When I'M With You

When I'M With You
Chapter 14


"Sepertinya aku tidak bisa lama lama disini karna ada pertemuan penting dengan papa."


"Lo ga makan siang dulu disini??"


"Engga usah wen nanti gue makan di luar aja, udah mepet nih soalnya".


"Ok deh, hati hati di jalan". Ujarku sambil mengantar Zivana keluar rumah.


🌵🌵🌵🌵🌵


Sekarang waktu menunjukan pukul 4 PM, ayah masih tertidur pulas, dan sepertinya aku juga ingin istirahat. Aku berjalan menuju kamarku yang berdominasikan warna cream pink dengan corak polkadot, sesampainya di kamar aku pun langsung merebahkan diri di atas kasurku yang sangat nyaman, aku berfikir satu sisi aku merasa lega karena operasi ayah berjalan dengan lancar dan ayah akan segera pulih dan satu sisi lagi seperti ada yang mengganjal di hatiku karena aku masih di hantui rasa penasaran, sebenarnya siapa yang telah menabrak ibu. Haahh... Walaupun itu kejadian 2 tahun yang lalu tapi aku tidak akan pernah bisa melupakannya, dan aku tetap tidak bisa menemukan pelakunya. Ya, karena polisi memang sudah menutup kasus itu, aku terkadang suka mencari cari buktinya ya mungkin karena aku bukan detektif jadi aku tidak bisa menemukan titik terang. Alasan polisi menutup kasus itu karena ayah yang sudah merelakan ibu pergi dan tidak ingin melanjutkan penyelidikan, ayah berfikir karna ini mungkin sudah menjadi takdir yang tidak bisa di rubah. Ya, aku tau waktu memang tidak bisa di putar kembali tapi andai saja ayah tidak menyerah mungkin pelaku yang menabrak ibu sudah tertangkap dan akan membusuk di penjara.


BRAAKKKK..


Aku terlonjak kaget, mendengar suara hantaman pintu yang menabrak dinding kamarku dengan sangat keras. Dan ternyata itu adalah Zivana yang membuka pintu, dia menatap tajam ke arahku seakan seperti harimau yang ingin menangkap mangsanya. Ya, karna dia sudah seperti keluarga sendiri jadi bisa keluar masuk rumahku kapan saja dia mau.


"Na, lo kenapa sih?!!" Aku bertanya kepada Zivana dengan ekspresi sedikit kesal.


"Aaaahhh.. Arwen, lo gagal lo gagal wen". Jawabnya dengan nada putus asa.


Hahh.. Apa maksudnya aku gagal?? Aku tidak mengerti apa yang di ucapkan Zivana.


"Gagal apanya na?? Apanya yang gagal?? Tanyaku dengan penasaran.


"Lelaki itu si Ethan Morgan tadi dateng ke kantor gue." Ucap Zivana sembari jalan menuju kearahku.


Dan aku lebih kaget lagi ketika mendengar ucapan Zivana bahwa Ethan Morgan datang ke kantornya.


"Whattt??? Ngapain dia kesana ???


🍃 Flashback on


"Zivana, papa senang sekali akhirnya kamu akan segera menikah". Ucap papa dengan ekspresi wajah yang sangat senang.


"Apa maksud dari ucapan papa??"


"Kamu menerima Ethan Morgan kan di pertemuan kemarin, kenapa tidak cerita sama papa??".


"Haaahh.. Menerima Ethan Morgan??? Apa-apaan ini?! Arweeennn...... Katanya sudah di tolak ko jadi seperti ini??" Gumamku.


"Ahhh.. Sepertinya ada kesalah pahaman disini pah."


"Maksudmu kesalah pahaman gimana??"


Aduuhh... Apa yang harus ku jelas kan ke papa?? Bagaimana ini?? Kenapa tiba-tiba seperti ini.


"Sudah sudah tadi pagi Ethan menelfon papa, kalau kamu menerima dia, dan dia bilang dia mau ke kantor buat jemput kamu katanya kalian sudah janjian??"


"Ahh.. Iya pah kami memang sudah janjian akan pulang bersama" Ucapku yang akhirnya aku berbohong sama papa.


"Pokonya papa sangat senang hari ini"


"Aahhh iya pah, aku juga senang kalau papa senang." Akhirnya berbohong lagi.


"Aku harus minta penjelasan dari Arwen!!"


Haduhhh bagaimana ini?? Sebentar lagi jam pulang kantor, sepertinya aku harus buru buru pergi sekarang, sebelum lelaki itu datang kesini." Gumamku.


🍃 Flashback off