
Setelah sampai di taman, Bunga langsung duduk yang diikuti oleh Ade disampingnya.
Beberapa saat tidak ada yang memulai pembicaraan, biasanya Bunga selalu ngoceh kalau disamping Ade. Berbeda dengan sekarang, karena dia masih sakit hati dengan Ade.
Akhirnya Bunga memberanikan diri untuk bicara
" Aku ikut apapun keputusan kamu " ucap Bunga tanpa menoleh ke arah Ade
" Walaupun gue menolak perjodohan kita? " tanya Ade memastikan
" Mmmm " ucap Bunga setuju
Mendengar perkataan Ade ingin menolak perjodohan mereka semakin membuat hati Bunga hancur, tapi dia menahan dirinya agar tidak menangis di depan Ade
***********
Ade sesekali melirik ke arah Bunga, Bunga yang berada disampingnya sekarang berbeda dengan Bunga yang biasanya. Biasanya selalu ceria dan sekarang Bunga tampak menyedihkan di tambah dengan matanya yang bengkak dan wajah yang pucat
Mendengar jawaban Bunga yang setuju kalau Ade ingin membatalkan perjodohannya membuat perasaan Ade sedikit terluka,,
" Maaf kalau selama ini aku selalu ngejar, dan selalu ingin berada di dekat kamu " ucap Bunga dengan suara bergetar
" Aku gak suka " perkataan Ade terpotong karena Bunga langsung berlari dan masuk kerumahnya tanpa menoleh
" Padahal gue mau bilang kalau gue gak suka lo ngomong kayak gitu,, sekarang lo pasti salah paham sama gue " gumam Ade
Bunga berlari dengan menangis, Sudah dari tadi dia berusaha agar tidak menangis, akan tetapi perkataan Ade selalu membuat hatinya hancur
Bunga masuk kedalam rumahnya melewati pintu samping, agar orang tua mereka tidak melihat Bunga sedang menangis
********
Setelah bercerita panjang lebar, pak Fajar dan bu Hani berpamitan kepada bu Yana
" Makasih Yan, makanannya enak- enak " ucap pak Fajar sambil mengelus perutnya
" Iya sis, kami sangat senang kalau diundang makan malam lagi kesini,, ya kan pa? " ucap bu Hani sambil tertawa
" Alhamdulillah kalau gitu, saya juga sangat senang hari ini sis" ucap bu Yana
Ade menunggu orang tuanya di depan pintu
" Bunga tadi mana nak ?" tanya bu Hani
" Maaf ya sis, mas, Bunga mungkin sakit lagi jadi tidak sempat berpamitan " ucap bu Yana
" Udah gak papa, ya udah kami pulang dulu ya" ucap bu Hani
Setelah melihat kepergian keluarga pak Fajar,, bu Yana ingin menghampiri Bunga dan mencoba masuk, akan tetapi Bunga mengunci pintu kamarnya
" Sayang,, kamu gak papa?" tanya bu Yana
" Gak ma, cuma sakit sedikit aja " jawab Bunga
" Ya udah,, kamu istirahat ya"
" Iya ma,, maafin Bunga tadi gak pamitan sama tante Hani dan om Fajar"
" Iyaa"
Bunga menghabiskan waktunya hanya dengan menangis, tidak biasanya dia menangis terlalu lama seperti ini
Bunga merasa perjuangannya untuk Ade selama ini hanya sia- sia, Bunga berpikir tidak sekalipun Ade menoleh padanya dan memperlakukannya dengan baik
********
Bunga berjalan dari parkiran menuju kelasnya, sedangkan kedua sahabatnya telah lebih dulu sampai di dalam kelas
" Kamu sakit ?" tanya Rafi sambil memegang kepala Bunga
" Gak kak, aku baik- baik aja kok" jawab Bunga dengan air mata yang berlinang
" Badan kamu panas,, ayo aku antar ke UKS " ajak Rafi sambil memegang tangan Bunga dan mengantarnya ke UKS
Lagi- lagi Ade melihat Bunga dan Rafi, dan kali ini Ade sangat marah dia ingin melepaskan tangan Bunga yang dipegang oleh Rafi
" Ngapain gue marah,, dia juga bukan siapa- siapa bagi gue,, gue udah punya Diana" gumam Ade meyakinkan dirinya
******
" Kak aku harus kembali ke kelas,, aku belum izin" ucap Bunga yang sedang bersandar di tempat tidur UKS
" Aku yang izinin kamu sama guru nanti, kamu tidur aja " perintah Rafi
Bunga hanya menuruti perintah Rafi,, dia juga merasakan badannya tidak seperti biasanya,, dia merasa sangat kedinginan sekarang,, padahal cuaca diluar sangat cerah