Chasing Love That Is Certain

Chasing Love That Is Certain
eps 37


Kerabat dan teman dekat dari bu Yana sudah memenuhi kediamannya, dan rombongan dari keluarga Ade juga sudah datang, dan mereka mulai masuk ke dalam rumah bu Yana. Beberapa kerabat dari keluarga Ade, memegang hantaran yang akan diberikan kepada Bunga nanti.


Bunga sudah selesai dirias, sementara Cindy berkumpul dengan sepupunya. Teman-teman Bunga juga sudah sampai, dan mereka menghampiri Bunga dikamarnya.


Saat mereka melihat Bunga, mereka seperti dibius oleh kecantikan Bunga, yang dibalut dengan kebaya putih. Bunga memakai adat Sunda karena papanya adalah orang Sunda.


Ade didampingi pak Fajar dan bu Hani. Ade terlihat gugup, karena banyak pasang mata yang tertuju padanya.


Ade sudah duduk didepan penghulu, dan saksi-saksi juga telah hadir. Bunga yang berada di lantai 2, sangat gugup mendengar suara Ade yang melantunkan ayat suci al-quran.


Setelah membaca beberapa ayat, Ade menjabat tangan penghulunya. Tidak lama kemudian terdengar,


"Bagaimana saksi???" tanya penghulu.


Sah......Sah!!


Raut wajah semua orang tampak bahagia dengan pernikahan mereka berdua. bu Yana dan bu Hani berpelukan dan menangis haru.


Bunga dan Ade telah sah menjadi suami istri. Ade memberikan mahar 15 gram emas serta seperangkat alat sholat kepada Bunga.


Bunga pun dijemput ke kamarnya, dan dibantu oleh kerabatnya. Bunga merasa mimpi saat ini, karena masih belum percaya ia telah sah menjadi istrinya Ade.


Setelah sampai dibawah, Bunga dijemput oleh Ade, dan dibimbingnya. Semua mata tertuju pada mereka, bu Yana sesekali mengusap air mata bahagianya, yang melihat putri sulungnya telah menikah.


Saat ini Bunga dan Ade saling memasangkan cincin, dan mencium tangan Ade. Setelah itu, Bunga dan Ade mengambil foto sambil memegang buku nikahnya. Ade melingkarkan tangannya dipinggang Bunga. Ia merasa sangat aneh dengan perasaannya saat itu. Ade juga merasa bahagia bisa menikah dengan Bunga walaupun ia belum mencintai Bunga.


Pak Fajar memeluk Bunga dan memberikan doa kepada menantunya. Bu Hani ketika memeluk Bunga, tiba-tiba saja ia meneteskan air matanya dan mngelus punggung Bunga sambil memberikan doa kepada Bunga.


Semua kerabat memberi doa dan ucapan selamat kepada mereka berdua. Sahabat Bunga dan Ade juga memberi selamat kepada mereka berdua. Sekarang mereka semua berfoto bersama.


*******


Setelah acara pernikahan selesai, para tamu dan kerabat mulai meninggalkan kediaman bu Yana. Sekarang hanya tinggal beberapa orang di kediamannya.


"De, ingat pesan papa kan?" pak Fajar merangkul Ade ke taman belakang rumah Bunga. "Kamu jangan macam-macam dulu, soalnya kalian masih sekolah,"


"Iya pa," Ade memeluk papanya. "Maaf ya pah, selama ini aku selalu nyusahin papa," ia memeluk pak Fajar erat.


"Sekarang kamu sudah punya tanggung jawab, dan kamu harus bisa menjaga istri kamu," ucap pak Fajar dan mencium dahi anaknya. "Malam ini kamu tidur disini, besok papa sama mama akan jemput kalian," karena pak Fajar sudah menyiapkan apartemen untuk Ade dan Bunga, agar mereka bisa mandiri.


"Oke pa, tapi aku gak bawa baju," Ade mengerutkan keningnya.


"Tadi udah disiapkan mamamu,"


Setelah selesai memberikan wejangannya kepada Ade, pak Fajar dan bu Hani segera pamit untuk kembali ke rumah mereka. Teman-teman Bunga dan Ade juga telah pulang.


Bu Yana menyuruh Bunga dan Ade untuk istirahat dikamar Bunga. Saat menuju kamarnya, Bunga dibantu oleh Ade dengan membimbing tangannya Bunga saat menaiki anak tangga. Setelah sampai dikamar, Ade melihat dekorasi yang ada disana.


Ada ucapan selamat, dan juga ada beberapa bunga mawar yang menghiasi lantai kamarnya. Lalu Ade berjalan ke kursi dan menyalan TV yang ada didepannya.


"Kamu mau ganti baju?" Bunga mrnghampiri Ade yang tengah duduk di kursi sambil menonton TV.


"Lo aja duluan," jawab Ade tanpa menoleh kepada Bunga.


"Aku duluan ya,," Bunga beranjak dari tempat duduknya dan langsung masuk kedalam kamar mandinya. Sementara Ade memilih menonton TV sambil memakai jas pernikahannya.