Chasing Love That Is Certain

Chasing Love That Is Certain
eps 19


Pagi seperti biasanya, bu Yana selalu menyiapkan sarapan untuk anak- anaknya sebelum berangkat ke kantor. Setelah sarapan, Bunga dan Cindy pamit pergi ke sekolah menggunakan Taksi, karena mobil Bunga ditinggal di sekolah karena dia di bawa ke rumah sakit, dan akhirnya Ade yang membawa pulang mobilnya Bunga.


Saat sampai disekolah, Bunga langsung menuju kelasnya


" Gimana ?? udah sembuh?" tanya Rafi


" Udah mendingan kak" jawab Bunga


" Ada yang mau aku tanyain sama kamu, yuk ke taman belakang sebentar " ajak Rafi


Bunga dan Rafi berjalan menuju taman di belakang sekolah


" Kakak mau nanya apa?" tanya Bunga yang sudah duduk dikursi taman, sementara Rafi masih berdiri


" Kemaren Ade pas dirumah sakit bilang kalau dia calon suami kamu, apa benar yang dibilang Ade?" tanya Rafi


" Mmmm, iya kak" jawab Bunga sambil menatap Rafi


" Alasannya apa kamu sampai bisa nikah sama Ade, kan kalian masih sekolah" tutur Rafi yang mulai merasa kecewa karena rasa cintanya kepada Bunga akan bertepuk sebelah tangan. Rafi memang sudah mencintai Bunga sejak awal mereka bertemu


" Kami dijodohkan kak, Alm. papa aku sama papanya Ade menjodohkan kami sewaktu kami masih kecil dulu" terang Bunga


" Kamu setuju?"


" Aku suka sama Ade juga udah lama kak, dari kami masih SD, sampai sekarang aku juga masih suka sama dia, awalnya aku mau menolak perjodohan ini karena aku mau sekolah dan kuliah dulu, tapi aku ingat kalau semua ini juga kemauan papa aku" ucap Bunga panjang lebar


" Bagus deh, kalau kamu juga ada perasaan sama dia" ucap Rafi yang sudah sangat kecewa


Rafi adalah pria yang sangat tampan apalagi ketua Osis di SMAnya, akan tetapi selama ini Rafi tidak menemukan sosok orang yang dicintainya selama dia SMA, dan pertama kali melihat Bunga, dia lansung jatuh hati kepadanya


" Iya kak" ucap Bunga


Bel masuk sudah berbunyi, Rafi dan Bunga menuju kelas mereka masing- masing yang berada di lantai 2.


Saat Bunga mau masuk ke dalam kelas, dia pura- pura tidak melihat Ade


Setelah masuk, Bunga seperti biasanya selalu ngobrol dengan sahabatnya


1 bulan kemudian


Setelah 1 bulan lebih melewati jadi siswa SMA, akhirnya semua siswa kelas 1 akan pergi berkemah ke Puncak. Guru masing- masing kelas telah mengirim surat kepada orang tua siswa agar orang tua siswa mengizinkan anaknya untuk ikut pergi berkemah


Bunga cs sangat senang mendengar kalau mereka akan pergi berkemah, bukan hanya Bunga, bahkan siswa lain juga antusias untuk pergi


Bunga juga telah mendapatkan izin dari mamanya. Dan tibalah waktunya mereka berangkat pada hari Jum'at.


Sebelum semua siswa berangkat, orang tua mengantarkan anaknya ke sekolah untuk melepas kepergian mereka berkemah.


Bunga diantar mamanya pagi itu, dan bertemu dengan mamanya Ade


" Tante, Bunga kangen" ucap Bunga yang langsung memeluk bu Hani


" Tante juga kangen, kamu udah jarang main kerumah" ucap bu Hani yang membelai rambutnya Bunga


Ade pun juga salaman dengan mamanya Bunga, setelah itu mereka pamit untuk bergabung dengan teman- temannya yang lain


Rafi melihat Bunga tersenyum kepada mamanya Ade,


" Gue telat ketemu sama lo" gumam Rafi


Rafi juga ikut pergi berkemah walaupun dia bukan siswa kelas 1, dan semua anggota Osis beserta ketua ikut pergi berkemah termasuk juga Rafi


Semenjak kejadian di taman, Rafi mulai menjaga jarak dengan Bunga, tidak seperti dulu yang sering mengunjungi Bunga ke kelasnya.


Lain halnya dengan Bunga, dia tidak memiliki perasaan khusus untuk Rafi, Bunga hanya menganggap Rafi sebagai teman biasa