Sampai sampai ada yang tersisa di ujung bibir anda". Ujar dia sambil mengelap ujung bibirku menggunakan tissue.


pada saat tangannya mengelap ujung bibirku, mata kami pun saling bertemu. Aahhhh... Aku malu sekali. Untuk menghilangkan perasaan salah tingkah aku pun kembali menyantap masakan yang sangat enak ini tapi karena gugup aku memegang garpu pun jadi sedikit gemetaran.


"Mmm...Kenapa anda jadi gugup seperti itu nona?? Pipi anda pun memerah terlihat sangat jelas." Ujarnya sembari menggodaku.


Aku hanya tersenyum dengan senyuman yang paling manis, karena gugup akupun kehilangan kata-kata. Setelah selesai makan kami pun mengobrol ringan dan sampai kepada intinya.


To be continued...