Chasing Love That Is Certain

Chasing Love That Is Certain
eps 13


Bel istrihat pertama telah berbunyi dan siswa berhamburan keluar


" De, nanti malam kamu kerumah aku kan? " tanya Bunga


" Iya " jawab Ade


" Aku mau ke kantin, kamu mau ikut gak? " ajak Bunga


" Lo duluan aja" jawab Ade sambil memainkan ponselnya tanpa melihat ke arah Bunga


Sesampainya dikantin, Rafi dan teman- temannya ikut bergabung bersama Bunga


" Boleh gabung gak?" tanya Rafi


" Boleh kak," jawab Bunga


Rafi memilih duduk disamping Bunga dan kebetulan Ade juga sedang di kantin bersama Gilang


Sebelum kekanti, Bunga sudah bilang pada sahabatnya kalau dompet dia tertinggal dirumahnya, dan kali ini Eca yang mentraktirnya


" De, " panggil Gilang sambil menunjuk ke arah Bunga


" Ada apa ?" tanya Ade


" Gue rasa mereka pacaran,, ketua Osis tu selalu ngikutin kemana Bunga pergi" ujar Gilang


" Udah, biarin aja " sahut Ade


" Kalau gue jadi kak Rafi,, pasti udah gue tembak tu si Bunga" ucap Gilang


Ucapan Gilang tidak dibalas oleh Ade,, Ade merasa sangat cemburu melihat Bunga yang selalu dekat dengan cowok lain


Sekarang adalah mapel terakhir sebelum pulang,, dan tidak lama kemudian bel tanda pulang sudah dibunyikan


" Gue duluan ya" ucap Bunga kepada sahabatnya karena Bunga buru- buru pulang untuk melihat apakah baju yang dibelikan mamanya sudah sampai dirumah atau belum


Semua siswa sudah meninggalkan sekolah begitu juga dengan Bunga


Di jalan,, tiba- tiba mobil Bunga mati karena kehabisan BBM


" Duhhh, gimana ni gue juga gak ada uang lagi" ujar Bunga


Kemudian Bunga menelpon Ade supaya bisa membantunya


" De,, kamu dimana? " tanya Bunga


" Ni mau jalan pulang" jawab Ade


" Mobil aku mati De,, aku lupa bawa uang tadi " jawab Bunga


" Lo dimana sekarang" tanya Ade


" aku di ****** sekarang "


" Ya udah, tunggu gue disana " jawab Ade sambil mematikan ponselnya


Bunga sangat senang karena mendengar Ade mau datang membantunya. Bunga melihat di sebelahnya ada yang menjual Es, karena cuaca sangat panas Bunga sangat ingin membeli Es


" Pak satu ya " ujar Bunga


" Pak,, nanti saya bayar ya,, saya lagi nunggu pacar saya datang" jawab Bunga sambil tersenyum


Dari kejauhan Ade sudah melihat Mobil Bunga.


" Maaf ya De,, ngerepotin kamu " ujar Bunga


" Ya " balas Ade sambil mengisi bahan bakar mobil Bunga


" De,, nanti kamu bayarin yang itu ya" Bunga sambil menunjuk " aku tadi minum Es pas nungguin kamu" ucap Bunga


Setelah selesai mengisi Bensin pada mobil Bunga, Ade berjalan ke tempat penjual Es yang dikatakan Bunga tadi,,


" Permisi pak,, saya mau bayar Es yang dimakan dia tadi" sahut Ade


" RP 10.000 nak, jadi kamu pacarnya neng yang cantik ini " ujar bapak penjul Es


" Iya pak,, dia pacar saya " sahut Bunga


Ade hanya diam melihat drama yang dimainkan oleh Bunga


Setelah mendapat kembalian uangnya,, Bunga dan Ade menuju mobilnya masing- masing


" Maaf yaa, tadi aku bilang kamu pacar aku " ucap Bunga


" Ya udah,, gue mau pulang dulu " ucap Ade


" Makasih ya De,, nanti uang kamu aku ganti ya "


" Gak usah "


" Ya udah kalau kamu gak mau,, tapi gantinya aku yang traktir kamu makan besok ya" sambil tersenyum menatap Ade


" Apa tingkah lo kayak gini ke semua cowok yang dekat sama lo? " ucap Ade


" Maksud kamu? aku gak ada dekat sama siapa- siapa sekarang" jawab Bunga


" Jangan jadi gampangan di depan cowok " ucap Ade sambil menuju mobilnya dan pergi meninggalkan Bunga


Bunga yang mendengar perkataan Ade tadi menangis di dalam mobilnya,


" Kok kamu selalu gini'in aku" gumam Bunga


Ade yang mengucapkan perkataan tadi kepada Bunga merasa menyesal sekarang.


Karena yang ada dipikiran Ade Bunga juga bertingkah seperti itu kepada cowok lain termasuk Rafi


" Maafin gue " lirih Ade


Sesampainya dirumah Bunga langsung kekamarnya untuk merebahkan diri. Sambil mengingat perkataan Ade tadi kepadanya. dan Bunga pun mulai menangis lagi


" hiikks,, kamu jahat sama aku, dari dulu aku tidak pernah menyukai cowok lain, hanya kamu yang aku tunggu" ucap Bunga sambil menangis dan matanya sudah mulai membengkak


Sebelum Bunga pulang sekolah, sekretaris mamanya sudah mengantar baju untuk Bunga kerumah dan dititipkan ke bibi yang menjaga rumah


" Mbak Bungaa,, bibi boleh masuk gak? " tanya Bibi dibalik pintu kamar Bunga