Chasing Love That Is Certain

Chasing Love That Is Certain
eps 7


Setelah kegiatan ospek selesai, para Siswa pun diperbolehkan pulang. Bunga yang berjalan ke parkiran yang disusul oleh Dea dan Eca terkejut karena ada sosok pria yang menghentikan langkah Bunga


" Haii, " sapa Rafi kepada Bunga dan mereka berjabat tangan karena mereka tadi tidak sempat berkenalan


" aku Eca kak " Eca sambil menjulurkan tangannya kepada Rafi, dia Ingin juga berkenalan dengan ketua Osis SMA tersebut apalagi ketuanya sangat ganteng


" aku Dea kak" ujar Dea


" ya udah hati-hati pulangnya ya" sahut Rafi sambil tersenyum ke arah bunga


Bunga pun membalas senyuman Rafi, seketika Rafi pergi, sahabatnya pun senang karena telah berjabat tangan dengan Ketua ganteng tadi


" alamak, halus banget tanggannya" kata Dea sambil tertawa


" iya ya, tangan lo aja gak sehalus kak Rafi" sambung Eca


Bunga hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya


"Kayaknya kak Rafi suka deh sama lo" ucap Dea sambil menggoda Bunga


"Ngaco" jawab Bunga sambil mencari kunci mobilnya didalam tas


"Kalau gue perhatiin emang benar, dia juga ganteng, " jawab Eca


Bunga yang mendengar ocehan sahabatnya langsung berpamitan pulang


"Gue pulang duluan ya" sahut Bunga


"Yaa, gak main dulu kita," ujar Eca


"Gue juga capek mau tidur" sambung Dea


"Kalau besok gimana? kita pergi ke Mall kan udah lama gak" jawab bunga


"Oke deh, kalau kita nonton gimana? nanti tiketnya gue beli" sambung Eca


"Yang bagus ya Filmnya, gue mau yang horor" timpal Bunga


Mereka masuk kemobilnya masing-masing dan keluar dari parkiran


Saat mereka diparkiran tadi ada Ade yang memperhatikan mereka, Ade tadinya mau keparkiran mau pulang, karena ia melihat Bunga, ia berhenti dulu dan membiarkan Bunga terlebih dahulu untuk pulang.


Ade juga melihat Rafi ketua Osis SMA tersebut berjalan menghampiri Bunga, Ade sedikit kesal melihat Rafi yang menjabat tangan Bunga


Biasanya Ade hanya biasa saja kalau ada cowok yang mendekati Bunga, beda dengan Rafi. Ia tidak menyukai Rafi karena seharian tadi Rafi selalu mencoba dekat dengan Bunga. Biasanya Bunga selalu menolak cowok lain, tapi sekarang dia malah membalas jabat tangan dari ketua Osis tersebut


"Pakai senyum segala, loh gak ada hubungannya kali ama gue,mau dia dekat sama siapa" gumam Ade yang melihat ke arah parkiran di saat Bunga membalas senyuman Rafi


Sesampainya dirumah Bunga langsung kekamarnya dan disana sudah ada Cindy


"Gimana kak, asik gak disana?" tanya Cindy sambil memainkan handphonenya


"Lo tau gak, Ade juga disana, hhhha ya gue senanglah" jawab bunga sambil merebahkan tubuhnya dikamar


"Tapi dia kan gak suka ama lo kak, ngapain juga senang" jawab Cindy jujur


"Nanti gue buat dia jadi jatuh cinta ama gue" ucap Bunga dengan songongnya


"Buktinya udah lama lo ngejar dia, tapi dia gak pernah nganggap lo" ujar Cindy yang mengalihkan pandangannya ke Bunga


Sesaat bunga terdiam, karena sudah begitu lama dia mengharapkan Ade menjadi pacarnya


"Bodo amat" ketus Bunga


Sementara bu Yana masih sibuk di kantornya, karena setelah kepergian pak Handoyo, dialah yang mengurus semuanya yang ada dikantor. jam sudah menunjukkan pukul 16:00 WIB, dan bu Yana bersiap untuk segera pulang


"Bi dimana anak-anak? " tanya bu Yana ke kepada ART nya,


"Di kamar buk," jawab bibi sambil membersihkan meja makan karena Bunga dan Cindy setelah pulang sekolah mereka selalu makan lagi sesampainya dirumah


"Makasih ya bi" ujar bu Yana yang berjalan menaiki tangga untuk melihat kedua putrinya tersebut