Chasing Love That Is Certain

Chasing Love That Is Certain
eps 16


Dea dan Eca yang dari tadi menunggu Bunga akhirnya berniat ingin menghubunginya


" Lo dimana? bentar lagi masuk ?" ucap Dea


" Gue udah sampai kok " jawab Bunga


" Tapi kok gue gak liat lo dari tadi, lo dimana?" tanya Dea lagi


" Gue di UKS"


Dea langsung mematikan ponselnya, dan langsung menuju UKS bersama Eca


" Lo gak papa ?" tanya Eca


" Iyaa, " jawab Bunga sambil memejamkan matanya


" Lo pucat banget,, ayo kerumah sakit biar kami antar " sahut Dea


" Gue cuma capek aja,, jangan berisik " celetuk Bunga


" Ya udah kami temenin lo disini ya,, lagian sekarang juga mapel Matematika " ujar Dea


" Mmmmm" jawab Bunga


Bunga sudah tertidur, sedangkan Dea dan Eca juga tiduran di sampingnya


Bel istirahatpun sudah terdengar oleh mereka, Dea dan Eca berniat membeli makanan ke kanti


" Ca, keringat Bunga kok bisa banyak gini " ucap Dea khawatir


" Bungaa, ayo kerumah sakit,, nanti tambah parah " ucap Dea


Kemudian masuklah Rafi ke ruangan UKS


" Kalian kenapa?" tanya Rafi yang melihat sahabat Bunga khawatir


" Bunga tambah parah demamnya kak, dia gak mau ke rumah sakit"


" Kalian bilang sama guru, kalau kita mau bawa Bunga kerumah sakit


Eca dan Dea bergegas keruangan guru untuk meminta izin. Setelah meminta izin, mereka kembali ke UKS


" Yok kak " jawab Eca


" Aku gendong ya ?" tanya Rafi kepada Bunga


Bunga bisa mendengarkan apa yang rafi katakan, tapi dia sangat susah untuk membuka matanya karena perih


Rafi menggendong Bunga dan menuju ke parkiran. Ade yang melihat itu berlari menghampirinya


" Bunga kenapa ?" tanya Ade kepada Eca


" Dia demam, kami mau bawa ke rumah sakit " kata Eca


" Biar gue yang pegang Bunga,, lo yang nyetir " uca Rafi kepada Ade


" Okee " ucap Ade sambil menatap Bunga yang sangat pucat


Eca dan Dea juga mengikuti mobilnya Rafi dari belakang


Sedangkan Ade mempercepat laju mobil ke rumah sakit


Rafi menyandarkan kepala Bunga ke dadanya dan memeluk Bunga


" Kamu bisa dengar aku?" Tanya Rafi


Bunga hanya bisa mengangguk tanda mengiyakan


Seketika Ade melihat Rafi yang menyandarkan Bunga ke dadanya melalui kaca mobil


" Lo jadi begini gara- gara gue ya" gumam Ade


Setelah sampai di rumah sakit, Ade turun dan Rafi menggendong Bunga


Melihat Rafi yang mennggendong Bunga, perawat langsung berlari ke arah mereka. Dan Bunga dipindahkan ke ranjang pasien


Ade dan Rafi juga ikut mengantar Bunga hingga kedepan ruangan UGD


Perawat menyuruh mereka menunggu diluar dan Dokter masuk ke dalam ruangan tersebut


Eca dan Dea yang baru sampai langsung menuju ruangan UGD dan sudah melihat Rafi dan Ade yang menunggu disana


" Bunga gimana ?" tanya Eca


" Kita juga belum tau,, sama2 berdo'a ya " sahut Rafi


Ade hanya menatap pintu ruangan dimana Bunga berada


Setelah menunggu beberapa saat, mereka langsung berdiri ketika melihat dokter keluar dari ruangan


" Gimana keadannya dok?" tanya Ade


" Apa walinya tidak datang?" tanya dokter karena melihat semua yang menunggu pasien memakai baju sekolah


Rafi ingin mengatakan sesuatu tetapi terpotong karena Ade langsung menjawab pertanyaan dokter


" Saya walinya dok, saya calon suaminya ",jawab Ade yang terlihat panik dan ingin tahu keadaan Bunga


Semua orang kaget mendengar ungkapan dari Ade


" Apa banar? bukannya kalian masih sekolah ?" tanya dokter bingung


" Iya dok, kami akan segera menikah " jawab Ade


" Baiklah kalau begitu,, karena pasien saat ini baik- baik saja, dan saya ingin berbicara dengan walinya, mari ikut saya" kata dokter sambil berjalan