
"Sebenarnya kedatangan saya kesini, saya ingin.. menolak perjodohan ini. Saya tidak bisa menerimanya karena saya tidak bisa hidup dengan orang yang saya tidak cintai dan lagi pula anda itu buka tipe saya." Ucapku to the point.
"Hmm.. Ternyata anda itu sangat menarik ya, Nona. Apakah anda tau, anda adalah orang pertama yang menolak di jodohkan dengan saya biasanya saya loh yang menolak."
"Puufffftt!!! Whatt?? Yaiyalah hanya wanita bodoh yang menolak lelaki tampan dan mapan seperti ini." Gumamku.
~("HAATTCHUUU!!! sepertinya ada yang ngedumal tentangku" Ucap Zivana yang jauh disana.)~
"Cinta itu kan tidak bisa dipaksakan tuan, lagi pula saya hanya ingin menikah dengan orang yang saya cintai."
"Bukankah cinta itu akan bisa tumbuh nantinya setelah kita selalu bersama?? Ujarnya dengan mata yang menatap ke arahku.
"Maaf tuan intinya saya tidak bisa menikah dengan anda, dan saya berterima kasih atas makan malamnya." Karena malu aku langsung memalingkan pandanganku.
Akupun segera pamit dan langsung meninggalkan lelaki itu. Sebelum aku berjalan jauh dari meja tempatku makan malam, lelaki itu memanggil namaku.
"Tunggu nona Zivana, biarkan saya mengantar anda pulang."
"Tidak tuan terima kasih banyak atas tawaran anda, tapi supir saya sudah menggu saya di lobby depan. Di lain kesempatan apabila bertemu lagi saya akan membiarkan anda mengantar saya (ucapku basa basi) Saya permisi tuan Morgan dan Bonne nuit " Ucapku dan langsung meninggalkan Ethan.
Ethan POV
Setelah pertemuanku dengan Zivana Grey aku langsung menuju Bar milik sahabatku Gerard. Ya.. Dia adalah sahabatku sedari kecil. Aku sering sekali mampir ke Bar miliknya. Barnya pun selalu ramai selalu banyak pengunjung yang datang.
"Heii bro, bagaimana pertemuan lo dengan gadis yang bernama Zivana itu??" Tanya Gerard kepadaku sembari menyediakan minuman untukku.
"Gadis itu sangat menarik sepertinya gue tertarik dengan gadis itu". Ucapku sambil tersenyum tipis
"Woww berarti gadis itu hebat banget ya, di pertemuan pertama saja sudah bisa membuat seorang Ethan Morgan ini meliriknya, lantas bagaimana dengan gadis itu, yang pastinya dia langsung mau dong nikah sama lo".
"Engga, Dia dia justru menolak gue, bahkan dia bilnag gue ini bukan tipenya. sangat menarik bukan??".
"Maka dari itu gue jadi tertarik buat dapetin dia." Ucapku sambil memutar mutar gelas wine yang sedang aku pegang.
"Mungkin ini karma buat lo karna lo sering nolak gadis gadis yang mau deket sama lo".
"hahaha omong kosong". Jawabku
"Apa gadis itu cantik??"
"Ya, dia cantik bahkan sangat cantik"
"Whatt!! seorang Ethan baru kali ini mengakui seorang gadis terlihat cantik, Apa lo perlu gue bantu ??".
"Buat sekarang belum, tapi nanti saatnya gue minta bantuan pasti gue minta bantuan."
"Lo tenang aja kapanpun lo butuh bantuan gue pasti siap ngebantu".
"Thanks bro". Ucapku sambil bersulang.
🌵🌵🌵🌵🌵
Arwen POV
Dalam perjalanan menuju Townsvilley Hospital, didalam mobil Zivana.
"Na, lo itu gimana sih katanya secretary si Ethan itu sudah kasih pesan kalau dia bakal terlambat". Ujarku dengan nada kesal kepada Zivana.
To be continued...