
"Syukurlah kalau ayah sudah siuman, berarti operasi ayah bisa cepat di lakukan."
"Tapi kaa....." Pembicaraan Jerry menggantung.
"Tapi kenapa Jer??" Tanyaku penasaran.
" Bagaimana kita dapat uang untuk biaya operasi ayah??" Tanyanya dengan nada lirih.
"Kamu tidak udah khawatir kak Zivana punya kerjaan untuk kakak, dan kakak akan mengambil pekerjaan itu". Jawabku
"Syukurlah.. Aku sedikit lega ka, apa yang mesti aku lakukan supaya bisa membantu kakak??"
"Yang mesti kamu lakuin saat ini bantu kakak saja buat jagain ayah dan sekolah yang rajin, urusan biaya pengobatan ayah biar kakak yang urus semuanya ya." Ucapku berusaha tegar.
Sebenarnya sepanjang hari ini hatiku bimbang sekali dan akhirnya aku memutuskan untuk terima tawaran Zivana untuk menggantikannya mengikuti kencan buta itu, Sebenarnya dengan sangat terpaksa aku menyetujuinya, karena tidak ada jalan lain buatku untuk mendapatkan uang dengan sekejap. Haahh!! Apa ini hal yang benar yang aku lakukan?? Tapi yang terpenting sekarang aku bisa mendapatkan uang untuk biaya operasi ayah. Bagaimana nantinya aku tidak tau dan akan aku pikirkan nanti saja.
Aku pun bergegas mengambil handphone untuk segera mengabari Zivana.
tiktiktiktiktik....
bunyi suara ketikan handphone.
"Na, ok gue mau terima tawaran lo buat gantiin lo pergi ke kencan buta itu."
"Nahhh.... Gitu dong!! akhirnya lo ambil keputusan yang tepat.. hehe. baiklah gue bakal bayar lo 50.000 USD, bagaimana??" Ucapnya di messenger.
"Hahhhh lo serius na??" Tanyaku kaget
"Ya serius lah gue, selesai lo ketemu lelaki itu gue bakal langsung transfer uangnya. besok jam 5 sore gue jemput lo ke rumah, karena lo juga mesti di poles dulu. Yyeeeiiii ini baru sahabat gue .. hahahaha, Thank youuu honeyy bunny sweety ku 😘😘😘" ucapnya dengan sangat gembira.
Tik tok tik tok ..
Bunyi suara jam menemaniku dalam kesunyian ini, waktu menunjukkan pukul 04.00 pagi tapi aku masih saja tidak bisa untuk memejamkan mataku. Aku memikirkan apa yang akan aku lakukan besok ketika bertemu dengan pria itu. Sampai akhirnya aku terlelap karena terlalu lelah memikirkan kencan buta itu.
Tringringgggg..
Suara alarm berbunyi tandanya waktu menunjukan pukul 05.00 sore. hoaaammm...aku menguap sambil dibarengi dengan tanganku yang meraba-raba meja mencari jam untuk mematikan pengingatnya. Aku bangun terlalu sore karena semalam tidak bisa tidur, dan bisa tidur pun sekitar pukul 6 pagi. hahhhh.. Waktunya aku untuk bersiap, karena engga lama lagi Zivana pasti datang untuk menjemputku. Aku melangkahkan kakiku dengan malas menuju kamar mandi untuk segera bersiap. Setelah selesai mandi aku pun memoles sedikit wajahku ini.
"Sepertinya ini cukup". Makeup seminimalis mungkin, karena aku tidak terlalu suka untuk bermakeup tebal.
Ting tong ting tong.
Suara bel rumahku berbunyi. Dapat di pastikan kalau itu pasti Zivana. Aku segera bergegas untuk membukakan pintu ..
Jegglekkk.. (Bunyi suara pintu)
"Minggir minggir.. Berat nihh!!"
Zivana membawa tas besar, menurutku lumayan berat.
"Lo bawa apaan sih na??" Tanyaku penasaran.
"Haahhh.. Gue minta air dulu buruan ambilin".Ucap Zivana dengan nafas terengah engah.
"Lo tuh ya udah kaya abis lari marathon aja sih na". Ucapku sambil memberikan segelas air.
To be continued..