
Sekarang Ade dan Bunga pamit kepada bu Hani dan pak Fajar untuk pergi sekolah. Saat di perjalanan, tidak ada yang memulai pembicaraan terlebih dahulu
"Mmmm, aku rencananya mau pergi nonton Film sama Cindy dan kak Rafi, kamu mau ikut?" awalnya Bunga ragu- ragu ingin mengajak Ade, ia sudah tau kalau Ade bakalan menolaknya
"Gue udah bilang, jauhin Rafi" ucap Ade
"Iyaa aku juga udah berusaha" jawab Bunga
"Lo suka sama dia?" tanya Ade dengan nada tingginya
"Gak"
"Mulai sekarang gue akan ikut campur lagi urusan lo, dan kalau gue punya cewek lagi lo harus bisa terima itu" ucap Ade
Ade selalu bertindak sesuka hatinya tanpa memikirkan perasaan Bunga. Bunga hanya diam dan tidak bisa membalas perkataan Ade padanya
Setelah sampai dirumah, Bunga langsung turun dari mobil Ade
"Kamu duluan aja, aku bawa mobil nanti" ucap Bunga yang menyuruh Ade untuk pergi duluan, karna kalau Ade menunggu Bunga, bisa terlambat mereka berdua ke sekolah
Ade langsung melajukan mobilnya ke arah sekolah
"Sabarr" gumam Bunga saat berjalan masuk kedalam rumahnya, yang dia pikirkan perkataan Ade tadi padanya
Bunga masuk ke dalam rumah dan berganti pakaian, dan melajukan mobilnya ke sekolah
"Lo di antar mamanya Ade tadi malam?" tanya Dea yang melihat Bunga masuk ke dalam mobil Ade
"Gue tidur dirumahnya tadi malam, mama lagi di Bangkok
"Mm yok masuk" ajak Dea
Bunga dan Ade melalui hari- hari seperti biasanya, pergi sekolah dan bermain dengan teman- temannya
Bunga dan Ade juga sudah mempersiapkan pernikahan mereka yang tinggal menghitung hari.
Bu Yana dan bu Hani sangat senang mengurus semua yang dibutuhkan dalam pernikahan anak- anak mereka
Mereka hanya mengundang keluarga dekat, dan teman terdekat saja, Bunga juga sudah memberi tahu sahabatnya jika ia menikah pada hari Jum'at nanti, masih ada persiapan untuk Bunga dalam 3 hari lagi sebelum menikah.
Saat ini Bunga sedang berada di salon bersama sahabatnya, Sinta juga ikut bersama mereka, semenjak di perkemahan mereka menjadi dekat dengan Sinta
"Gue harus perawatan apa nih?" tanya Bunga kepada sahabatnya
"Gue juga gak tau, belum pernah nikah soalnya" ujar Eca sambil tertawa
"Tanya mbaknya aja" sahut Dea
"Mbak, teman saya mau perawatan, dari ujung rambut sampai ujung kaki" ucap Dea
"Atas nama siapa?" tanya salah satu pegawai salon tersebut
"Bunga" jawab Eca
"Teman- temannya juga mau perawatan?" tanya pegawainya lagi
"Boleh juga mba, tapi kami creambath aja" sahut Sinta
"Mari saya antar" kata salah satu pegawai yang lain
Mereka menghabiskan waktu 2 jam untuk perawatan, setelah perawatan, mereka mengajak Bunga ke salah satu Mall yang ada di Jakarta
"Enak ya, perawatannya, kepala gue jadi ringan" ucap Dea
"Ya iya lah, kutu lo semuanya pada kabur" ledek Eca
Bunga dan Sinta yang mendengarnya hanya tertawa
Mall****
"Kalian mau ngapain ngajak gue kesini" tanya Bunga
Sahabatnya mengajak Bunga masuk ke sebuah toko pakaian dalam dan baju tidur
"Ya liat- liat dulu" ajak Eca
"Siapa tau lo minat kan,hhha" sambung Sinta
"Baiklah, kalian yang pilihkan, gue gak biasa belanja beginian" ucap Bunga, karena biasanya mamanya yang selalu membelikan Bunga pakaian dalam dan baju tidur untuknya
"Lucu ya" Sinta sedang memegang Bra warna pink dan sedikit menerawang
"Bagus tu buat lo" sahut Bunga
"Ya ini buat lo lah, kan lo yang mau nikah" Sinta memberikan Bra yang berwarna pink tadi kepada Bunga
"Gue gak suka, mana nyaman pake itu" Bunga tidak mau mengambilnya
"Ini bagus gak?" Eca sedang memegang lingerie warna merah yang sangat transparan
"Yang ada masuk angin gue" jawab Bunga
"Lo mah gak ngerti," sahut Dea
"Gue maunya pakaian dalam dan baju tidur yang biasa- biasa aja,
Bunga tidak mau membeli apa yang dipilihkan oleh sahabatnya itu, bagi dia sangat aneh memakai baju yang sangat tipis dan transparan