When I'M With You

When I'M With You
Chapter 21


Sesampainya dirumah senior pun langsung menemui ayah, merekapun asyik berbincang. Ya, memang karena sudah lama sekali mereka engga ketemu. Dan tiba-tiba....


"Ngomong-ngomong om, apa om engga kepingin Arwen segera menikah??" Tanya senior kepada ayah.


"Ya tentu saja pinginlah, buruan nak kamu cepat cari jodoh!!"


"Loh loh ayah kenapa aku langsung disuruh cari jodoh? Ayah saja sana yang cari jodoh." Aku langsung menanggapi ucapan ayah.


"Hahaha memangnya kau siap punya ibu tiri??"


"Memangnya kenapa dengan ibu tiri? Engga semua ibu tiri itu jahat seperti di drama-drama kan?? Asal ayah memilih wanita yang baik yang menyayangi ayah."


"Kalau misalnya hanya menyayangi ayah, tapi tidak dengan anaknya bagaimana??" Tanya ayah kepadaku.


"Ya, aku kan sudah besar aku juga bisa mengurus diriku sendiri??" Jawabku sembari tersenyum dan mengangkat kedua alisku.


"Tapi apa kamu beneran rela ada yang menggantikan ibumu??"


"Ya, asal ayah bahagia aku sudah senang.


Walaupun sebenarnya dalam hati belum rela tapi aku juga pingin melihat ayah bahagia. Lagian kenapa senior mesti menyinggung tentang jodoh sih!!.


"Hahaha Arwen.. Arwen kamu itu ya. Sampai sekarang kau selalu jadi anak yang berbakti, maka dari itu ayah tidak ingin menikah lagi, cukup almarhum ibumu saja yang bersemayam di hati ayah. Sekarang ayah hanya perlu mencurahkan semua kasih sayang ayah kepadamu dan adikmu. Sampai kamu bertemu dengan lelaki yang benar benar mencintaimu dan akan menjagamu dengan baik." Ucap ayah.


Ucapan ayah sangat membuatku terharu. Aku sangat bahagia mempunyai ayah seperti ayah. Semoga suatu saat nanti aku bisa mendapatkan lelaki seperti ayah.


"Lagian kakak nih ya, yang aneh aneh saja. Kakak saja sana duluan yang cari jodoh!!"


"Hahaha iya maaf, mmm..sudah jam 7 malam sepertinya aku dan Zivana harus segera pergi."


"Oh iya, kalian have fun ya. Bye byeee......."


"Loh kamu ga ikut mereka pergi?? Tanya ayah kepadaku.


"Engga yah, aku mau nemenin ayah saja di rumah."


"Maafkan ayah ya nak, kamu jadi engga bisa kumpul dengan teman-temanmu."


"Tidak apa yah, sekarang ayah yang menjadi prioritasku." Jawabku sembari memeluk ayah.


"What's the worst that I can say?


Things are better if I stay


So long and goodnight


So long and goodnight"


"Hoaaammm... Siapa yang menelfonku tengah malam begini?"


"Halooo..."


"Haloo nona arwen, apa saya mengganggu tidur anda??"


"Suara ini begitu familiar.. Astagah ini suara.. Ethan Morgan." Aku terlonjak kaget dan langsung terbangun dari tidurku.


"Kenapa anda selalu saja telfon tengah malam begini?? Mengganggu tidurku saja." Ucapku dengan nada kesal.


"Saya hanya rindu."


"Pufffftt... Hahaha. Apa anda ini sedang bergurau tuan??"


"Tidak." Jawabnya tegas.


"Hahh!! Sudah malam lebih baik anda beristirahat."


"Saya masih di kantor, masih banyak pekerjaan untuk menghilangkan penat makanya saya menelfon anda."


"Apa anda ini robot tuan?? Tubuh anda juga juga harus beristirahat. Ya, saya mengerti perusahaan anda perusahaan besar tapi apa harus seperti itu bekerjanya??"


"Apa anda sedang mengkhawatirkan saya nona??"


"Hahh!! Ya tentu saja tidak. Saya tidak perduli sih anda mau seperti apa juga, hanya aneh saja apa orang-orang kaya itu memang harus bekerja seperti itu??" Tanyaku.


"Hahaha, tentu saja untuk mencapai hasil yang diinginkan memang butuh perjuangan bukan??"


To be continued..