When I'M With You

When I'M With You
Chapter 5


Aku terdiam memikirkan semua itu, pergi ke kencan buta gantiin Zivana.. Memikirkannya saja sudah membuatku pusing.


"Lo pikir pikir dulu deh gue tunggu jawaban lo sampai nanti malem, tapi inget lusa ayah akan di operasi butuh biaya banyak gue bahkan bisa bayar lo lebih dari 40.000 USD." Ucap Zivana.


"Ahhh Zivana ini sih namanya lo ngejebak gue, manfaatin gue dengan situasi ini." Jawabku dengan nada kesal.


"Hihihi.. Ini tuh kerjaan Wen, bukan manfaatin lo." Ujar Zivana


"Haaahhhhhh.. (Membuang nafas panjang), gue pikir pikir dulu deh." Ucapku


🌵🌵🌵🌵🌵


Kami pun melanjutkan perjalanan menuju rumahku, di sepanjang jalan menuju rumahku Zivana tetap saja membujukku agar aku mau pergi ke kencan buta itu. Padahal sudah aku bilang akan memikirkannya tapi tetap saja dia terus memohon dan mengiming imingiku dengan uang yang besar.


"Zivanaaaaa.. Gue bakal pikirin itu udah nanti malem gue kabarin, OK!!". Ucapku dengan nada kesal.


"Hehehe iya iya iya, pokoknya jangan lo sia-siain kesempatan ini." Lagi lagi Zivana merayu..


"IYAAAAAA..." Ucapku dengan nada yang panjang.


Perjalanan dari Rumah Sakit menuju rumahku cuma membutuhkan waktu 45 menit karena sepanjang jalan sangat lengang tidak seperti biasanya yang padat merayap, syukurlah aku bisa cepat sampai di rumah rasanya lelah sekali..


"Thanks ya udah anter gue sampai rumah. Lo hati - hati di jalan.." Sambil cipika cipiki.


Akupun keluar dari mobil Zivana, setelah aku keluar, Zivana pun membuka kaca mobil dan berkata sambil menjalankan mobilnya.


"BYE BYEEEE...pikirin baik baik buat ayaahhhh."


"Astagaaa anak ini benar benar deh!!" Ucapku sambil menepuk jidat


Sesampainya di rumah, aku langsung menuju dapur untuk membuat makanan, ternyata perutku perih juga belum makan dari semalam. Aku pun memasak mie yang praktis, dan setelah perutku keisi akupun beranjak menuju kamar, sesampainya di kamar aku pun langsung merebahkan diri, ahhh... rasanya aku lelah sekali badanku sakit semua sambil merenggangkan otot-otot tubuh.


Aku jadi teringat kembali dengan tawaran Zivana. Aku memikirkannya sambil menatap langit langit kamarku yang berdominasi warna biru langit yangl dihiasi dengan gambar awan awan kecil, apa aku terima saja ya pekerjaan ini, lagi pula cuma tinggal berakting saja setelah ketemu dengan orang itu dan menolaknya aku langsung segera pergi..


Lagi pula yang namanya kencan buta, orang itu pasti engga akan tau wajah Zivana seperti apa. Kalaupun dia tau pasti engga akan sadar kalau aku bukan Zivana, secara sekilas kami terlihat mirip.


Haaahhhh.... Zivana makin membuatku semakin pusing, tapi ini kesempatanku untuk dapetin uang untuk biaya operasi ayah.


🌵🌵🌵🌵🌵


Haahhh!!!! Astaga jam berapa ini?? Aku ketiduran lelah sekali rasanya, ahh ternyata baru jam 5 sore. Rasanya aku masih ingin terus merebahkan badan di kasur yang empuk ini, pas aku cek handphone ternyata ada 5 kali msscall dari Jerry, aku langsung beranjak bangun dari tempat tidur dan segera menghubungin Jerry. Jangan jangan ada apa-apa sama ayah. Ahh pikiranku jadi yang aneh-aneh aku harus segera telfon Jerry.


Tutttt...


Tutttt....


Tuttt....


bunyi suara telfon menyambung..


"Halooo, Jerry kenapa kamu telfon kakak??? Ada apa dengan ayah??". Tanyaku dengan nada bicara yang sedikit panik.


"Haloo kak, ayah engga kenapa kenapa ko ka. Aku cuma mau ngabarin kalau ayah sudah siuman". Ucap Jerry di sebrang telfon.


To be continued...